Dugaan Peluru Nyasar di UNP, Eks Kiper Semen Padang FC Turut jadi Korban

Dugaan Peluru Nyasar di UNP, Eks Kiper Semen Padang FC Turut jadi Korban

Salah satu korban berjenis kelamin laki-laki tergeletak di trotoar akibat dugaan peluru nyasar di depan Gedung Rektorat UNP, Selasa (2/6/2026) sore. (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com - Misteri insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP) terus menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya seorang mahasiswi harus menjalani operasi akibat proyektil yang bersarang di pahanya, kini terungkap bahwa salah satu korban lainnya merupakan eks pemain Semen Padang FC.

Korban tersebut adalah Guruh Guwino, yang diketahui pernah memperkuat Semen Padang FC sebagai penjaga gawang pada tahun 2021. Informasi itu disampaikan Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menyusul peristiwa yang terjadi di kawasan depan Rektorat UNP pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat kejadian, Guruh berada di lingkungan kampus bersama rekan-rekannya ketika sebuah proyektil diduga mengenai dirinya dan seorang mahasiswi UNP bernama Nova Wirantika (25).

Peristiwa itu terjadi ketika sejumlah mahasiswa tengah merayakan selesainya seminar proposal dan ujian komprehensif. Suasana yang semula dipenuhi kegembiraan mendadak berubah menjadi kepanikan setelah terdengar satu kali suara ledakan.

Saksi mata mengungkapkan bahwa sesaat setelah bunyi tersebut terdengar, seorang laki-laki tiba-tiba terjatuh dengan luka pada bagian tangan. Di waktu hampir bersamaan, seorang mahasiswi juga diketahui mengalami luka pada bagian paha.

Belakangan diketahui bahwa korban laki-laki tersebut adalah Guruh Guwino, mantan kiper Semen Padang FC yang pernah dipinjamkan ke Karo United dan turut membantu klub tersebut meraih promosi dari Liga 3 ke Liga 2.

Menanggapi musibah yang menimpa mantan pemainnya itu, Komisaris Semen Padang FC Braditi Moulevey menyampaikan keprihatinan mendalam.

"Kami turut berduka atas musibah yang terjadi dan semoga musibah ini bisa menjadi pelajaran dan kami harapkan pihak berwajib bisa mengusut dengan tuntas kejadian ini dan semoga bisa menjadi pelajaran kita semua," ujar Braditi.

Berdasarkan informasi yang berkembang dalam proses penanganan awal, proyektil yang mengenai kedua korban diduga merupakan peluru rekoset yang diperkirakan berasal dari lokasi latihan tembak TNI di kawasan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar.

Saat kejadian berlangsung, kedua korban diketahui sedang duduk bersama sejumlah teman mereka di alun-alun depan Rektorat UNP.

Nova mengalami luka pada paha kiri, sementara Guruh mengalami luka pada bagian pergelangan tangan.

Rektor UNP, Krismadinata yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung turun tangan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Rektor segera menghubungi unsur TNI, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya guna memastikan penanganan korban dapat dilakukan secepat mungkin.

Tim medis UNP kemudian mengevakuasi kedua korban menggunakan ambulans kampus menuju Rumah Sakit Hermina Padang.

Dari dua korban yang terluka, Nova harus menjalani operasi pada Selasa malam karena proyektil masih tertanam di paha kirinya.

Operasi dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB dan berhasil mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh korban.

Sementara itu, Guruh mendapatkan penanganan medis di RS Hermina sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting Padang untuk menjalani masa pemulihan.

Perkembangan kondisi kedua korban disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, dalam konferensi pers di Padang, Rabu (3/6/2026) siang.

"Kami atas nama keluarga besar Kodam XX/TIB menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi kami," ujar Taufiq.

Menurutnya, operasi terhadap korban berjalan sukses dan kondisi keduanya saat ini terus menunjukkan perkembangan positif.

"Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini kedua korban dalam kondisi stabil, sudah bisa berkomunikasi dengan baik, dan sedang menjalani masa pemulihan dengan pendampingan keluarga," jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut, Kodam XX/TIB memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan kedua korban akan ditanggung hingga korban pulih sepenuhnya.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan pihak keluarga korban serta pimpinan Universitas Negeri Padang.

Meski satu proyektil telah berhasil diamankan sebagai barang bukti, pihak Kodam menegaskan bahwa sumber proyektil belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil investigasi dan uji balistik.

Menurut Kapendam, terdapat sejumlah faktor teknis yang harus dianalisis secara menyeluruh, termasuk jarak antara lokasi kejadian dan area latihan tembak.

"Secara geografis jarak lokasi kejadian dengan area latihan cukup jauh. Karena itu kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Semua harus dibuktikan melalui uji balistik dan pemeriksaan teknis yang akurat," katanya.

Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, Kodam XX/TIB telah membentuk tim investigasi gabungan yang terdiri dari unsur Polisi Militer, Intelijen, Hukum, serta personel teknis amunisi dan persenjataan.

Tim juga melakukan penyisiran di sejumlah titik guna mencari kemungkinan adanya proyektil lain yang dapat mendukung proses penyelidikan.

Sebagai langkah antisipasi, Pangdam XX/TIB, Mayjen Arief Gajah Mada telah memerintahkan penghentian seluruh aktivitas di lokasi latihan tembak.

"Lokasi latihan sudah ditutup sementara sejak kemarin. Tidak ada aktivitas apa pun yang diperbolehkan sampai tim investigasi menyatakan area tersebut aman dan seluruh proses pemeriksaan selesai," kata Taufiq.

"Penutupan area latihan dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan proses investigasi berjalan tanpa hambatan," kata Taufik.

Hingga saat ini, hasil investigasi resmi masih menunggu proses uji balistik terhadap proyektil yang berhasil diamankan dari tubuh korban.

Kodam XX/TIB meminta masyarakat dan media untuk menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan terkait asal-usul proyektil yang menyebabkan dua orang terluka di kawasan kampus tersebut.

"Kami memahami perhatian publik terhadap peristiwa ini. Namun kami berharap semua pihak dapat menunggu hasil investigasi resmi sehingga informasi yang disampaikan benar-benar berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Kolonel Kav Taufiq. (*)

Baca Juga

Penyelundupan 25 Beo Mentawai Digagalkan di Padang, BKSDA Sumbar Buru Pemesan
Penyelundupan 25 Beo Mentawai Digagalkan di Padang, BKSDA Sumbar Buru Pemesan
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Perwira Polisi di Sumbar, Ombudsman: Tak Boleh Ada Toleransi
Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Perwira Polisi di Sumbar, Ombudsman: Tak Boleh Ada Toleransi
Sengketa FIFA Ban Selesai, Semen Padang FC Kini Bisa Daftarkan Pemain Baru
Sengketa FIFA Ban Selesai, Semen Padang FC Kini Bisa Daftarkan Pemain Baru
Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan dugaan cekcok antara Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Teddy Fanani dengan seorang driver Pemprov Sumbar di kawasan Lubuk Buaya.
Oknum Pamen Polri di Sumbar Kembali Berulah, Dirreskrimum Diduga Terlibat Kekerasan dengan Seorang Sopir
Sidang MK Bahas Syarat Pendidikan Caleg, Pemohon Minta Lebih Rasional
Sidang MK Bahas Syarat Pendidikan Caleg, Pemohon Minta Lebih Rasional