Hutama Karya Raih Rekor MURI Berkat Galeri Budaya di Rest Area KM 99, Pertama di Jalan Tol

Sumbardaily.com – Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di jalan tol umumnya menjadi lokasi bagi pengguna jalan untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, konsep berbeda dihadirkan PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), anak usaha PT Hutama Karya (Persero), melalui Galeri Budaya di Rest Area KM 99 Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), Sumatera Utara.

Inovasi tersebut mengantarkan Hutama Karya melalui Hamawas meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya. Penghargaan itu diberikan di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, Kamis (13/8).

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dan Hamawas meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan. Galeri Budaya tidak hanya dirancang sebagai fasilitas tambahan bagi masyarakat yang singgah di rest area, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Sumatera Utara.

Penghargaan Rekor MURI tersebut sekaligus menjadi apresiasi terhadap inovasi pelayanan yang menggabungkan aspek kenyamanan pengguna jalan dengan pelestarian budaya. Melalui konsep itu, perjalanan menggunakan jalan tol tidak hanya diarahkan pada mobilitas dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengguna jalan untuk mengenal kekayaan budaya daerah yang dilewati.

Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh pihak dalam menghadirkan inovasi di Rest Area KM 99.

“Kami sangat berterima kasih kepada Muri yang telah memberikan penghargaan ini sehingga Hutama Karya mendapatkan pengakuan atas hasil kinerja selama ini. Kami yakin pencapaian ini terjadi karena adanya sinergi dan kerjasama antar semua pihak,” ujar Hamdani, dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak terlepas dari komitmen Hutama Karya melalui Hamawas untuk terus menghadirkan pelayanan yang memberikan nilai tambah kepada pengguna jalan. Galeri Budaya menjadi salah satu wujud dari komitmen tersebut karena fasilitas itu menggabungkan kebutuhan pengguna jalan dengan upaya memperkenalkan budaya lokal.

Angkat Kekayaan Budaya Sumatera Utara

Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengatakan gagasan menghadirkan Galeri Budaya berangkat dari kekayaan budaya Sumatera yang beragam. Keberagaman tersebut dinilai merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu terus dikenalkan kepada publik.

Karena itu, Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99 tidak hanya diposisikan sebagai fasilitas pendukung bagi pengguna jalan yang membutuhkan tempat beristirahat. Galeri tersebut juga menjadi sarana edukasi dan ruang interaksi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai kekayaan suku serta budaya Sumatera.

“Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari situlah Galeri Budaya ini kami hadirkan. Kami ingin Tempat Istirahat dan Pelayanan di KM 99 tidak hanya menjadi ruang bagi pengguna jalan untuk berhenti dan beristirahat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal, menikmati, dan membawa pulang cerita tentang kekayaan suku dan budaya Sumatera,” ujar Dindin.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Hamawas tidak bekerja sendiri. Pengembangan Galeri Budaya dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur di Sumatera Utara, mulai dari komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan Hamawas dalam membangun konsep pelayanan yang lebih bermakna. Unsur budaya dan kearifan lokal ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman pengguna jalan ketika singgah di Rest Area KM 99.

Dengan demikian, pengguna jalan yang datang ke rest area tidak hanya memperoleh kesempatan untuk berhenti dan memulihkan kondisi sebelum kembali berkendara. Mereka juga dapat memperoleh pengalaman baru melalui berbagai informasi, cerita, dan unsur kebudayaan yang ditampilkan di dalam galeri.

“Kami berharap melalui kolaborasi ini, pengguna jalan yang singgah tidak hanya mendapatkan waktu untuk beristirahat, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya yang ada di Sumatera, menikmati berbagai cerita di dalamnya, dan membawa pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan mereka,” tambah Dindin.

Dukung Pelestarian Budaya dan UMKM

Galeri Budaya di Rest Area KM 99 dirancang sebagai ruang interaksi yang memperkenalkan beragam unsur kebudayaan lokal kepada masyarakat. Kehadirannya tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Hamawas mendukung pemberdayaan masyarakat.

Aspek pemberdayaan tersebut juga mencakup dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan konsep yang memadukan layanan jalan tol, budaya, masyarakat, dan UMKM, keberadaan Galeri Budaya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat karakter Rest Area KM 99 sebagai tempat yang tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengguna jalan. Fasilitas tersebut diarahkan menjadi ruang yang memberikan pengalaman sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

BPJT Apresiasi Inovasi Hamawas

Inovasi yang dilakukan Hutama Karya melalui Hamawas tersebut juga mendapat apresiasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Anggota BPJT Unsur Masyarakat, Tulus Abadi, menilai keberadaan Galeri Budaya di Rest Area KM 99 dapat menjadi contoh bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dalam pelayanan.

Menurut Tulus, peningkatan kualitas layanan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan aspek fasilitas dan kenyamanan, tetapi juga dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman yang lebih bermakna kepada pengguna jalan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Hutama Karya melalui anak usahanya, Hamawas, yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan bagi pengguna jalan. Sentuhan budaya yang dihadirkan melalui Galeri Budaya ini menjadi sebuah ciri khas yang kreatif dan memberikan nilai tambah bagi Rest Area KM 99. Inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi BUJT lainnya untuk menghadirkan konsep serupa yang mengangkat potensi dan kearifan lokal di masing-masing daerah,” ujar Tulus.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Hamawas menunjukkan bahwa tempat istirahat di jalan tol dapat dikembangkan dengan karakter yang sesuai dengan potensi daerah. Dengan begitu, rest area tidak sekadar menjadi titik persinggahan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang untuk mengenalkan identitas dan kearifan lokal.

Ada Galeri Singgah Daya hingga Media Interaktif

Pengalaman budaya yang ditawarkan di Rest Area KM 99 diwujudkan melalui sejumlah area dengan konsep berbeda. Salah satunya adalah Galeri Singgah Daya, yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal keberagaman suku dan budaya yang terdapat di Sumatera Utara.

Di area tersebut, pengunjung dapat menemukan panel infografis yang menyajikan berbagai informasi mengenai suku dan budaya. Informasi yang ditampilkan juga mencakup artefak, alat musik tradisional, serta rumah adat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumatera Utara.

Kehadiran panel informasi tersebut membuat pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai keberagaman budaya Sumatera Utara ketika sedang singgah. Penyajiannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai unsur budaya kepada masyarakat secara lebih mudah diakses.

Selain Galeri Singgah Daya, terdapat pula area Main Exhibition. Area ini menghadirkan cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Batu Bara.

Cerita rakyat tersebut menjadi salah satu materi yang dapat dinikmati pengunjung untuk mengenal lebih dekat kisah serta nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan menghadirkan cerita lokal, Galeri Budaya tidak hanya menampilkan benda atau informasi mengenai kebudayaan, tetapi juga mengangkat narasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Galeri tersebut juga dilengkapi dengan zona Media Interaktif. Area ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi sekaligus bermain melalui sejumlah permainan edukatif.

Beberapa permainan yang tersedia antara lain permainan memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin. Kehadiran media interaktif tersebut membuat Galeri Budaya tidak hanya menjadi ruang untuk melihat dan membaca informasi, tetapi juga memberikan pengalaman interaksi kepada pengunjung.

Jadi Ruang Edukasi Lintas Generasi

Dengan berbagai fasilitas dan materi yang ditampilkan, Galeri Budaya di Rest Area KM 99 diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal serta mengapresiasi keberagaman budaya Sumatera Utara.

Konsep tersebut juga diarahkan untuk menjangkau generasi muda. Pengenalan budaya melalui informasi, cerita rakyat, artefak, alat musik tradisional, rumah adat, hingga permainan edukatif diharapkan dapat menjadi salah satu cara agar kekayaan budaya lokal tetap dikenal.

Keberadaan galeri tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata dalam menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Dengan ditempatkan di lokasi yang menjadi titik persinggahan pengguna jalan tol, materi budaya dapat diakses masyarakat dari berbagai latar belakang dan lintas generasi.

Bagi Hamawas, Galeri Budaya juga diharapkan mampu memberikan identitas yang lebih kuat bagi Rest Area KM 99. Kehadiran fasilitas tersebut membuat tempat istirahat dan pelayanan itu memiliki ciri khas yang membedakannya dari tempat persinggahan lainnya.

Galeri Budaya pada akhirnya diharapkan menjadi ikon sekaligus brand image Rest Area KM 99. Kehadirannya memberikan karakter tersendiri sehingga Tempat Istirahat dan Pelayanan tersebut memiliki identitas yang kuat dan diposisikan sebagai TIP paling berkarakter di seluruh Sumatera.

Penghargaan Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya pun menjadi penanda atas konsep tersebut. Bagi Hutama Karya melalui Hutama Marga Waskita, pencapaian itu bukan hanya pengakuan terhadap sebuah fasilitas, tetapi juga bagian dari komitmen untuk menghadirkan inovasi pelayanan yang memadukan kenyamanan perjalanan dengan pengenalan kekayaan budaya dan kearifan lokal. (*)

Baca Juga

Launching ETLE HUB, Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E
Launching ETLE HUB, Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E
Borong 3 Gold Bintang 4, Hutama Karya Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan
Borong 3 Gold Bintang 4, Hutama Karya Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan
Hutama Karya Perkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan, Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL
Hutama Karya Perkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan, Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL
Implementasi GCG Hutama Karya Makin Kuat, Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
Implementasi GCG Hutama Karya Makin Kuat, Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
Hutama Karya Dorong Serikat Karyawan Adaptif Hadapi Dinamika Bisnis Masa Depan
Hutama Karya Dorong Serikat Karyawan Adaptif Hadapi Dinamika Bisnis Masa Depan
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu