Sumbardaily.com, Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Sumatera Barat (Sumbar) pada November 2024 mencapai US$220,26 juta.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, merinci bahwa ekspor terbesar berasal dari golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai US$178,09 juta.
"Posisi kedua ditempati golongan karet dan barang dari karet (HS 40) senilai US$9,06 juta, diikuti golongan berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$6,51 juta," jelas Sugeng dalam keterangannya, Kamis (2/1/2025).
Pada periode Januari-November 2024, golongan lemak dan minyak hewan/nabati mendominasi 79,79 persen dari total ekspor Sumbar. Sementara golongan karet dan barang dari karet menyumbang 4,02 persen dari total ekspor.
"Untuk golongan lemak dan minyak hewan/nabati, komoditas utama yang diekspor adalah Liquid fractions of palm oil dengan nilai US$93,02 juta, Refined palm oil senilai US$49,88 juta, dan Crude palm oil mencapai US$32,45 juta," papar Sugeng.
Dari golongan karet, ekspor didominasi oleh Technically specified natural rubber (TSNR) 20 sebesar US$8,65 juta.
India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sumbar pada November 2024 dengan nilai US$52,32 juta, diikuti Bangladesh dengan nilai US$42,04 juta.
Secara kumulatif selama Januari-November 2024, India memberikan kontribusi terbesar dengan 30,39 persen dari total ekspor Sumbar, diikuti Pakistan dengan 23,06 persen, dan Bangladesh sebesar 8,63 persen.
"Komoditas utama yang diekspor ke India pada November 2024 adalah Crude palm oil, sedangkan ke Pakistan didominasi oleh Refined palm oil," tambah Sugeng. (ik/red)
















