Sumbardaily.com, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali menerima dukungan logistik dari kalangan industri dan kementerian sebagai respon terhadap bencana banjir bandang dan kerusakan hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.
Bantuan yang datang dari berbagai pihak itu menjadi dorongan penting bagi percepatan pemulihan, terutama di daerah yang terdampak paling parah.
Pertama, Wilmar Unit Padang menyerahkan bantuan sekitar enam ton beras dan minyak goreng kepada Pemprov Sumbar.
Penyerahan dilakukan oleh Head PGA Wilmar Unit Padang, Rendy, dan diterima langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi di halaman Istana Gubernuran pada Jumat (5/12/2025).
Menurut Rendy, sebagian bantuan telah disalurkan lebih awal ke wilayah Pasaman, Agam, dan Padang Pariaman yang selama ini juga menjadi lokasi operasional perusahaan.
Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, terutama saat masyarakat di tiga wilayah itu harus menghadapi bencana yang memutus akses jalan serta berdampak pada kehidupan para pekerja.
"Selain kebutuhan pangan, Wilmar juga membantu memperbaiki akses transportasi yang rusak dan memastikan para karyawan yang terdampak memperoleh dukungan," katanya.
Rendy menegaskan bahwa bantuan itu bukan hanya bentuk kepedulian kepada masyarakat Sumbar, tetapi juga wujud solidaritas kepada daerah lain yang turut mengalami bencana serupa.
Ia berharap pemulihan di Sumbar dapat berlangsung cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kontribusi Wilmar dan menyebut keterlibatan dunia usaha sebagai bagian penting dari upaya memperkuat penanganan pemerintah daerah.
"Dukungan yang hadir dari berbagai sektor menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih terpelihara kuat di Sumbar," katanya.
Pada kesempatan berbeda, Pemprov Sumbar juga menerima bantuan 23 ton sembako dan kebutuhan vital lainnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Sabtu (6/12/2025) dan diserahkan oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLHK, Edy Nugroho Santoso, yang mewakili Menteri LHK.
Mahyeldi menyampaikan bahwa dukungan dari KLHK tidak hanya datang dari kementerian, tetapi juga dari jaringan perusahaan di Kalimantan dan Sulawesi yang turut mengirimkan bantuan.
Ia menekankan bahwa masyarakat Sumbar tidak sendirian menghadapi bencana ini, karena bantuan juga mengalir dari provinsi lain hingga negara sahabat.
Edy menjelaskan bahwa rombongan KLHK membawa 10 armada kendaraan tambahan untuk membantu distribusi bantuan ke berbagai kabupaten dan kota terdampak.
"Selain sembako, KLHK juga menyediakan tandon air yang sangat dibutuhkan warga, terutama di kawasan yang infrastruktur air bersihnya rusak. Kami juga sempat meninjau lokasi terdampak di Gurun Laweh, Kota Padang, dan mengungkapkan bahwa kondisinya mirip dengan daerah asalnya yang pernah mengalami bencana serupa," kata Edy.
Selain menyalurkan bantuan, Edy menyoroti perlunya penataan ulang kawasan sempadan sungai dan lereng yang selama ini rawan mengalami kerusakan.
"Perbaikan tata ruang dan pengawasan terhadap wilayah risiko tinggi menjadi langkah penting untuk menekan potensi bencana ke depan," imbuhnya. (adl)
















