Sumbardaily.com, Padang Panjang – Menjelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana pada 10 Desember, Tim SAR memaksimalkan pencarian korban hilang banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar, Padang Panjang.
Upaya intensif itu ditegaskan dalam rapat evaluasi yang berlangsung di Posko Tanggap Darurat Bencana Alam, Sabtu (6/11/2025), sebagai langkah mempercepat temuan korban yang hingga kini belum ditemukan.
Koordinator Pencarian dan Pertolongan Banjir Bandang Padang Panjang dari Basarnas, Samsul Akmal, menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat menantang. Medan yang ekstrem dan fluktuasi cuaca membuat operasi berjalan dengan risiko tinggi.
"Hingga Sabtu sore belum ada titik terang dari penyisiran yang sudah dilakukan, namun seluruh personel tetap akan turun kembali esok hari dengan pola operasi yang sama seperti hari sebelumnya," ujarnya dikutip, Minggu (7/12/2025).
Dalam operasi hari ini, sebanyak 25 personel diterjunkan untuk menyisir jalur Jembatan Kembar hingga Mega Mendung. Mereka juga membawa anjing pelacak untuk memperkuat pencarian di titik-titik yang sulit dijangkau. Dukungan tambahan datang dari Polda Riau, yang memperluas kekuatan tim di lapangan.
Hujan deras yang mulai turun sejak pukul 14.30 WIB menjadi hambatan utama. Kondisi itu memaksa tim menghentikan penyisiran lebih awal demi keselamatan personel. Meski demikian, dukungan dari berbagai wilayah terus mengalir.
Personel dari SAR Padang, SAR Pekanbaru, SAR Jambi, SAR Palembang, SAR Riau, TNI, Polri, hingga puluhan relawan kembali disiagakan untuk melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.
Sekda Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menegaskan bahwa sisa waktu empat hari harus dimanfaatkan secara optimal. “Kita masih punya empat hari. Optimalkan seluruh potensi yang ada. Besok pukul 08.00 apel dukungan di Bancalaweh. Wujudkan upaya maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya BNPB, Rudi Supriadi, mengingatkan bahwa kondisi alam yang tidak dapat diprediksi menuntut koordinasi lintas unsur yang semakin solid. “Medannya tidak bisa diprediksi. Berikan dukungan dan motivasi penuh kepada seluruh tim,” katanya.
Dari sisi identifikasi korban, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Ade Devrita, melaporkan bahwa Sabtu (6/12/2025) 38 korban telah teridentifikasi. Mereka terdiri dari 23 warga Padang Panjang dan 15 warga dari luar daerah, sementara 4 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (7/12/2025) dengan pola operasi yang sama, mengingat waktu penutupan masa tanggap darurat semakin dekat dan harapan keluarga korban masih menggantung pada setiap progres pencarian. (red)
















