Sumbardaily.com, Padang - Respons cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) mendapat perhatian dari Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka.
Dalam kunjungan kerjanya ke Stasiun Padang, Senin (29/12/2025), ia menilai kesiapsiagaan perusahaan kereta api negara itu menjadi bukti pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat daerah menghadapi bencana alam.
Rieke menyoroti bagaimana KAI Divre II Sumbar bergerak cepat memperbaiki jalur yang terdampak sehingga perjalanan kereta tetap bisa beroperasi secara aman.
"Di tengah kondisi alam yang menantang, KAI dianggap konsisten menempatkan keselamatan dan layanan publik sebagai prioritas utama," katanya.
Ia menilai, keputusan teknis yang diambil di lapangan tidak hanya menjaga kelancaran operasional, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bergantung pada transportasi kereta api.
Penanganan jalur yang sempat rusak akibat banjir pada petak Duku-Bandara Internasional Minangkabau (BIM) serta Lubuk Alung-Kayu Tanam menjadi perhatian khusus.
"Langkah cepat di lokasi tersebut dinilai krusial karena jalur-jalur itu merupakan akses penting mobilitas warga serta penunjang aktivitas ekonomi," katanya.
Selain sisi operasional, Rieke juga mengapresiasi kepedulian sosial perusahaan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Divre II Sumbar menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah titik.
“Saat ini saya sedang bersama pejuang-pejuang Kereta Api Indonesia yang kebetulan menjadi koordinator untuk penanganan bantuan bencana di daerah Sumbar. Dan mereka luar biasa sudah menghimpun sampai Rp23 miliar, sudah disalurkan dan ada beberapa titik yang terdampak bencana, termasuk rel menuju Bandara Internasional Minangkabau. Alhamdulillah langsung mereka bisa selesaikan dengan baik, dengan cepat,” ujar Rieke.
Sementara itu, Kepala KAI Divre II Sumbar, Muhammad Tri Setyawan, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemulihan pasca bencana selalu didasarkan pada standar keselamatan perjalanan kereta api.
"Setiap keputusan teknis di lapangan bertujuan memastikan jalur benar-benar layak operasi sebelum kembali dilalui," katanya.
Sebagai Koordinator Satgas Bencana BUMN di wilayah Sumbar, KAI Divre II juga mengoordinasikan dukungan lintas BUMN.
"Total bantuan yang dihimpun mencapai Rp23 miliar dan disalurkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus membantu warga yang terdampak," kata Tri.
Terpisah, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, pelayanan kepada penumpang tetap diutamakan meskipun perusahaan sedang menangani dampak bencana.
Informasi perjalanan disiapkan secara cepat dan transparan, sementara pengaturan operasional dilakukan agar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga.
“Kami berupaya memastikan penumpang tetap memperoleh pelayanan optimal, mulai dari keselamatan, kenyamanan, hingga kepastian informasi selama masa pemulihan pascabencana. Di sisi lain, KAI juga hadir membantu masyarakat melalui berbagai program bantuan dan koordinasi lintas sektor sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan,” kata Reza.
Ia menambahkan, evaluasi berkelanjutan dilakukan di stasiun dan rangkaian kereta. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga diperkuat agar mobilitas masyarakat tetap terlayani secara optimal, terutama pada masa pemulihan bencana dan periode angkutan Nataru.
KAI Divre II Sumbar, katanya, berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan standar keselamatan, serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
"Dalam situasi bencana alam, kami melihat kehadiran transportasi yang andal sebagai bagian penting dari upaya pemulihan kehidupan masyarakat," tuturnya. (red)















