Tiga Tahanan Polsek Pauh Dipindah ke Polresta Padang, Buntut Air Sungai Gunung Nago Melimpah

Tiga Tahanan Polsek Pauh Dipindah ke Polresta Padang, Buntut Air Sungai Gunung Nago Melimpah

Ilustrasi Penangkapan Pelaku Kriminal (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com, Padang - Sebanyak tiga tahanan di Polsek Pauh dilaporkan dipindahkan ke sel Polresta Padang buntut air di Sungai Gunung Nago melimpah pada Jumat (28/11/2025) dini hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Pauh, AKP Nasirwan. Ia mengatakan, tahanan dipindah demi alasan keamanan pasca Mapolsek sudah dimasuki air bercampur lumpur.

"(Tahanan) sudah kami pindahkan ke Polresta Padang, jumlahnya tiga orang," katanya saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Kamis pagi (27/11/2025) memicu bencana beruntun di kawasan Gunung Nago, Kecamatan Pauh.

Jembatan Gunung Nago ambruk diterjang arus sungai yang deras, memutus akses penting antara Kecamatan Kuranji dan Pauh.

Pada malam jelang pergantian hari, air sungai yang meluap kembali menimbulkan kepanikan di kalangan warga karena menerjang kawasan pemukiman, indekos hingga kompleks Polsek Pauh.

Pantauan di lapangan menunjukkan, reruntuhan jembatan terbawa derasnya arus sungai yang membawa material batu dan kayu dari hulu.

Akses yang biasa digunakan masyarakat dari arah Belimbing menuju Kampus Universitas Andalas (Unand) kini lumpuh total. Luapan air juga merendam sejumlah titik di Jalan Mohammad Hatta, jalur utama menuju kampus tersebut.

AKP Nasirwan membenarkan bahwa dampak luapan air sungai tidak hanya mengenai kawasan permukiman warga, tetapi juga melanda bangunan Polsek Pauh.

“Polsek Pauh ikut terdampak. Air sungai meluap hingga masuk ke halaman dan sebagian ruangan, bercampur lumpur. Beberapa rumah dan bangunan di sekitar Polsek juga terkena limpahan air,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama warga melakukan pembersihan dan memastikan keamanan area sekitar karena arus air masih deras hingga Jumat pagi.

Peristiwa itu berawal dari hujan lebat yang turun sejak dini hari. Sekitar pukul 06.00 WIB, warga mulai menyadari kenaikan debit air yang tak biasa.

Salah seorang warga setempat, Ayu mengatakan, masyarakat sudah memantau situasi sejak pagi karena air sungai terus naik.

Sekitar pukul 07.00 WIB, jembatan Gunung Nago akhirnya putus setelah struktur utamanya gagal menahan tekanan arus yang kuat.

“Sedang evakuasi juga tadi, kasih tahu warga menjauhi daerah dekat jembatannya, soalnya air makin tinggi dan melimpah. Akses Belimbing ke Unand via Gunung Nago sudah putus,” katanya.

Malam harinya, situasi semakin genting. Air dari hulu Sungai Gunung Nago kembali meningkat, membawa material lumpur dan batu.

Luapan air melanda indekos, rumah warga, hingga merobohkan tiang listrik di sekitar bantaran sungai. Sejumlah warga yang tinggal tak jauh dari aliran sungai terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari risiko banjir bandang.

Salah seorang penghuni indekos, Imel (20), menceritakan detik-detik ketika air menerjang tempat tinggalnya. Ia sempat mendengar suara dentuman keras sebelum air datang secara tiba-tiba.

“Tadi sempat terdengar bunyi seperti dentuman kuat, enggak lama air langsung ngucur dari belakang kos, bawa lumpur, terus masuk sampai ke jalan raya,” katanya.

Ia dan penghuni lain segera mengevakuasi diri setelah melihat arus air kian deras dan berwarna cokelat pekat.

Hingga Jumat pagi, kondisi Sungai Gunung Nago masih mengkhawatirkan. Debit air yang tinggi membuat kawasan Jalan Mohammad Hatta, terutama di sekitar Pasar Baru, tetap digenangi air bercampur lumpur.

Arus deras menghambat aktivitas warga, termasuk mahasiswa yang biasa melintasi jalur menuju Kampus Unand. Aparat gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan dan pemantauan di lokasi terdampak.

Sementara akses lalu lintas menuju Unand dialihkan sementara via Kapalo Koto yang merupakan jalan pintas dari arah Pisang dan Bandar Buat menuju Unand atau sebaliknya. (adl)

Baca Juga

Dinas PUPR Kota Padang menangani kerusakan jaringan irigasi pertanian pasca banjir di wilayah Kuranji dan Pauh.
Banjir Padang Sisakan Kerusakan Irigasi Pertanian, Perbaikan Dikebut di Kuranji dan Pauh
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako serta kebutuhan ibu dan anak kepada warga terdampak banjir di Kota Padang.
Banjir Rendam Sejumlah Kawasan di Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kirim 100 Paket Bantuan
Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Yudistira dan RIB 02 dalam pencarian KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman.
Dihantam Badai dan Ombak Tiga Meter, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan KM Halim Wijaya
Tim SAR Gabungan menggunakan KN Yudistira dalam operasi pencarian KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat.
KM Halim Wijaya Mati Mesin di Laut Pariaman, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Hujan Deras
Sestama BNPB Rustian bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau wilayah terdampak banjir di Lapau Munggu, Kuranji, Padang.
BNPB Turun Langsung Petakan Kebutuhan Penanganan Pasca Banjir Padang
Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen melakukan pemeriksaan jalur kereta api di petak Stasiun Padang–Teluk Bayur–Stasiun Bukit Putus untuk mengantisipasi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem.
Hujan Deras Ancam Ganggu Perjalanan Kereta Api, KAI Divre II Sumbar Periksa Jalur Lintasan