Sumbardaily.com - Pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar) terus berjalan. Sebanyak 70 dari 77 jembatan yang ditangani Satuan Tugas Jembatan TNI Angkatan Darat (TNI AD) telah rampung, sementara tujuh jembatan lainnya masih dalam proses pemasangan.
Informasi tersebut dikutip dari Kemendagri, Rabu (12/8/2026). Data itu merupakan bagian dari perkembangan kerja Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dalam memulihkan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Secara keseluruhan, Satgas Jembatan TNI AD menangani 597 jembatan di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, 415 jembatan telah selesai dikerjakan dan 182 lainnya masih dalam tahap pemasangan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi pekerjaan yang dilakukan Satgas Jembatan TNI AD di sejumlah wilayah terdampak bencana.
“Kerja Satgas Jembatan sangat luar biasa di lapangan. Kerja riil dan sangat berpengaruh untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera,” kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Di Sumbar, pekerjaan jembatan mencakup tiga jenis konstruksi. Dari 77 jembatan yang menjadi bagian penanganan Satgas Jembatan TNI AD, sebanyak 16 merupakan Jembatan Bailey, 30 Jembatan Armco, dan 31 Jembatan Perintis.
Dari total tersebut, 70 jembatan telah selesai dibangun atau dipasang. Sementara tujuh jembatan lainnya masih dalam proses pemasangan.
Pemulihan jembatan menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan pascabencana. Infrastruktur yang kembali terhubung memungkinkan masyarakat memperoleh akses menuju berbagai fasilitas yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kerusakan atau terputusnya konektivitas.
Jembatan yang dipulihkan juga membuka kembali akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, lahan pertanian, serta berbagai layanan publik. Kondisi itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan keamanan dan aktivitas masyarakat agar dapat berjalan normal.
Jika dibandingkan dengan dua provinsi lainnya, jumlah penanganan jembatan di Sumbar memang lebih kecil. Di Aceh, Satgas Jembatan TNI AD menangani 301 jembatan. Sebanyak 192 unit telah selesai, sedangkan 109 unit masih dalam proses pemasangan.
Pekerjaan di Aceh terdiri atas 60 Jembatan Bailey, 136 Jembatan Armco, serta 105 Jembatan Perintis.
Sementara di Sumatera Utara, terdapat 219 jembatan yang masuk dalam penanganan Satgas Jembatan TNI AD. Sebanyak 153 unit telah rampung dan 66 unit masih dikerjakan.
Rinciannya terdiri atas 31 Jembatan Bailey, 77 Jembatan Armco, serta 111 Jembatan Perintis atau jembatan gantung.
Secara keseluruhan di tiga provinsi, Satgas Jembatan TNI AD menangani 107 Jembatan Bailey. Dari jumlah tersebut, 75 unit telah selesai.
Kemudian terdapat 243 Jembatan Armco yang ditangani, dengan 219 unit telah rampung. Adapun Jembatan Perintis atau jembatan gantung yang masuk penanganan berjumlah 247 unit, dengan 121 unit di antaranya telah selesai.
Berdasarkan capaian tersebut, pembangunan Jembatan Armco menjadi jenis pekerjaan dengan progres paling tinggi. Sekitar 90 persen dari total Jembatan Armco yang ditangani telah diselesaikan.
Pekerjaan jembatan juga berlangsung bersamaan dengan pemulihan jaringan transportasi lainnya di wilayah terdampak bencana.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 1 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali fungsional.
Pemulihan juga terlihat pada jaringan jalan daerah. Sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas jalan daerah yang terdampak telah kembali berfungsi.
Sementara itu, pada sektor jembatan daerah, sebanyak 821 dari 1.184 unit yang terdampak telah kembali fungsional.
Data tersebut menunjukkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera terus bergerak. Namun, pekerjaan yang tersisa masih cukup besar, khususnya untuk memulihkan jembatan daerah yang belum seluruhnya kembali berfungsi.
Bagi Sumbar, rampungnya 70 dari 77 jembatan yang ditangani Satgas Jembatan TNI AD menjadi bagian dari pemulihan konektivitas masyarakat. Tujuh jembatan yang masih dalam proses pemasangan menjadi pekerjaan lanjutan untuk memastikan akses warga di wilayah terdampak dapat kembali pulih secara menyeluruh. (*)
















