BNPB Dampingi Penanganan Pascabencana di Tanah Datar, Pastikan Kebutuhan Korban Terpenuhi

Sumbardaily.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung melakukan pendampingan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar, setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Pendampingan tersebut dipimpin Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Yustam Syahril, bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly dengan meninjau sejumlah titik terdampak bencana pada Jumat (15/5/2026).

Kunjungan lapangan itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Yustam Syahril mengatakan, langkah pendampingan dilakukan sebagai tindak lanjut setelah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menetapkan status tanggap darurat pascabencana.

Menurutnya, BNPB memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat terdampak, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Pendampingan ini dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat pascabencana dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar karena dinilai cepat mengambil langkah penanganan darurat serta aktif berkoordinasi dengan BNPB sejak awal kejadian bencana.

Respons cepat tersebut, katanya, membuat Kepala BNPB langsung menginstruksikan tim untuk turun ke lokasi guna melakukan pendampingan sekaligus memantau dampak kerusakan di lapangan.

“Pak Kepala BNPB menginstruksikan kami untuk meninjau langsung ke lapangan dalam rangka melakukan pendampingan dan melihat infrastruktur yang terdampak, apakah mengganggu kehidupan maupun penghidupan masyarakat,” kata Yustam.

Selain melakukan peninjauan, BNPB juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak. Bahkan, bantuan tambahan disebut masih dalam perjalanan menuju Kabupaten Tanah Datar.

“Insya Allah malam ini bantuan tambahan sudah sampai di Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada bantuan darurat, BNPB juga meminta Pemkab Tanah Datar untuk menyampaikan berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi selama proses penanganan bencana di lapangan.

Masukan tersebut nantinya akan diteruskan kepada pimpinan BNPB sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut penanganan, termasuk terkait perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan cukup berat.

“Kami meminta kepada Bapak Bupati agar menyampaikan kendala di lapangan dan bagaimana penanganannya, nanti akan kami laporkan kepada pimpinan di BNPB,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengungkapkan bencana alam yang terjadi pada Selasa lalu menyebabkan empat kecamatan mengalami dampak cukup parah.

Empat wilayah yang terdampak tersebut yakni Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Kecamatan Tanjung Emas.

Menurut Eka Putra, sektor yang paling banyak terdampak adalah lahan pertanian, baik persawahan maupun perkebunan milik masyarakat.

Selain kerusakan lahan pertanian, bencana juga menyebabkan sedikitnya 14 rumah hanyut dan mengalami rusak berat. Kemudian lebih dari 60 rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan sedang.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah infrastruktur penting di daerah tersebut. Pemerintah daerah mencatat sekitar 10 jembatan mengalami rusak berat, termasuk jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat maupun jembatan gantung.

Untuk mempercepat penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mendirikan dua posko darurat bencana di wilayah terdampak.

Posko tersebut berada di Kecamatan Lintau Buo, tepatnya dekat Jembatan Timbangan Oto (JTO) Sitangkai Nagari Taluk, serta di Kantor Camat Tanjung Emas.

Di sisi lain, Eka Putra juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi hingga 18 Mei mendatang.

Karena itu, masyarakat diminta untuk selalu siaga dan segera melakukan penyelamatan mandiri apabila melihat tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, khususnya yang tinggal di bantaran sungai,” pungkas Eka Putra. (*)

Baca Juga

Rumah Huntap Korban Siklon Senyar di Sumbar Rampung, BNPB Mulai Serahkan Kunci
Rumah Huntap Korban Siklon Senyar di Sumbar Rampung, BNPB Mulai Serahkan Kunci
Harkopnas 2026, Tanah Datar Perkuat Komitmen Pengembangan Koperasi
Harkopnas 2026, Tanah Datar Perkuat Komitmen Pengembangan Koperasi
Huntap Mandiri Pertama di Kota Pariaman Diserahkan kepada Korban Bencana Hidrometeorologi
Huntap Mandiri Pertama di Kota Pariaman Diserahkan kepada Korban Bencana Hidrometeorologi
Harapan Korban Bencana Padang Pariaman Terwujud, Pembangunan 685 Huntap Resmi Dimulai
Harapan Korban Bencana Padang Pariaman Terwujud, Pembangunan 685 Huntap Resmi Dimulai
Sekolah Rakyat Tanah Datar Bahas Desain Kawasan Berbukit, Kementerian PU Siapkan Kajian
Sekolah Rakyat Tanah Datar Bahas Desain Kawasan Berbukit, Kementerian PU Siapkan Kajian
Resahkan Warga, Tanah Datar Gelar Deklarasi Anti LGBT dan Narkoba di Lapangan Cindua Mato
Resahkan Warga, Tanah Datar Gelar Deklarasi Anti LGBT dan Narkoba di Lapangan Cindua Mato