Sumbardaily.com, Agam - Banjir bandang yang menerjang wilayah Palembayan, Kabupaten Agam, kembali menegaskan betapa rapuhnya kehidupan masyarakat di kawasan rawan bencana.
Di tengah derasnya aliran lumpur dan serpihan material yang menyeret apa saja di hadapannya, Tim SAR Gabungan terus bekerja tanpa jeda.
Setiap jenazah yang ditemukan bukan sekadar angka, tetapi kisah manusia yang terputus oleh bencana yang datang begitu tiba-tiba.
Kepala Kantor SAR Padang yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, melaporkan bahwa hingga Sabtu (6/12/2025) pukul 17.00 WIB, upaya pencarian masih berlangsung intensif.
"Tim bergerak di medan yang sulit, berlumpur tebal, dan dipenuhi reruntuhan. Namun, semangat untuk menemukan para korban tetap tak pernah surut," katanya.
Menurut laporan tersebut, unsur SRU Alpha Basarnas mengevakuasi satu korban bernama Samsimar, perempuan berusia 73 tahun, di Jorong Kampung Tangah Timur, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Ia ditemukan pada pukul 14.19 WIB.
Sosok perempuan lanjut usia (lansia) itu menjadi satu dari banyak wajah kehilangan yang mewarnai bencana ini. Di tengah kepungan banjir bandang, ia tak sempat menyelamatkan diri.
Pencarian tidak berhenti di satu titik. Di sektor berbeda, SRU Bravo Basarnas juga melakukan evakuasi di wilayah Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Induk, Kecamatan Palembayan.
"Di lokasi ini, situasi lebih berat karena wilayah terisolasi dan sulit dijangkau tim penyelamat," kata Abdul Malik.
Di sektor tersebut, lima korban tanpa identitas berhasil dievakuasi. Korban pertama adalah seorang perempuan dewasa yang ditemukan pada pukul 10.15 WIB.
Menyusul kemudian tiga laki-laki, dua di antaranya dewasa dan satu anak-anak, yang ditemukan hampir bersamaan pada pukul 14.40 WIB dan 15.40 WIB.
"Selain itu, seorang anak perempuan juga ditemukan pada pukul 15.40 WIB. Keseluruhan korban ini masih tercatat sebagai Ms X dan Mr X karena belum teridentifikasi," katanya.
Abdul Malik menegaskan bahwa situasi di lapangan bukan hanya soal tugas teknis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
"Setiap korban yang dievakuasi dihadapi dengan kesadaran bahwa mereka adalah anggota keluarga yang ditunggu di rumah, seseorang yang memiliki cerita hidup, dan seseorang yang hilang dalam keadaan tragis," ujarnya.
Pria asal Riau itu menyampaikan bahwa seluruh unsur Tim SAR Gabungan terus mengupayakan pencarian terbaik. Medan yang berat tidak menyurutkan komitmen mereka untuk memastikan setiap korban ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga.
"Selain Basarnas, unsur lain yang terlibat dalam pencarian disebut bekerja sinergis di bawah koordinasi terpadu di lapangan," katanya.
Hingga berita ini dirampungkan, upaya pencarian terus dilanjutkan. Lembah dan tepian aliran sungai yang meluap masih menjadi fokus penyisiran.
"Setiap jejak, bau tanah basah, hingga benda yang mencurigakan diperiksa dengan teliti, sebab di baliknya bisa saja terdapat korban yang belum ditemukan," tuturnya. (adl)
















