Sumbardaily.com - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (PPN Sumbagut) memperkuat layanan energi selama arus balik Idul Fitri 2026 dengan menambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Modular dan armada Motoris Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah titik strategis.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan energi seiring tingginya mobilitas masyarakat pasca lebaran.
Penambahan fasilitas tersebut menjadi strategi kunci untuk memastikan stok BBM tetap aman sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap bahan bakar di tengah lonjakan konsumsi, khususnya pada jalur-jalur dengan potensi kepadatan tinggi selama periode arus balik.
PPN Sumbagut juga memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus balik Idul Fitri 2026 dengan fokus utama pada ketersediaan stok BBM serta optimalisasi distribusi energi di berbagai wilayah strategis.
Lonjakan mobilitas masyarakat pasca lebaran menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan energi. Dalam kondisi ini, Pertamina tidak hanya menjaga ketersediaan stok BBM, tetapi juga memperkuat sistem distribusi agar tetap lancar dan mudah diakses selama periode arus balik.
Berdasarkan data konsumsi yang dihimpun, terjadi peningkatan signifikan pada penggunaan BBM jenis gasoline yang mencapai 16 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gas oil justru mengalami penurunan sebesar 9,7 persen. Di sisi lain, kebutuhan LPG turut mengalami kenaikan meski relatif kecil, yakni sekitar 1 persen.
Melihat tren tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan berbagai langkah strategis. Upaya yang dilakukan mencakup build up stock di terminal BBM dan LPG, penguatan distribusi, serta peningkatan kesiapsiagaan operasional di seluruh titik layanan.
Ketersediaan stok BBM disebut berada dalam kondisi aman dengan distribusi yang terus dioptimalkan agar mampu memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama arus balik.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, kesiapan tersebut telah dirancang secara matang guna mengantisipasi peningkatan konsumsi energi.
“Pertamina Patra Niaga telah mengoptimalkan kesiapan infrastruktur dan layanan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi selama arus balik Lebaran. Kami berkomitmen memastikan distribusi energi tetap berjalan dengan aman, lancar, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Tak hanya mengandalkan stok, Pertamina juga memperluas layanan distribusi langsung kepada masyarakat. Sebanyak 37 unit Motoris Pertamina Delivery Service disiagakan untuk melayani kebutuhan BBM di perjalanan. Layanan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan BBM tanpa harus mencari SPBU konvensional.
Selain itu, Pertamina juga menghadirkan 14 SPBU Modular di sejumlah titik strategis yang memiliki potensi peningkatan konsumsi tinggi.
Kehadiran fasilitas ini bertujuan memperluas jangkauan distribusi sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap BBM selama perjalanan arus balik.
Di luar layanan energi, Pertamina juga menghadirkan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pemudik. Salah satunya adalah Serambi MyPertamina yang tersedia di 11 lokasi sebagai tempat istirahat sementara bagi masyarakat sebelum melanjutkan perjalanan.
Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan tambahan di tengah tingginya mobilitas arus balik, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam memberikan pelayanan menyeluruh, tidak hanya dari sisi energi.
Selain layanan fisik, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk memperoleh berbagai informasi terkait promo energi selama Ramadan dan Idul Fitri.
Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Trip Planner yang membantu pengguna menemukan lokasi SPBU maupun Serambi MyPertamina di sepanjang rute perjalanan.
Dengan kombinasi antara penguatan stok, distribusi, serta layanan tambahan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan selama periode arus balik.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat, terutama di tengah peningkatan konsumsi energi yang signifikan pasca lebaran. (*)
















