Sumbardaily.com, Padang – Kehadiran Deddy Corbuzier di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menarik perhatian publik. Figur publik tersebut datang dengan sejumlah agenda, mulai dari meninjau pembangunan fasilitas ibadah di kawasan hunian sementara hingga menjajal beragam kuliner khas Minangkabau yang dikenal luas oleh masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah meninjau pembangunan Musala Bambu Batu Busuak yang berada di kompleks hunian sementara warga terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi akademisi hukum dan aktivis demokrasi Feri Amsari. Peninjauan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.
Di sela agenda tersebut, Deddy juga menyempatkan diri menikmati ragam Kuliner Minang di sejumlah lokasi populer, yakni Warung Komar 9, Ikan Bakar Djoni/Kun, Ikan Bakan Doby, serta Soto Bofet Rajawali. Kunjungan kuliner tersebut kemudian dibagikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.
“Enak dan enak banget, itu aja pilihannnya. Luv u full lah,” tulis Deddy dalam unggahan yang dikutip pada Jumat (13/2/2026).
Dalam video tersebut, ia terlihat mencicipi sejumlah hidangan khas seperti telur dadar barendo, ikan gulai, tahu isi udang, hingga soto yang menjadi salah satu menu legendaris di kota tersebut.
“Kata Bang Feri, belum lengkap kalau ke Padang ga makan soto ini (Soto Rajawali),” ujarnya sambil menikmati hidangan bersama Feri Amsari.
Pada kesempatan yang sama, Deddy juga menyoroti promosi kuliner Indonesia yang dinilainya belum optimal jika dibandingkan dengan negara lain. Ia mencontohkan strategi promosi kuliner Thailand yang dinilai kuat dan konsisten dalam memperkenalkan identitas makanannya ke dunia internasional.
“Kalau makanan Thailand itu propaganda banget, jago banget ya. Semua makanan Thailand itu, restoran Thailand itu kalau mau buka dimana-mana harus ada kata Thai-nya,” tuturnya.
Kunjungan ini tidak hanya menunjukkan perhatian terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana melalui peninjauan fasilitas ibadah, tetapi juga memperlihatkan kekayaan kuliner Minangkabau yang terus menjadi daya tarik wisata.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya promosi kuliner nasional agar mampu bersaing dan dikenal lebih luas di tingkat global. (pooke)
















