Padang, Sumbardaily.com - Perjalanan tim Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) Sumatera Barat (Sumbar) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXX di Kalimantan Timur (Kaltim) harus berakhir di babak semi final. Meski sempat menunjukkan performa memukau di awal kompetisi, kafilah Sumbar akhirnya harus mengakui keunggulan tetangga, Riau, yang berhasil melenggang ke babak final.
Pertandingan semi final tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi Sumbar. Hadir di lokasi, Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Sumbar, Yufrizal, yang mewakili Kepala Kanwil. Turut hadir pula Ketua Harian LPTQ, M. Ridho Nur, Kepala Bagian Kesra Bina Mental, Hendri Hasbullah, serta Ketua Tim Kerja SBI Musabaqah Alquran dan Hadis, Afrizal.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan besarnya dukungan dan harapan yang diemban oleh tim MFQ Sumbar. Suasana haru menyelimuti area pertandingan usai pengumuman hasil. Kekalahan tim Sumbar ternyata hanya berjarak sangat tipis, yaitu 70 poin dari Riau.
Skor akhir menunjukkan Riau unggul dengan 1140 poin, sementara Sumbar mengumpulkan 1070 poin. Hasil ini tentu mengejutkan mengingat penampilan Sumbar di babak sebelumnya, di mana mereka berhasil memimpin dengan 1.270 poin, unggul jauh dari Riau (1040) dan Jawa Barat (980).
Pelatih tim MFQ Sumbar, Okta Veldi Andika, mengungkapkan bahwa perjuangan timnya memang berat sejak awal. "Dengan segala keterbatasan bahan yang kita miliki, semangat perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Semua materi MFQ dapat mereka serap dengan baik, dan itu bukan jumlah yang sedikit," ujarnya, Jumat (13/9/2024).
Veldi menambahkan bahwa persiapan tim terbilang singkat, hanya menjalani Training Center (TC) sebanyak empat kali dan karantina selama seminggu di Payakumbuh. Namun, kegigihan dan dedikasi para peserta membuat mereka mampu bersaing hingga babak semi final.Pelatih yang juga merupakan salah satu pimpinan MAN ICBS Payakumbuh ini mengakui adanya keraguan saat menghadapi babak penyisihan.
"Tidak bisa dipungkiri, Jawa Timur adalah lawan yang sangat berat. Mereka memiliki kisi-kisi dan materi baru dalam perlombaan. Kita hanya bermodalkan silabus yang dibagikan ke seluruh provinsi," jelasnya.
Namun, keraguan itu sirna ketika tim Sumbar berhasil mengalahkan Jawa Timur di babak penyisihan. Kemenangan ini membuat optimisme tim meningkat menjelang semi final. "Sebelum tampil di babak semifinal, saya dan anak-anak sangat optimis. Semua bahan yang dirasa kurang terus kami perdalam, hingga rasa percaya diri dalam diri anak-anak dan saya sebagai pelatih semakin kuat," ungkap pria lulusan Mesir tersebut.
Tim MFQ Sumbar yang terdiri dari Hari Mulia, Imam Ashfa Muhammad, dan Muhammad Fadhli Zil Ikram, awalnya sangat terpukul dan kecewa atas hasil tersebut. "Awalnya memang berat bagi mereka menerima kekalahan karena mereka bukan kalah dari wawasan dan persiapan, tapi karena kesalahan sendiri. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai move on kembali," kata Veldi.
Pelatih yang telah banyak mencetak peserta fahmil ini menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama persiapan bukan semata untuk diperlombakan. "Ini adalah awal persiapan mereka untuk menjadi ulama Sumatera Barat yang berwawasan dan berilmu luas," tegasnya.
Veldi juga mengungkapkan bahwa dua anggota tim, Imam dan Hari yang merupakan lulusan Ponpes Diniyah Pasia Agam, akan melanjutkan studi mereka ke Universitas Al Azhar, Mesir. Sementara Fadhli masih akan menyelesaikan pendidikannya di kelas 12 ICBS Payakumbuh.
Veldi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Barat atas kegagalan tim dalam menyumbangkan medali emas dari cabang Fahmil. "Semoga ke depan ini semua dapat dijadikan ibrah atau pelajaran bagi kita semua," pungkasnya. (red)
















