2,3 Persen Warga di Utara Padang Masih Terdampak Gangguan Air Bersih Pascabanjir Bandang

2,3 Persen Warga di Utara Padang Masih Terdampak Gangguan Air Bersih Pascabanjir Bandang

Ilustrasi Air Bersih (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Gangguan distribusi air bersih masih dirasakan sekitar 2,3 persen pelanggan di wilayah Utara Kota Padang akibat dampak bencana banjir bandang yang merusak infrastruktur utama milik Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Kerusakan tersebut terjadi pada jembatan pipa di kawasan Gunung Nago yang selama ini menjadi jalur vital suplai air ke sejumlah kawasan permukiman.

Kondisi tersebut mendorong Perumda AM Kota Padang untuk terus mempercepat proses pemulihan layanan agar distribusi air bersih dapat kembali normal secara menyeluruh. Di tengah tantangan cuaca yang belum sepenuhnya stabil, manajemen memastikan berbagai langkah strategis tetap dijalankan untuk menjaga kenyamanan pelanggan.

Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang masih terjadi merupakan dampak langsung dari kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Jembatan pipa di Gunung Nago yang terdampak menjadi salah satu titik krusial karena berfungsi sebagai jalur utama penyaluran air bersih ke wilayah Utara Kota Padang.

Penjelasan tersebut disampaikan Adhie Zein saat memberikan keterangan di Kantor Perumda AM Kota Padang, Kamis (8/1/2026). Ia menegaskan bahwa Perumda AM tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah taktis untuk mengamankan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Menurut Adhie, percepatan pemasangan pipa transmisi jalur dua menuju Intake Palukahan menjadi fokus utama saat ini. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan dukungan Hutama Karya (HK) sebagai upaya serius untuk menjaga keberlanjutan suplai air, khususnya bagi pelanggan di wilayah Utara, termasuk kawasan Lubuk Buaya.

“Tim kami bersama dukungan dari Hutama Karya sedang melakukan percepatan pemasangan pipa transmisi jalur dua untuk Intake Palukahan. Ini merupakan upaya serius kami untuk mengamankan suplai air bagi warga di wilayah Utara, termasuk Lubuk Buaya,” ujar Adhie dikutip Jumat (9/1/2026).

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan yang masih terdampak, Perumda AM Kota Padang juga menjalankan operasi kemanusiaan dengan mengerahkan 15 unit mobil tangki air bersih. Armada tersebut beroperasi secara marathon mulai pagi hingga dini hari, bahkan hingga pukul 02.00 WIB, untuk mendistribusikan air bersih langsung ke pemukiman masyarakat.

Distribusi air bersih melalui mobil tangki tersebut melibatkan unit internal Perumda AM serta dukungan dari instansi mitra yang turut peduli terhadap kondisi darurat yang terjadi. Langkah ini diambil agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi meskipun distribusi melalui jaringan perpipaan belum sepenuhnya pulih.

“Kami memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian. Distribusi tangki ini melibatkan unit internal kami serta dukungan instansi mitra yang peduli terhadap situasi ini,” kata Adhie.

Selain wilayah Utara, Perumda AM Kota Padang juga menghadapi tantangan di kawasan Pusat Kota. Adhie menjelaskan bahwa tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto saat ini masih sangat tinggi dan bercampur lumpur akibat kondisi alam pascabanjir bandang. Kondisi tersebut memaksa pihak Perumda untuk bersikap sangat hati-hati dalam proses pengolahan air.

Kehati-hatian tersebut dilakukan untuk memastikan air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kesehatan. Meski proses pengolahan membutuhkan waktu lebih lama, Perumda AM menegaskan bahwa kualitas air tetap menjadi prioritas utama.

Manajemen Perumda AM Kota Padang pun memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kondisi cuaca segera membaik. Dengan cuaca yang lebih stabil, proses teknis pemulihan infrastruktur di lapangan diharapkan dapat berjalan lebih maksimal tanpa hambatan tambahan akibat faktor alam.

“Kami berjuang setiap hari untuk memastikan layanan kembali normal 100 persen. Kami sangat mengapresiasi kesabaran para pelanggan,” tutup Adhie Zein, sembari mengimbau masyarakat untuk menyiapkan wadah penampungan air cadangan sebagai langkah antisipasi mandiri selama masa pemulihan berlangsung. (red)

Baca Juga

Penyintas banjir bandang dan tanah longsor Batu Busuak berada di depan Hunian Sementara Layak Huni (Hunsela) di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Tak Lagi Hidup Nomaden, Penyintas Longsor Batu Busuak Syukuri Hunsela Bantuan Pemko Padang
Wamenag Minta Publik Tak Gegabah Kaitkan Bom di MAN 3 Padang dengan Radikalisme
Wamenag Minta Publik Tak Gegabah Kaitkan Bom di MAN 3 Padang dengan Radikalisme
Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap Tim Burung Hantu Kejati Sumbar di Bengkulu
Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap Tim Burung Hantu Kejati Sumbar di Bengkulu
Kepala Disdukcapil Kota Padang bersama jajaran memberikan penjelasan mengenai percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kantor Disdukcapil Kota Padang.
Kartu Identitas Anak di Padang Tembus 70 Persen, Pemko Padang Siapkan Terobosan Baru ke Sekolah
Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi
Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban yang ditemukan meninggal dunia dalam operasi pencarian di Pantai Muaro Putuih, Kabupaten Agam.
Remaja Tenggelam di Pantai Muaro Putuih Agam Ditemukan Meninggal Dunia