Sumbardaily.com - Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Kadishut Sumbar), Ferdinal Asmin, memberikan klarifikasi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan mobil dinas kehutanan dengan pengendara sepeda motor di kawasan Lubuk Buaya, Kota Padang, Senin (19/10/2026) sore. Ia menegaskan, kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut bukan bagian dari rombongan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar.
Ferdinal menyampaikan klarifikasi tersebut sekaligus memastikan Dishut Sumbar bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akibat kejadian itu.
Ia mengatakan, dirinya sedang mengunjungi keluarga korban sebelum memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut.
"Maaf tadi saya sedang mengunjungi keluarga korban. Insiden ini terjadi antara mobil dinas kehutanan dengan korban. Bukan bagian dari rombongan Wagub," kata Ferdinal kepada Sumbardaily.com via pesan singkat, Senin malam.
Selain meluruskan informasi mengenai keterlibatan kendaraan dalam rombongan Wagub Sumbar, Ferdinal juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan keluarga korban terkait penyelesaian dampak insiden tersebut.
Dalam kesepakatan itu, Dinas Kehutanan Sumbar akan menanggung biaya pengobatan korban serta kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan yang terjadi pada Senin sore tersebut.
"Keluarga korban dan Dinas Kehutanan telah sepakat bahwa Dinas Kehutanan akan menanggung pengobatan korban dan kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tadi sore," ucapnya.
Dirinya mengeklaim komitmen Dinas Kehutanan Sumbar untuk bertanggung jawab atas dampak kejadian yang melibatkan kendaraan dinasnya.
Langkah mengunjungi keluarga korban dan mencapai kesepakatan mengenai biaya pengobatan serta kerugian menjadi bagian dari upaya penyelesaian insiden tersebut.
Sebelumnya, informasi mengenai dugaan kecelakaan itu beredar melalui akun Instagram @babesumbar. Informasi awal yang diterima akun tersebut dari salah seorang pengikutnya menyebutkan adanya dugaan kendaraan dalam iringan BA 2 menabrak sepeda motor di kawasan Lubuk Buaya, Kota Padang.
Dalam pesan yang dikirimkan kepada pengelola akun, pengirim informasi menyebut sepeda motor tersebut ditumpangi dua orang ibu-ibu dan seorang bayi.
Pengirim pesan juga menyebut kendaraan yang diduga terlibat merupakan mobil kehutanan yang berada dalam iringan kendaraan berpelat BA 2.
Informasi awal itu kemudian memunculkan dugaan keterlibatan kendaraan tersebut dalam rombongan pejabat yang melintas di kawasan tersebut.
Namun, melalui klarifikasinya, Ferdinal menegaskan bahwa mobil dinas kehutanan yang terlibat dalam insiden itu bukan bagian dari rombongan Wagub Sumbar.
Klarifikasi ini sekaligus meluruskan informasi mengenai hubungan kendaraan yang terlibat dengan rombongan Wakil Gubernur.
Ferdinal menyampaikan bahwa kesepakatan antara Dinas Kehutanan Sumbar dan keluarga korban mencakup biaya pengobatan serta kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. (*)
















