Tradisi Malamang di Kuranji Didorong jadi Identitas Kota Padang

Martina atau Uni Tina berdiri di tempat usahanya sambil memperlihatkan Lamang Tapai Uni Tina dengan berbagai varian kuliner tradisional Minangkabau di Kota Padang.

Martina atau Uni Tina menunjukkan produk Lamang Tapai Uni Tina di tempat usahanya di Seberang Padang Utara, Kota Padang, Jumat (3/7/2026). Selama sekitar 10 tahun, ia meneruskan usaha keluarga dengan menjaga kualitas rasa di tengah kenaikan harga bahan baku. (Dok. Istimewa)

Sumbardaily.com - Dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Di Kecamatan Kuranji, dana tersebut diwujudkan dalam kegiatan yang memadukan tradisi, kuliner, budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Padang Gastronomi Fest 2026.

Kegiatan yang digelar Anggota DPRD Kota Padang, Erianto Mahmuda itu berlangsung di Komplek Perumnas Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, pada Sabtu (29/8/2026).

Festival tersebut mengangkat tradisi Malamang dan Food Festival yang rangkaian kegiatannya berlangsung hingga Minggu (30/8/2026).

Wali Kota Padang, Fadly Amran hadir dan membuka secara resmi Padang Gastronomi Fest 2026. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang tabuh yang dilakukan Fadly Amran bersama Erianto Mahmuda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, serta unsur Forkopimca Kuranji.

Namun, perhatian dalam kegiatan tersebut tidak hanya tertuju pada seremoni pembukaan.

Pemanfaatan dana pokir untuk kegiatan Malamang dan Food Festival menjadi bagian penting karena bersinggungan langsung dengan upaya menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Fadly Amran memberikan apresiasi terhadap komitmen Erianto Mahmuda yang telah menyalurkan dana Pokir dalam bentuk kegiatan tersebut.

Menurutnya, tradisi lokal seperti Malamang memiliki nilai yang lebih luas karena dapat menjadi bagian dari kekayaan gastronomi yang dimiliki Kota Padang.

"Kami berharap tradisi Malamang yang menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Kuranji ini dapat terus dikembangkan. Tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama," katanya.

Tradisi Malamang yang berkembang di tengah masyarakat Kuranji menjadi salah satu potensi yang dinilai dapat terus dikembangkan.

Pemko Padang kini bahkan tengah mengupayakan agar kota tersebut menjadi bagian dari jejaring kota kreatif UNESCO di bidang gastronomi.

Fadly mengatakan setiap wilayah di Kota Padang memiliki kekhasan masing-masing yang berpotensi dikembangkan sebagai identitas gastronomi.

Karena itu, Pemko Padang berencana melakukan pemetaan terhadap potensi gastronomi yang terdapat di setiap kecamatan.

"Kami akan memetakan potensi-potensi gastronomi yang ada di setiap kecamatan. Ini menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi," ujarnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa agenda gastronomi Kota Padang tidak hanya diarahkan pada pengembangan kuliner dalam arti sempit.

Kekayaan tradisi dan karakter setiap wilayah juga menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan.

Di sisi lain, kegiatan yang memanfaatkan dana Pokir tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Kehadiran Food Festival menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Padang untuk memperkenalkan dan mengembangkan usaha mereka.

Fadly berharap Padang Gastronomi Fest dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami mendorong kegiatan serupa seperti ini diadakan setiap tahun. Di samping menggerakkan perekonomian masyarakat, juga mendukung para pelaku UMKM Kota Padang untuk naik kelas dan mengembangkan usaha yang dimilikinya," ucapnya.

Dengan demikian, festival yang berlangsung di Kuranji tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya atau kuliner.

Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana dana Pokir dapat diarahkan untuk mendukung pelestarian tradisi, mengembangkan potensi gastronomi daerah, dan membuka ruang bagi pertumbuhan UMKM.

Sementara itu, Erianto Mahmuda menyampaikan bahwa penyelenggaraan Padang Gastronomi Fest merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Padang menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi.

Ia menegaskan kegiatan tersebut akan diarahkan menjadi agenda tahunan. Selain menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat Kuranji, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda gastronomi Kota Padang.

“Kami berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun untuk merawat tradisi, adat dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kuranji," imbuhnya. (*)

Baca Juga

Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis kepada siswa SMP Negeri 3 Padang melalui Program Padang Juara.
SMPN 3 Padang Terima Seragam Gratis, Dua Siswa Dapat Reward usai Aksi Heroik di HUT RI ke-81
Gebyar Pajak Kota Padang di kawasan Car Free Day depan Kantor Gubernur Sumbar, Minggu 30 Agustus 2026.
Gebyar Pajak Padang Bagi-bagi Hadiah Umroh hingga Motor Listrik, Syaratnya Wajib Pajak Harus Tertib Tiga Tahun
Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau Goa Kelelawar Padayo di Kompleks PT Semen Padang, Indarung.
Goa Kelelawar Padayo Bakal Punya Jalur Baru, Akses Tak Lagi Lewat Kawasan PT Semen Padang
1.000 Karateka se-Sumatera Bertanding di Kejuaraan Karate Open 2026 di Padang
1.000 Karateka se-Sumatera Bertanding di Kejuaraan Karate Open 2026 di Padang
Peserta lomba mural Kelurahan Mata Air menuangkan kreativitas di dinding kawasan Jalan Sutan Syahrir Padang Selatan.
Dinding tak Terawat Disulap jadi Kanvas Raksasa, Mural Warga Mata Air Promosikan Wisata Padang Selatan
Dua alat berat melakukan normalisasi aliran sungai dengan mengeruk material batu dan sedimentasi di kawasan Lubuk Kilangan, Padang.
Hujan Deras Robohkan Bekas SDN 19 Baringin, Pemko Padang Kerahkan Alat Berat Normalisasi Sungai