Sumbardaily.com – Insiden yang diduga berkaitan dengan tembakan mengejutkan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026) sore. Dua orang dilaporkan mengalami luka di kawasan depan Rektorat UNP saat sejumlah mahasiswa sedang menggelar selebrasi seminar proposal (sempro).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung menarik perhatian mahasiswa yang berada di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, insiden bermula setelah terdengar satu kali bunyi ledakan yang menyerupai suara tembakan.
Tak lama setelah suara tersebut terdengar, dua orang diketahui mengalami luka. Korban pertama merupakan seorang laki-laki yang mengalami luka pada bagian lengan. Sementara korban kedua adalah seorang mahasiswi yang mengalami luka pada bagian paha.
Seorang saksi berinisial I yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengungkapkan bahwa suasana di sekitar rektorat semula berlangsung normal karena sejumlah mahasiswa sedang merayakan selesainya seminar proposal.
"Saya mendengar ada bunyi ledakan. Tidak lama kemudian, seorang laki-laki tiba-tiba tergeletak di trotoar. Setelah diperiksa, terdapat luka di bagian tangannya. Di waktu yang hampir bersamaan, ada seorang mahasiswi yang juga terluka di bagian paha," ujar saksi kepada wartawan dilansir dari Ganto.co.
Menurut saksi, kedua korban berada dalam posisi yang saling berdekatan saat insiden berlangsung. Ia mengaku hanya mendengar satu kali suara ledakan sebelum kedua korban ditemukan dalam kondisi terluka.
Hingga saat ini, sumber tembakan maupun pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut masih belum diketahui. Belum ada informasi pasti mengenai dari mana asal tembakan yang menyebabkan kedua korban mengalami luka.
Saksi juga menyebut bahwa korban laki-laki diketahui merupakan seorang pemain Semen Padang FC. Ia disebut datang ke kawasan kampus untuk menghadiri selebrasi seminar proposal yang diikuti kekasihnya.
Meski demikian, identitas korban tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Setelah kejadian, petugas keamanan kampus segera melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Mahasiswa yang berada di area depan rektorat diminta menjauh dan meninggalkan kawasan tersebut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden lanjutan.
"Satpam langsung membubarkan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi karena khawatir ada kejadian lanjutan," kata saksi.
Beberapa menit kemudian, ambulans dari klinik kampus tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Hermina guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian, pihak kampus maupun pihak rumah sakit terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Di lokasi kejadian, berkembang dugaan sementara bahwa kedua korban kemungkinan terkena peluru nyasar. Kendati demikian, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Kasus dugaan tembakan di kawasan Rektorat UNP ini pun masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait asal peluru dan penyebab pasti dua orang mengalami luka dalam waktu yang hampir bersamaan setelah terdengar satu kali bunyi ledakan.
















