Sumbardaily.com - Goa Kelelawar Padayo di Kompleks PT Semen Padang, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, disiapkan untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata alam edukasi.
Salah satu rencana yang tengah diupayakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang adalah membuka akses jalan baru agar pengunjung nantinya tidak perlu masuk melalui kawasan PT Semen Padang.
Rencana tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan yang dilakukan Wali Kota Padang Fadly Amran ke Goa Kelelawar.
Goa Kelelawar Padayo dinilai memiliki karakteristik yang menarik untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam dan edukasi.
Selain menyuguhkan panorama alam, kawasan ini mempunyai kekayaan formasi batuan yang dapat menjadi objek pembelajaran bagi pengunjung.
Tidak hanya aspek geologi, keberadaan kelelawar yang masih aktif juga menjadi daya tarik tersendiri. Fadly menyebut terdapat empat spesies kelelawar yang masih hidup di kawasan Goa Kelelawar Padayo.
Menurutnya, potensi tersebut harus dikembangkan dengan tetap memperhatikan keberadaan habitat alami di dalam goa. Pembangunan fasilitas wisata tidak boleh menghilangkan karakter alami kawasan yang menjadi daya tarik utama.
“Formasi-formasi batu ini cukup lengkap di sini. kita bisa belajar tentang cave opening dan berbagai formasi batuan yang kebanyakan bisa kita lihat di sini," katanya.
Karena itu, Fadly meminta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan pihak terkait memastikan setiap pembangunan yang dilakukan nantinya tetap memperhatikan kelestarian kawasan.
Ia menekankan agar pengembangan wisata tidak berdampak terhadap habitat kelelawar yang berada di dalam goa.
“Saya tadi menitipkan kepada Pokdarwis, pastikan setiap pembangunan yang dilakukan ke depan tetap menjaga kelestarian dan keasrian goa, serta tidak mengganggu habitat asli Goa Kelelawar ini," kata Wali Kota Padang.
Selain kondisi di dalam goa, panorama alam di sekitar kawasan juga dinilai memiliki potensi untuk menarik wisatawan.
Pengunjung nantinya tidak hanya dapat menikmati keberadaan goa, tetapi juga pemandangan alam yang berada di sekitarnya.
Sejumlah fasilitas yang telah tersedia di kawasan tersebut, seperti pondok dan saung, juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas pengunjung.
Ke depan, fasilitas tersebut akan ditata agar semakin mendukung pengembangan kawasan wisata.
Fadly Amran mengatakan pengembangan Goa Kelelawar Padayo juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Jelajah Padang, yang berfokus pada pengembangan sektor wisata.
“Mudah-mudahan Goa Kelelawar melalui Pokdarwis-nya dapat terus mempertahankan keindahan alam yang luar biasa. Hal ini sejalan dengan Program Unggulan kita, yaitu Jelajah Padang, yang berfokus pada pengembangan wisata," katanya.
Pembenahan Sejak 2025
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Padang, Yenni Yuliza mengatakan, pembenahan kawasan Goa Kelelawar Padayo sebenarnya telah mulai dilakukan sejak 2025.
Pemko Padang menggandeng PT Semen Padang dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kondisi fisik kawasan tersebut.
Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan antara lain pemasangan lampu penerangan, pembangunan jalan dan jembatan, serta penyediaan berbagai sarana pendukung lainnya.
"Namun, pengembangan tidak berhenti pada pembenahan fasilitas yang sudah ada. Pemko Padang kini mengarahkan perhatian pada pengembangan jalur menuju kawasan Goa Kelelawar Padayo," ujar Yenni.
Yenni mengatakan pemerintah tengah mengupayakan pembukaan jalan baru yang nantinya dapat menjadi akses utama menuju destinasi tersebut.
Dengan adanya akses tersebut, pengunjung diharapkan tidak lagi harus melewati kawasan PT Semen Padang untuk menuju Goa Kelelawar Padayo.
“Kami akan membenahi jalur di dalam kawasan goa. Selain itu, kawasan ini juga akan kita kembangkan untuk wisata minat khusus, seperti panjat tebing. Kemudian juga akan dilakukan penataan saung, petunjuk arah dan pemasangan CCTV. Di luar kawasan, direncanakan pembangunan camping ground," katanya.
Rencana pengembangan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Goa Kelelawar Padayo tidak hanya diarahkan sebagai lokasi wisata untuk menikmati pemandangan.
Pemerintah juga menyiapkan konsep wisata minat khusus, termasuk aktivitas panjat tebing.
Penataan fasilitas penunjang turut masuk dalam rencana pengembangan. Saung akan ditata, petunjuk arah akan disiapkan untuk membantu pengunjung, sementara CCTV akan dipasang sebagai bagian dari fasilitas kawasan.
Di luar kawasan goa, pemerintah juga merencanakan pembangunan camping ground. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas wisatawan yang ingin menikmati kawasan alam dalam durasi lebih lama.
Sementara untuk rencana pembukaan akses baru, Yenni menyebut lahan yang diperlukan sudah disiapkan. Tahap berikutnya adalah mengupayakan anggaran pembangunan jalan melalui kolaborasi sejumlah pihak.
“Lahan untuk pembukaan akses tersebut telah disiapkan. Selanjutnya, untuk anggaran pembangunan jalan akan kami upayakan bersama melalui kolaborasi dengan DPRD Kota Padang dan PT Semen Padang, sehingga akses ini nantinya dapat segera diwujudkan," katanya.
Dengan demikian, pengembangan jalur Goa Kelelawar Padayo menjadi salah satu bagian penting dalam rencana pengembangan kawasan tersebut.
Di satu sisi, akses baru ditujukan untuk mempermudah mobilitas wisatawan, sementara di sisi lain pengelolaannya tetap dituntut menjaga keasrian kawasan dan habitat empat spesies kelelawar yang masih ditemukan di dalam goa.
Pemko Padang bersama pihak terkait kini memiliki pekerjaan untuk memastikan pengembangan fasilitas, akses, wisata edukasi, hingga wisata minat khusus dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kondisi alami Goa Kelelawar Padayo. (*)
















