Sumbardaily.com – Sekitar 1.000 karateka dari sejumlah provinsi di Pulau Sumatera ambil bagian dalam The Arena of Maestro x Andalas University Open Karate Championship 2026. Kejuaraan Karate Open 2026 tersebut resmi digelar di Gedung Olahraga (GOR) FIK Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (29/8/2026).
Ajang karate berskala regional itu berlangsung selama dua hari, yakni 29-30 Agustus 2026. Para peserta datang dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Sumatera Utara, hingga Jambi.
Ribuan karateka tersebut tidak hanya berasal dari satu kelompok usia. Panitia mempertandingkan sejumlah kategori yang mencakup prausia dini, usia dini, prapemula, pemula, kadet, junior, mahasiswa, veteran, hingga legenda.
Kejuaraan ini menjadi salah satu wadah bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dengan karateka dari berbagai provinsi di Sumatera.
Pemko Padang Dukung Pembinaan Atlet
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, turut hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut. Ia hadir mewakili Wali Kota Padang sekaligus menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Padang terhadap penyelenggaraan kompetisi karate tersebut.
Menurut Feri, pelaksanaan Kejuaraan Karate Open 2026 sejalan dengan arah kebijakan Pemko Padang, khususnya dalam mendorong lahirnya generasi yang memiliki prestasi di bidang olahraga.
Ia menyebut para karateka yang berhasil meraih kemenangan dalam kompetisi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
“Pemko Padang mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan program unggulan Wali Kota Padang, yaitu Padang Juara. Anak-anak yang menjadi pemenang nantinya merupakan cikal bakal untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi,” ujar Feri Mulyani Hamid.
Selain mengejar prestasi, Feri menilai kompetisi olahraga seperti ini mempunyai manfaat lebih luas terhadap pembentukan mental dan karakter atlet, khususnya peserta usia muda.
Menurut dia, pengalaman sejak mengikuti pertandingan hingga berusaha meraih kemenangan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan seorang atlet.
“Juara mungkin bukan tujuan akhir. Proses bagaimana mulai menjadi peserta, kemudian bagaimana mendapatkan kemenangan, walaupun itu tujuannya, bukan satu-satunya tujuan. Proses inilah yang membawa anak-anak kita nantinya bisa menjadi pemenang yang sesungguhnya setelah mereka dewasa,” tambahnya.
Ribuan Kontingen Beri Dampak Ekonomi
Kehadiran sekitar 1.000 peserta dari sejumlah provinsi di Sumatera juga dinilai memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Padang.
Feri menyebut kedatangan para atlet dan kontingen dari luar daerah berpotensi menciptakan efek berganda atau multiplier effect bagi sejumlah sektor ekonomi. Beberapa sektor yang ikut terdorong antara lain akomodasi, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi olahraga regional tidak hanya menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga menghadirkan aktivitas ekonomi selama para peserta dan kontingen berada di Kota Padang.
Jawara Dapat Voucher hingga Tur Jepang
Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan Ronaldo Syahputra mengungkapkan sejumlah apresiasi telah disiapkan bagi karateka yang berhasil menjadi jawara.
Salah satu penghargaan yang disiapkan berupa voucher belanja dengan total nilai Rp25 juta dari sponsor utama Maestro. Selain itu, terdapat hadiah berupa paket tur ke Jepang selama 10 hari yang diperuntukkan bagi karateka terbaik putra dan putri.
Ronaldo berharap hadiah dan apresiasi tersebut dapat semakin meningkatkan motivasi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan.
Lebih jauh, ia berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti sebagai agenda satu kali penyelenggaraan. Pihaknya menargetkan kompetisi dapat digelar secara rutin setiap tahun atau setidaknya satu kali dalam dua tahun.
“Harapan kami, kejuaraan ini dapat berlangsung rutin setiap tahun atau minimal satu kali dalam dua tahun, supaya bibit-bibit atlet berprestasi itu muncul di Sumbar dan mereka semakin kompetitif untuk bersaing dengan provinsi-provinsi lain di luar Sumbar,” pungkas Ronaldo.
Dengan mempertandingkan kategori usia yang cukup luas, mulai dari prausia dini hingga kelas veteran dan legenda, Kejuaraan Karate Open 2026 di GOR FIK UNP menjadi ruang bagi atlet dari berbagai generasi untuk berkompetisi.
Kehadiran peserta dari Sumbar, Riau, Sumatera Utara, dan Jambi sekaligus memperkuat nuansa regional dalam kompetisi yang berlangsung hingga Minggu (30/8/2026) tersebut. (*)















