Sumbardaily.com, Padang – Langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjuk Muhammad Taufiqur Rahman, putra Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, sebagai Ketua DPW PSI Sumbar dinilai berpotensi meningkatkan elektabilitas partai tersebut di Ranah Minang pada Pemilu mendatang.
“Prediksi saya, penunjukan Taufiqur Rahman ini paling tidak bisa menambah kenaikan suara 3–5 persen,” ujar Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand), Prof Asrinaldi, kepada Sumbar Daily, Kamis (16/10/2025).
Menurut Asrinaldi, peningkatan dukungan itu dapat terwujud jika PSI mampu memanfaatkan momentum dengan memperkuat sosialisasi dan diseminasi informasi secara masif, terutama di kalangan anak muda yang menjadi basis utama pemilih PSI.
“Ditambah pemberitaan di media sosial dan masifnya PSI di daerah mencari figur anak muda yang menjadi selebgram,” katanya.
Potensi dan Tantangan Elektoral PSI di Sumbar
Kendati demikian, Asrinaldi menilai terlalu dini untuk memperkirakan seberapa besar efek elektoral dari langkah politik tersebut. Ia menyebut belum bisa memprediksi berapa jumlah kursi legislatif yang bisa diamankan PSI di tingkat kabupaten/kota, termasuk kemungkinan partai itu mengincar kursi Gubernur atau Wakil Gubernur Sumbar pada Pemilu 2029.
“Kalau legislatif perlu memahami aturan baru dan konversi suara ke kursi. Ini baru langkah awal PSI. Sulit kita prediksi apakah PSI berjaya dalam Pemilu 2029,” jelasnya.
Menurutnya, karakteristik pemilih di Sumbar masih sangat dipengaruhi oleh figur calon yang diusung partai. Faktor personal seperti reputasi, latar belakang, dan kedekatan dengan masyarakat masih menjadi penentu utama pilihan politik warga.
“Kalau anak muda yang tidak jelas background-nya, tentu suara PSI juga tidak akan baik. Jadi, untuk membangun simpati awal bagi calon anggota PSI, menampilkan anak-anak muda adalah strategi yang baik,” ujar Asrinaldi.
Upaya PSI Menarik Generasi Muda
PSI dikenal sebagai partai yang gencar menyasar segmen pemilih muda dan pengguna media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, partai ini aktif membangun citra modern dan terbuka terhadap gagasan progresif. Dengan menunjuk sosok seperti Muhammad Taufiqur Rahman, PSI tampak berusaha memperluas jangkauan elektoralnya hingga ke basis pemilih tradisional di Sumbar.
Langkah tersebut juga bisa menjadi ujian penting bagi PSI untuk mengukur efektivitas strategi mereka di daerah yang secara politik dikenal memiliki kecenderungan konservatif dan religius.
Meski demikian, Asrinaldi menegaskan bahwa keberhasilan strategi itu akan sangat bergantung pada konsistensi kerja politik di lapangan dan kemampuan PSI membangun jaringan sosial baru. Tanpa langkah konkret, kehadiran figur populer saja tidak akan cukup untuk mendongkrak suara partai secara signifikan. (ik)
















