Hutama Karya Perkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan, Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL

Hutama Karya Perkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan, Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL

Hutama Karya memperkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan untuk Zero ODOL melalui Operasi ODOL, edukasi, dan pengawasan demi keselamatan. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – PT Hutama Karya (Persero) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan (Setuju). Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol sekaligus menjaga kualitas infrastruktur agar tetap andal dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat "Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri" yang diusung Kementerian Perhubungan. Melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara rutin di berbagai ruas tol yang dikelolanya, Hutama Karya berupaya memastikan kendaraan angkutan barang mematuhi ketentuan dimensi maupun batas muatan sesuai regulasi yang berlaku.

Kampanye Setuju menjadi salah satu instrumen edukasi yang dihadirkan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha angkutan barang maupun pengguna jalan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan ODOL. Selain bertujuan menciptakan perjalanan yang lebih aman, kampanye tersebut juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan sistem transportasi nasional.

Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa kendaraan Over Dimension Over Loading masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan jalan tol karena memiliki dampak besar terhadap keselamatan lalu lintas maupun kondisi infrastruktur.

Menurut Hamdani, kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan pengemudi kendaraan bersangkutan, tetapi juga pengguna jalan lainnya yang melintas di ruas tol.

"Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Selain itu, kendaraan yang melebihi ketentuan dimensi dan muatan memberikan beban yang lebih besar terhadap perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung lainnya sehingga berpotensi mengurangi umur layanan infrastruktur jalan tol. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi ODOL merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan," ujar Hamdani, dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/8/2026).

Selain menimbulkan ancaman terhadap keselamatan berkendara, kendaraan ODOL juga memberikan tekanan yang jauh lebih besar terhadap infrastruktur jalan tol. Beban kendaraan yang melampaui kapasitas desain menyebabkan perkerasan jalan, jembatan, maupun struktur pendukung lainnya bekerja melebihi batas yang telah dirancang sehingga berpotensi mempercepat penurunan umur layanan infrastruktur.

Dari sisi keselamatan, kendaraan yang membawa muatan berlebih juga memiliki karakteristik pengereman yang lebih panjang, tingkat kestabilan kendaraan yang lebih rendah, serta peluang lebih besar mengalami kehilangan kendali maupun terguling. Risiko tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa kepatuhan terhadap aturan ODOL terus didorong melalui berbagai langkah pengawasan dan edukasi.

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Hutama Karya secara konsisten menyelenggarakan Operasi ODOL bersama sejumlah pemangku kepentingan. Pelaksanaan operasi melibatkan Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di ruas-ruas tol yang berada di bawah pengelolaan Hutama Karya.

Selama periode Januari hingga Juli 2026, Operasi ODOL berhasil menjaring sebanyak 1.280 kendaraan angkutan barang. Dari jumlah tersebut, 775 kendaraan dinyatakan memenuhi ketentuan dimensi maupun muatan sesuai regulasi.

Sementara itu, 505 kendaraan lainnya terindikasi melakukan pelanggaran terhadap ketentuan ODOL sehingga selanjutnya diproses sesuai aturan yang berlaku.

Operasi tersebut dilaksanakan di sejumlah ruas tol yang dikelola Hutama Karya, meliputi Jalan Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Padang–Sicincin, JORR Seksi S, hingga Akses Tanjung Priok.

Selain operasi lapangan, Hutama Karya juga memperkuat pengawasan melalui penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM) sebagai bagian dari langkah preventif dalam mendukung Gerakan Nasional Zero ODOL.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sistem WIM berhasil mengidentifikasi sebanyak 342.748 kendaraan angkutan barang yang terindikasi tidak memenuhi ketentuan dimensi dan/atau muatan.

Hamdani menegaskan bahwa pengawasan melalui Operasi ODOL maupun pemanfaatan sistem WIM tidak hanya bertujuan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan mempertahankan kualitas layanan jalan tol.

"Pengawasan terhadap kendaraan ODOL melalui Operasi ODOL maupun sistem WIM bukan semata-mata merupakan bentuk penegakan kepatuhan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta keandalan layanan jalan tol. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL," kata Hamdani.

Melalui program tersebut, Hutama Karya juga mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang, perusahaan logistik, hingga pengemudi kendaraan barang untuk memastikan setiap kendaraan yang dioperasikan memenuhi ketentuan dimensi serta batas muatan sesuai regulasi.

Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai mampu memberikan manfaat ganda, yakni melindungi infrastruktur jalan tol dari kerusakan dini sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kegagalan pengereman, kehilangan kendali, maupun kendaraan yang terguling.

Selain mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan ODOL, Hutama Karya turut mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi batas kecepatan di jalan tol. Pengguna jalan diminta menjaga kecepatan minimum 60 kilometer per jam dan maksimum 100 kilometer per jam di jalan tol luar kota, serta maksimum 80 kilometer per jam pada jalan tol dalam kota.

Pengendara juga diimbau menjaga jarak aman antar kendaraan, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, memastikan kendaraan berada dalam kondisi laik jalan, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat.

Sebagai bagian dari implementasi Kampanye Selamat Sampai Tujuan (SETUJU), Hutama Karya terus memperluas edukasi mengenai bahaya kendaraan Over Dimension dan Over Loading melalui berbagai kanal komunikasi perusahaan.

Penyampaian edukasi dilakukan melalui Variable Message Sign (VMS), pemasangan spanduk, media sosial, media massa, siaran pers, hingga penyampaian imbauan secara langsung melalui public address di gerbang tol maupun rest area.

Melalui kampanye tersebut, perusahaan terus menggaungkan pesan "Setuju untuk Zero ODOL" sebagai ajakan kepada seluruh pengguna jalan serta pelaku usaha angkutan barang agar bersama-sama menciptakan jalan tol yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

"Melalui pengawasan yang konsisten, edukasi yang berkelanjutan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, Hutama Karya berkomitmen mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL. Kami mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang dan pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku agar tercipta perjalanan yang lebih aman, infrastruktur jalan tol yang tetap andal, serta distribusi logistik nasional yang semakin efisien," tutup Hamdani.

Untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman, Hutama Karya juga menyediakan aplikasi Mozy yang menghadirkan beragam informasi layanan jalan tol, mulai dari tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area dan SPBU, rekomendasi kuliner, hingga fitur tombol darurat (SOS) yang dapat dimanfaatkan ketika pengguna menghadapi kondisi tertentu di jalan tol. (*)

Baca Juga

Implementasi GCG Hutama Karya Makin Kuat, Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
Implementasi GCG Hutama Karya Makin Kuat, Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
Hutama Karya Dorong Serikat Karyawan Adaptif Hadapi Dinamika Bisnis Masa Depan
Hutama Karya Dorong Serikat Karyawan Adaptif Hadapi Dinamika Bisnis Masa Depan
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Hutama Karya Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Hutama Karya Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung