Sumbardaily.com, Padang - Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Kota Padang berhasil menyelamatkan dua nelayan yang mengalami kecelakaan kapal di perairan Muaro Panjalinan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Jumat (28/3/2025) malam.
Kejadian bermula pukul 18.30 WIB ketika sebuah kapal nelayan terbalik saat hendak memasuki muara.
"Pelaporan pertama diterima pihak SAR pada pukul 22.43 WIB melalui informasi dari Padang Baywatch, yang dikonfirmasi oleh Pak Eri," kata Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor SAR Padang, Hendri.
Kondisi cuaca pada saat kejadian, kata Hendri, yakni, berawan dengan tinggi gelombang berkisar 1,25 - 1,5 meter.
"Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°51'55.82"S - 100°19'54.51"E, dengan jarak sekitar 6,5 kilometer dari Kantor SAR Padang," katanya.
Dua nelayan yang terlibat dalam insiden ini adalah Muhammad Aljanerri Permana (30 tahun) dan Rio (35 tahun). "Awalnya, satu nelayan diduga terseret ombak dan hilang," katanya.
Pada pukul 23.00 WIB, tim rescue Kantor SAR Padang segera berangkat ke lokasi kejadian dengan membawa berbagai peralatan penyelamatan, termasuk mobil rescue, LCR, peralatan medis, dan komunikasi.
"Dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya pukul 23.30 WIB, tim berhasil menemukan kedua nelayan dalam keadaan selamat pada koordinat 0°51'57.84"S - 100°19'55.93"E, sekitar 80 meter dari titik kejadian awal," katanya.
Operasi penyelamatan, kata Hendri, melibatkan berbagai pihak, di antaranya tujuh personel Kantor SAR Padang, empat anggota BPBD Kota Padang, empat personel Polsek Koto Tangah, seorang Babinsa dan 15 nelayan setempat.
"Pukul 23.45 WIB, setelah melakukan evakuasi dan pemeriksaan, kedua korban diamankan dan dibawa ke rumah keluarga. Tim kemudian melakukan evaluasi dan penyelesaian misi," katanya.
Keberhasilan misi penyelamatan ini, katanya, menunjukkan profesionalisme dan kesiapsiagaan Tim SAR Padang dalam menangani situasi darurat di perairan.
Masyarakat, bisa menghubungi Kantor SAR Padang yang berlokasi di Jalan By Pass KM 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Koto Tangah.
"Petugas akan melayani setiap laporan kemanusiaan yang masuk melalui nomor darurat 115 atau telepon (0751) 484534," tuturnya. (red)
















