Sumbardaily.com, Tanah Datar – Sebanyak 66 unit hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar, resmi disiapkan dan mulai dapat ditempati setelah diresmikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (5/2/2026).
Penyediaan puluhan huntara ini menjadi fase awal pemulihan kehidupan warga agar kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak selama masa transisi pascabencana.
Peresmian tersebut menandai langkah penting dalam proses rehabilitasi wilayah terdampak. Huntara difungsikan sebagai hunian sementara sebelum masyarakat memperoleh hunian tetap (huntap), sekaligus memastikan keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi warga tetap berjalan.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan huntara. Ia menilai kolaborasi lintas sektor memungkinkan penyediaan hunian sementara rampung sesuai target yang telah direncanakan.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik sehingga pembangunan huntara dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan,” ujar Rustian, dikutip Jumat (6/2/2026).
Penyerahan kunci huntara dilakukan secara simbolis oleh Rustian kepada Bupati Tanah Datar bersama perwakilan warga calon penghuni. Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya pemanfaatan hunian sementara oleh masyarakat terdampak di wilayah tersebut.
Dari total 66 unit huntara yang tersedia, 15 unit berada di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, serta 23 unit di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, yang dibangun oleh BNPB. Sementara itu, 28 unit di Nagari Guguk Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan dibangun melalui dukungan Danantara.
Selain meresmikan huntara, BNPB bersama lintas sektor turut menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga penghuni huntara di Nagari Sumpur.
Bantuan tersebut meliputi paket sekolah, sembako, sandang, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, kasur lipat, velbed, selimut, matras, kompor beserta regulator, perlengkapan dapur dan kebersihan keluarga, galon air mineral, hygiene kit, kipas angin, hingga dipan lengkap dengan kasur dan bantal.
Rustian menegaskan dukungan tersebut diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara layak selama menempati hunian sementara.
“Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat terdampak dapat tinggal di tempat yang layak serta memperoleh dukungan kebutuhan dasar selama masa transisi menuju hunian tetap,” katanya.
Peresmian huntara di Tanah Datar dilaksanakan secara serentak bersama sejumlah daerah lain, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.
Pada wilayah tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak yang tidak menempati huntara. (red)















