Sumbardaily.com – PT Hutama Karya (Persero) kembali mencatatkan prestasi melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perseroan memborong tiga penghargaan Gold #Star 4 dalam ajang TJSL & CSR BUMN Track Award 2026 yang mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan CSV”.
Penghargaan tersebut diberikan pada Kamis (6/8/2026) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Tiga penghargaan yang diraih Hutama Karya masing-masing berasal dari Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, dan Pilar Lingkungan. Ketiganya sama-sama memperoleh predikat Gold #Star 4.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap implementasi program TJSL Hutama Karya yang dinilai terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan sekaligus memberikan dampak bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Penghargaan diterima Kepala Unit TJSL Hutama Karya, Dianita Saraswati. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno.
Capaian itu sekaligus menambah daftar penghargaan yang diterima Hutama Karya sepanjang 2026. Sebelumnya, Perseroan telah memperoleh TOP CSR Awards 2026 #Star 4, TOP Leader on CSR Commitment 2026, serta Golden Trophy TOP CSR Awards 2026.
Deretan apresiasi tersebut menjadi bagian dari konsistensi Hutama Karya dalam menjalankan program TJSL secara berkelanjutan. Program yang dikembangkan Perseroan tidak hanya diarahkan pada pemberian manfaat, tetapi juga dirancang agar selaras dengan strategi bisnis dan menghasilkan dampak yang dapat diukur.
Dalam ajang tersebut, penghargaan diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menjalankan program TJSL sejalan dengan strategi bisnis, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Penilaian juga mencakup tata kelola program, inovasi, keberlanjutan, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, hingga pengukuran dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan program. Aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi bagian dari dampak yang diperhitungkan dalam pelaksanaan program TJSL.
Komitmen tersebut diwujudkan Hutama Karya melalui sejumlah program unggulan yang dikembangkan berdasarkan tiga pilar pembangunan, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan. Program-program tersebut dirancang untuk menghasilkan manfaat berkelanjutan sekaligus memberikan dampak terukur bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Perseroan.
Pilar Sosial
Pada bidang sosial, salah satu program yang dijalankan Hutama Karya adalah HK Mengajar. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan akses pembelajaran digital, pengembangan kompetensi, serta penguatan karakter peserta didik.
Sepanjang 2026, HK Mengajar telah menjangkau lima institusi pendidikan di wilayah Sumatera. Kelima institusi tersebut yakni SMKN 14 Medan, Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, SMAN 1 Bengkalis, dan SMAN 1 Kota Jambi.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Hutama Karya menghadirkan kontribusi pada sektor pendidikan melalui penguatan akses pembelajaran sekaligus peningkatan kompetensi dan karakter peserta didik.
Pilar Ekonomi
Sementara pada Pilar Ekonomi, Hutama Karya menjalankan HK Peduli Kreatif. Program ini berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui penguatan kapasitas pelaku usaha serta pembangunan kemitraan yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan dalam pilar tersebut adalah Sentra Kriya Ogan Ilir. Program ini diarahkan untuk memberdayakan pengrajin perak, tembaga, dan kain tenun gebeng.
Pemberdayaan tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar sekaligus mendorong pengembangan pusat edukasi dan wisata berbasis UMKM di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Sentra Kriya Ogan Ilir telah memberikan manfaat kepada 60 pengrajin. Mereka terdiri atas anggota Koperasi Gebeng Maju Berjaya dan Koperasi Usaha Karya Usang Sungging.
Melalui program tersebut, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian dari pendekatan Hutama Karya dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendorong kemitraan dengan masyarakat.
Pilar Lingkungan
Di bidang lingkungan, Hutama Karya menjalankan sejumlah program yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Program tersebut di antaranya HK Waste Care, HK Bio Care, dan HK WASH Infra.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui HK WASH Infra. Program tersebut menyediakan akses air bersih dan air siap minum dengan memanfaatkan teknologi Reverse Osmosis (RO).
Sumber air yang digunakan dalam program tersebut berasal dari air hujan, sungai, maupun mata air. Implementasi HK WASH Infra telah dilakukan di Padukuhan Gemawang, Kepanewon Mlati, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program tersebut telah memberikan manfaat kepada 100 kepala keluarga. Selain itu, pengembangan program HK WASH Infra juga tengah dilakukan di Desa Biyuku, Sumatera Selatan.
TJSL Jadi Bagian Strategi Bisnis
Pada kesempatan terpisah, Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan penghargaan yang diterima Perseroan merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dalam menghadirkan program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan dan memberikan dampak terukur.
“Bagi Hutama Karya, implementasi TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan. Melalui berbagai program di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan, kami berupaya menghadirkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus memperkuat kualitas program TJSL agar memberikan dampak yang semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Hamdani.
Hamdani menegaskan bahwa program TJSL Hutama Karya dikembangkan dengan pendekatan creating shared value. Pendekatan tersebut membuat program tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Program juga diintegrasikan dengan bisnis inti Perseroan serta dilengkapi pengukuran dampak secara berkelanjutan.
Pengukuran tersebut mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan pendekatan itu, manfaat program diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat memberikan hasil yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan.
Pencapaian tiga penghargaan Gold #Star 4 tersebut semakin memperkuat langkah Hutama Karya dalam mengintegrasikan TJSL ke dalam strategi bisnis perusahaan. Perseroan terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui pembentukan Komite Sustainability.
Selain itu, Hutama Karya juga menjalankan roadmap Environmental, Social, and Governance (ESG). Pelaksanaan program TJSL pun diselaraskan dengan aktivitas operasional perusahaan dan disusun berdasarkan analisis risiko.
Ke depan, Hutama Karya menyatakan akan terus mendorong terciptanya nilai bersama atau creating shared value melalui program-program TJSL. Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Perseroan dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional. Dengan tiga penghargaan Gold #Star 4 pada Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, dan Pilar Lingkungan, Hutama Karya kembali menunjukkan bahwa pelaksanaan TJSL ditempatkan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. (*)
















