Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Sumbar Naik 3,11 Persen, Padang Jadi Tujuan Terbesar

Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Sumbar Naik 3,11 Persen, Padang Jadi Tujuan Terbesar

Tugu IORA Padang (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com - Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat mencapai 2.145.772 perjalanan pada Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan pergerakan wisatawan domestik di Sumbar masih meningkat, meski pada periode yang sama jumlah wisatawan mancanegara (wisman) justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, jumlah perjalanan wisnus pada Juli 2026 meningkat 3,11 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebanyak 2.080.998 perjalanan. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, jumlah perjalanan wisnus juga tumbuh 10,71 persen.

"Jumlah perjalanan wisnus tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Juli 2026 mencapai 2.145.772 perjalanan." tulis keterangan BPS Sumbar dikutip Minggu (6/9/2026).

Kenaikan tersebut menunjukkan jumlah perjalanan masyarakat Indonesia menuju berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengalami pertumbuhan dalam setahun maupun secara bulanan. Pergerakan itu juga tersebar di sejumlah daerah dengan karakter pertumbuhan yang berbeda-beda.

Dalam laporan Perkembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Juli 2026, BPS mencatat Kota Padang menjadi daerah dengan jumlah perjalanan wisnus tujuan terbesar. Pada Juli 2026, perjalanan menuju Padang mencapai 526,33 ribu perjalanan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang berada pada angka 469,51 ribu perjalanan. Secara bulanan, perjalanan wisnus menuju Padang bertambah 12,10 persen. Jika dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 499,11 ribu perjalanan, angka Juli 2026 meningkat 5,45 persen.

Setelah Padang, Kabupaten Agam mencatat 185,39 ribu perjalanan wisnus pada Juli 2026. Jumlah itu naik 0,62 persen dibandingkan Juni 2026 dan meningkat 10,53 persen dibandingkan Juli 2025.

Kabupaten Solok berada berikutnya dengan 180,65 ribu perjalanan. Angka tersebut meningkat 2,95 persen dibandingkan Juni 2026 dan 18,93 persen dibandingkan Juli 2025.

Kota Bukittinggi mencatat 175,35 ribu perjalanan wisnus pada Juli 2026. Dibandingkan Juni, jumlah tersebut meningkat 4,62 persen, sedangkan secara tahunan tumbuh 16,94 persen.

Padang Pariaman mencatat 145,93 ribu perjalanan. Angka itu turun 1,25 persen dibandingkan Juni 2026, tetapi masih meningkat 10,79 persen jika dibandingkan Juli 2025.

Selanjutnya, Lima Puluh Kota mencatat 138,47 ribu perjalanan wisnus pada Juli 2026. Jumlah tersebut turun 0,27 persen secara bulanan, tetapi meningkat 19,75 persen secara tahunan.

Tanah Datar mencatat 121,98 ribu perjalanan, turun 3,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 6,17 persen dibandingkan Juli 2025.

Sementara itu, Pesisir Selatan mencatat 108,69 ribu perjalanan wisnus pada Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,46 persen dibandingkan Juni dan tumbuh 15,58 persen dibandingkan Juli 2025.

Dharmasraya mencatat 77,36 ribu perjalanan. Secara bulanan turun 3,11 persen, tetapi secara tahunan meningkat 29,09 persen. Pertumbuhan tahunan tersebut menjadi yang tertinggi di antara 10 kabupaten/kota tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar.

Kota Payakumbuh mencatat 72,33 ribu perjalanan wisnus pada Juli 2026. Jumlah tersebut naik 4,58 persen dibandingkan Juni dan meningkat 9,38 persen dibandingkan Juli 2025.

Secara keseluruhan, dari 10 kabupaten/kota tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar, peningkatan bulanan tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 12,10 persen. Setelah itu, Pesisir Selatan tumbuh 5,46 persen, Bukittinggi 4,62 persen, Payakumbuh 4,58 persen, dan Kabupaten Solok 2,95 persen.

Sebaliknya, penurunan bulanan terdalam terjadi di Tanah Datar sebesar 3,12 persen. Dharmasraya menyusul dengan penurunan 3,11 persen.

Jika dilihat secara tahunan, seluruh kabupaten/kota yang masuk kelompok 10 besar tujuan mencatat pertumbuhan perjalanan wisnus. Dharmasraya menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 29,09 persen, disusul Lima Puluh Kota sebesar 19,75 persen.

Selain melihat daerah tujuan, BPS juga mencatat perjalanan wisnus berdasarkan daerah asal. Jumlah perjalanan wisnus asal kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Juli 2026 mencapai 1.921.716 perjalanan. Angka ini meningkat 2,79 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 1.869.500 perjalanan.

Dari 10 daerah asal dengan jumlah perjalanan terbesar, Kabupaten Pesisir Selatan mencatat kenaikan bulanan paling tinggi. Jumlah perjalanan yang berasal dari daerah tersebut mencapai 101,20 ribu pada Juli 2026, naik 16,14 persen dibandingkan Juni 2026.

Pasaman Barat berada setelah Pesisir Selatan dengan kenaikan 10,43 persen. Jumlah perjalanan asal daerah tersebut mencapai 96,75 ribu perjalanan pada Juli 2026.

Dharmasraya juga mencatat kenaikan 6,72 persen dengan jumlah perjalanan mencapai 84,27 ribu. Tanah Datar naik 5,41 persen menjadi 127,19 ribu perjalanan, sedangkan Lima Puluh Kota meningkat 4,46 persen menjadi 116,59 ribu perjalanan.

Sementara itu, Kota Padang menjadi daerah asal dengan jumlah perjalanan terbesar, yakni 431,44 ribu perjalanan pada Juli 2026. Namun, angka tersebut turun 2,94 persen dibandingkan Juni 2026.

Secara tahunan, Sijunjung mencatat pertumbuhan tertinggi untuk perjalanan wisnus berdasarkan daerah asal. Jumlah perjalanan dari daerah tersebut meningkat 29,66 persen dibandingkan Juli 2025. Sebaliknya, Kabupaten Solok mengalami penurunan terdalam sebesar 6,06 persen.

Pergerakan wisnus tersebut berlangsung ketika jumlah wisman yang datang ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau justru turun. Pada Juli 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 6.377 kunjungan, turun 9,90 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 7.078 kunjungan.

Wisman yang paling banyak datang berasal dari Malaysia sebanyak 4.277 kunjungan. Berikutnya Australia 364 kunjungan, Singapura 176 kunjungan, Amerika Serikat 147 kunjungan, Prancis 106 kunjungan, dan Belanda 78 kunjungan.

Dari 10 besar negara asal wisman, Belanda mencatat peningkatan bulanan tertinggi sebesar 200 persen. Tiongkok naik 76,92 persen, Prancis 55,88 persen, India 47,06 persen, dan Spanyol 5 persen. Namun, secara keseluruhan jumlah wisman Juli 2026 masih turun 16,90 persen dibandingkan Juli 2025.

Pergerakan wisatawan tersebut turut tercermin pada tingkat penghunian kamar hotel. TPK hotel berbintang di Sumatera Barat pada Juli 2026 tercatat 51,86 persen, turun 0,30 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara TPK hotel nonbintang berada pada 19,53 persen atau turun 2,18 persen poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang juga tercatat 1,23 malam pada Juli 2026. Angka tersebut turun 0,01 malam dibandingkan bulan sebelumnya.

Data BPS tersebut merupakan bagian dari perkembangan statistik pariwisata Sumatera Barat yang mencakup jumlah wisman, perjalanan wisnus tujuan Sumatera Barat, tingkat penghunian kamar hotel berbintang dan nonbintang, serta rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang.

Dalam statistik tersebut, perjalanan wisnus merujuk pada perjalanan penduduk Indonesia dari tempat tinggal biasanya menuju lokasi di luar lingkungan sehari-hari di wilayah Indonesia secara sukarela selama kurang dari 12 bulan, bukan untuk bekerja atau sekolah secara rutin.

Dengan jumlah yang mencapai 2.145.772 perjalanan pada Juli 2026, pergerakan wisatawan domestik menjadi salah satu bagian penting dalam dinamika pariwisata Sumatera Barat.

Kenaikan jumlah perjalanan wisnus tersebut terjadi secara bulanan sekaligus tahunan, dengan Kota Padang menjadi tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar dan Dharmasraya mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi di antara 10 besar tujuan.

Sementara itu, jumlah perjalanan wisnus asal kabupaten/kota di Sumatera Barat juga meningkat menjadi 1.921.716 perjalanan pada Juli 2026. (*)

Baca Juga

Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang Sumbar Naik, Tamu Lokal Turun
Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang Sumbar Naik, Tamu Lokal Turun
Saat 2,14 Juta Perjalanan Wisatawan Nusantara Masuk Sumbar, Hotel Bintang Terisi 51,86 Persen
Saat 2,14 Juta Perjalanan Wisatawan Nusantara Masuk Sumbar, Hotel Bintang Terisi 51,86 Persen
Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak
Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat
Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37