Bencana Rusak Jembatan, Kodam XX/TIB Gerak Cepat Bangun Empat Jembatan Bailey di Sumbar

Bencana Rusak Jembatan, Kodam XX/TIB Gerak Cepat Bangun Empat Jembatan Bailey di Sumbar

Kodam XX/TIB membangun 4 jembatan bailley di Sumatera Barat (Sumbar) pasca banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu demi mempermudah akses transportasi masyarakat. (Dok. Pendam)

Sumbardaily.com, Padang - Upaya pemulihan infrastruktur pasca bencana di Sumatera Barat (Sumbar) memasuki fase krusial setelah sejumlah jembatan penghubung di berbagai wilayah mengalami kerusakan berat.

Kondisi ini sempat menghentikan mobilitas warga serta menghambat arus logistik, yang berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Di tengah urgensi tersebut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) bergerak cepat membangun empat jembatan bailley di lokasi-lokasi yang terputus akibat bencana.

Langkah percepatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang ditunjuk sebagai Dansatgas Pembangunan Jembatan Bailley.

Melalui instruksi tersebut, TNI AD diminta memastikan akses vital masyarakat kembali berfungsi secepat mungkin.

Kodam XX/TIB kemudian mengerahkan personel konstruksi terbaiknya untuk menyelesaikan pembangunan jembatan di empat titik strategis.

Kerusakan jembatan dinilai menjadi salah satu kendala terbesar dalam penanganan pascabencana. Selain memutus hubungan antarnagari dan kecamatan, terhambatnya akses ini membuat distribusi bantuan serta kebutuhan pokok sulit menjangkau wilayah terdampak.

Situasi tersebut menuntut kehadiran solusi yang dapat segera dioperasikan, sehingga Jembatan Bailey dipilih sebagai opsi tercepat dan paling efektif.

Progres pembangunan di masing-masing titik menunjukkan hasil berbeda, namun keseluruhannya bergerak positif.

Pada Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok, yang memiliki panjang 21 meter dan menjadi penghubung antara Nagari Salayo serta Nagari Koto Hilalang, pengerjaan telah mencapai 58 persen.

Infrastruktur ini menjadi jalur penting bagi warga yang mobilitasnya sempat lumpuh akibat kerusakan.

Di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), pembangunan Jembatan Sikabau sepanjang 18 meter bahkan mencatat progres tertinggi, yakni 63 persen.

Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Sikabau dengan Ranah Koto Tinggi, dan menjadi akses yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk kegiatan harian mereka.

Sementara itu, pengerjaan Jembatan Supayang sepanjang 39 meter yang menghubungkan Nagari Paninggahan dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Solok masih berada pada tahap 25 persen.

Adapun Jembatan Padang Mantuang, dengan panjang 36 meter, baru memasuki progres awal 5 persen. Jembatan ini merupakan akses penting menuju jaringan jalan Padang Pariaman.

Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada menegaskan bahwa pembangunan seluruh jembatan dilakukan dengan pengawasan ketat agar sesuai arahan Presiden.

Ia menyebut percepatan dilakukan bukan hanya demi penyelesaian fisik, tetapi juga demi memulihkan aktivitas masyarakat yang selama ini terkendala akibat kerusakan akses.

“Sebagai pelaksana di lapangan, kami menjalankan instruksi Presiden melalui Kasad sebagai Dansatgas. Empat jembatan ini sangat krusial karena merupakan akses utama masyarakat. Kami terus bekerja maksimal agar dapat segera difungsikan kembali,” ujar Pangdam, Rabu (10/12/2025).

Dengan progres yang terus berkembang, pembangunan empat Jembatan Bailey ini diharapkan mampu memulihkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat penormalan aktivitas sosial ekonomi warga.

"Upaya tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kodam XX/TIB serta jajaran TNI AD untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis, memastikan percepatan penanganan dan pemulihan pasca bencana banjir bandang di Sumbar berlangsung efektif," imbuh Pangdam. (shy)

Baca Juga

Jembatan Bailey Pulihkan Akses Tanah Datar-Sijunjung, Dana TKD Percepat Pemulihan Pascabanjir Bandang
Jembatan Bailey Pulihkan Akses Tanah Datar-Sijunjung, Dana TKD Percepat Pemulihan Pascabanjir Bandang
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti rapat evaluasi bantuan rumah rusak pascabencana hidrometeorologi bersama BNPB secara virtual didampingi jajaran OPD di Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Padang Percepat Rehabilitasi Pasca Bencana, 523 Huntap Mulai Dibangun
Tetap Berangkat Haji Meski Terdampak Banjir Bandang, 33 Jemaah Sumbar Dapat Bantuan UEA
Tetap Berangkat Haji Meski Terdampak Banjir Bandang, 33 Jemaah Sumbar Dapat Bantuan UEA
Siswa MAN 1 Padang bersama Wakil Wali Kota Padang dan sejumlah pejabat menanam pohon di kawasan bekas banjir bandang Lubuk Minturun dalam kegiatan Kemah Bakti Penanaman 1.000 Pohon.
Pemko Padang Apresiasi Penanaman 1.000 Pohon oleh MAN 1, Bekas Lokasi Banjir Bandang Disulap jadi Kawasan Hijau
Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang
Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang
Usai Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam Pindahkan Latihan Menembak Prajurit ke Lokasi Ini
Usai Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam Pindahkan Latihan Menembak Prajurit ke Lokasi Ini