Boat Karam di Sungai Pisang Padang Diduga Over Kapasitas, 25 Orang jadi Korban

Boat Karam di Sungai Pisang Padang Diduga Over Kapasitas, 25 Orang jadi Korban

Proses evakuasi penumpang boat karam di perairan Sungai Pisang yang diduga mengalami over kapasitas saat menuju Pulau Pagang, Selasa (24/3/2026) pagi. (Dok. Istimewa)

Sumbardaily.com - Peristiwa boat karam terjadi di perairan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di sekitar kawasan pinggir tempat Naibon menuju Pulau Pagang, pada Selasa (24/3/2026) pagi.

Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi kapal yang mengalami over kapasitas, sehingga menyebabkan air masuk ke dalam badan boat dan berujung tenggelam.

Berdasarkan laporan Tim Pos Aju Penyebrangan Sungai Pisang, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di lokasi antara Batu Peti Seronjong. Boat diketahui berangkat dari Sungai Pisang dengan tujuan Pulau Pagang sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di tengah perjalanan.

Operator boat diketahui bernama Nando (30), warga Sungai Pisang Sementara itu, pemilik boat bernama Wawan (35), yang berprofesi sebagai prajurit TNI-AD dan juga berdomisili di Sungai Pisang.

Dalam kejadian ini, sebanyak 25 penumpang tercatat berada di dalam boat. Para penumpang berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jambi, Sijunjung, Pinang, Bangko, hingga Riau.

Seluruh penumpang dilaporkan selamat, namun harus mendapatkan perawatan medis. Mereka saat ini dirawat di Puskesmas Bungus akibat dampak dari insiden tersebut.

Dari kronologi yang dihimpun, boat diduga membawa penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya. Kondisi ini membuat keseimbangan kapal terganggu dan memungkinkan air masuk ke dalam boat.

Belakangan diketahui, penumpang diketahui tidak menggunakan life jacket atau pelampung keselamatan saat kejadian berlangsung.

Hingga berita ini dirampungkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian atau instansi terkait.

Berikut daftar nama korban:

  1. Bahtiar (asal Jambi)
  2. Edi (asal Jambi)
  3. Sulnadi (asal Jambi)
  4. Rizki (asal Jambi)
  5. Masitoh (asal Jambi)
  6. Abisat (asal Jambi)
  7. Suryatman (43 tahun, Ujung Gading)
  8. Jumiatni (45 tahun)
  9. Subarni (45 tahun)
  10. Sila Anggraini (16 tahun)
  11. Hari Suganda (22 tahun)
  12. Wanda (22 tahun)
  13. Aidil Fitra (30 tahun, Sijunjung)
  14. Deki Aswaranto (20 tahun, Riau)
  15. Sintia Amelia (26 tahun, Sijunjung)
  16. Sinta Sulistia (24 tahun, Pinang)
  17. Ahmad Wijaini (30 tahun, Pinang)
  18. Faiz Duhaini (4 tahun, Pinang)
  19. Susilawati (41 tahun)
  20. Dini Miftahul (13 tahun)
  21. Cika Miftahul (9 tahun)
  22. Wahid (24 tahun, Bangko)
  23. Irma (17 tahun)
  24. Sofir (17 tahun)
  25. Titin (25 tahun)

(adl)

Baca Juga

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Diharapkan Perkuat Citra Budaya dan Pariwisata Sumbar
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Diharapkan Perkuat Citra Budaya dan Pariwisata Sumbar
Braditi Moulevey Rajo Mudo memberikan tanggapan terkait pernyataan Abu Janda yang menyebut Sumatera Barat sebagai daerah intoleran.
DPP IKM Desak Polisi Segera Panggil Abu Janda, Braditi Moulevey: Pernyataannya Bisa Pecah Belah Bangsa
Heboh Isu Pocong Begal di Pesisir Selatan, Polsek Bayang Pastikan Informasi Tersebut Hoaks
Heboh Isu Pocong Begal di Pesisir Selatan, Polsek Bayang Pastikan Informasi Tersebut Hoaks
Petugas mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Hutan Biologi Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Cleaning Service di Padang Ditemukan tak Bernyawa di Kawasan Hutan Biologi Unand
Semen Padang FC Pindah Markas ke Stadion Benteng Usai Degradasi ke Liga 2
Semen Padang FC Pindah Markas ke Stadion Benteng Usai Degradasi ke Liga 2
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Polisi Hanya Bakar Kapal Tanpa Amankan Pelaku
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Polisi Hanya Bakar Kapal Tanpa Amankan Pelaku