Sumbardaily.com - Ancaman abrasi di kawasan pesisir Pantai Tiram, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan kawasan wisata dan ekosistem lingkungan. Sebanyak 10 ribu bibit pohon mangrove ditanam di kawasan tersebut oleh PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Regional III pada Kamis (13/8/2026) pagi.
Penanaman mangrove itu bukan sekadar kegiatan penghijauan. Vegetasi pesisir tersebut diharapkan menjadi salah satu benteng alami untuk menahan abrasi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di Pantai Tiram.
Di sisi lain, keberadaan mangrove dinilai dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sosial, ekonomi, hingga pengembangan pariwisata di Kabupaten Padang Pariaman.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Regional III merupakan pengelola 11 bandara yang berada di Pulau Sumatera serta Kepulauan Riau. Kegiatan penanaman 10 ribu bibit mangrove tersebut menjadi bagian dari implementasi program Injourney Green dan digelar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun.
Program serupa juga dilaksanakan oleh lima Kantor Regional lain di bawah PT Angkasa Pura Indonesia (Persero). Namun, bagi kawasan Pantai Tiram, penanaman mangrove memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi serta mempertahankan fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukatif.
Regional CEO Kantor Regional III Dwi Ananda Wicaksana mengatakan, Injourney Green merupakan bagian dari Program TJSL Tahun 2026 Injourney Group.
Program tersebut diarahkan untuk memulihkan ekosistem dan memperkuat ketahanan iklim melalui rehabilitasi lingkungan serta penghijauan sebagai bagian dari upaya membangun masa depan pariwisata yang berkelanjutan.
“Kami dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Regional III beserta Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau pada hari ini melaksanakan kegiatan penanaman 10 ribu bibit pohon Mangrove di Pantai Tiram Padang Pariaman sebagai perwujudan dari program Injourney Green yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus menahan terjadinya abrasi yang dapat merusak keindahan Pantai Tiram sebagai kawasan wisata edukatif,” katanya.8
Menurut Dwi, penanaman 10 ribu bibit mangrove di Pantai Tiram memiliki manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Mangrove juga memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Selain membantu mencegah abrasi, mangrove disebut memiliki kemampuan menyimpan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, menyaring air, serta meningkatkan kualitas lingkungan.
Lebih jauh, keberadaan ekosistem mangrove diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Padang Pariaman.
"Kami berharap penanaman 10 ribu bibit pohon Mangrove ini dapat bermanfaat guna menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan di Pantai Tiram serta utamanya bagi masyarakat di Padang Pariaman, tak lupa kami sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turut serta dalam kegiatan ini guna menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir serta menciptakan warisan untuk generasi mendatang," ucap Dwi.
Kawasan pesisir Pantai Tiram, katanya, merupakan ruang yang perlu dijaga untuk menghadapi abrasi, mempertahankan kualitas lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata dan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman. Bupati Padang Pariaman melalui Staf Ahli Bupati Bidang Sosbud dan SDM, Syafrion menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Regional III yang dinilai turut mendukung konservasi lingkungan sekaligus pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.
"Kami menilai langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan yang sekaligus memiliki nilai sosial dan ekonomi yang luar biasa," imbuhnya. (*)
















