Sumbardaily.com - Ancaman kecelakaan kapal di wilayah perairan menjadi tantangan yang menuntut kesiapan personel pencarian dan pertolongan setiap saat.
Menjawab kebutuhan tersebut, Kantor SAR Padang menggelar Latihan Pencarian dan Pertolongan Satuan Kecelakaan Kapal di Perairan Bungus Kota Padang Tahun 2026 selama tiga hari, dari tanggal 22 hingga 24 Juli 2026.
"Latihan ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalisme personel agar semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat kecelakaan kapal di wilayah perairan," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, Rabu (22/7/2026).
Fokus kegiatan tidak hanya pada penguasaan teori, tetapi juga penguatan kemampuan mengambil keputusan dan keterampilan teknis yang dibutuhkan saat operasi SAR berlangsung.
Pada hari pertama pelaksanaan atau H.1, kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sesi pembelajaran dipusatkan di Aula Lantai 2 Kantor SAR Padang, kemudian berlanjut dengan praktik lapangan di kawasan Pantai Carolina, Bungus, Kota Padang.
Sebanyak 40 personel mengikuti latihan tersebut. Para peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur yang berasal dari Kepala Seksi Operasi dan Siaga, PKPP Ahli Pertama, serta Rescuer Mahir yang memiliki pengalaman dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan pembukaan dan doa bersama. Setelah itu peserta menerima pemaparan mengenai Rencana Umum Latihan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan selama tiga hari.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Water Rescue yang membahas kemampuan penyelamatan di perairan. Usai menjalani istirahat, sholat, dan makan (Ishoma), peserta kembali mengikuti materi Medical First Responder (MFR) sebelum menutup agenda hari pertama melalui Table Top Exercise (TTX).
Melalui TTX tersebut, peserta dilatih melakukan simulasi perencanaan operasi serta proses pengambilan keputusan yang menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Abdul Malik menegaskan bahwa latihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat, khususnya kecelakaan kapal di wilayah perairan.
"Melalui latihan ini diharapkan seluruh personel mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, koordinasi, dan profesionalisme sehingga dapat memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang cepat, tepat, aman, dan efektif kepada masyarakat. Kompetensi personel harus terus diasah melalui latihan yang berkesinambungan agar selalu siap menghadapi berbagai tantangan operasi SAR di lapangan," tuturnya. (*)
















