Sumbardaily.com, Pasaman Barat - Suasana haru masih menyelimuti aliran Sungai Batang Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat. Sungai itu menjadi saksi bisu hilangnya dua orang usai diterjang air bah.
Hingga Sabtu (16/8/2025) malam, dua warga yang hanyut sejak Kamis (14/8/2025) belum juga ditemukan. Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) terus berjibaku menyusuri derasnya arus sungai, meski hasil sementara masih nihil.
Kedua korban yang masih dinyatakan dalam pencarian adalah Eman (35) dan Aldi (25). Keduanya terseret arus ketika mencoba menyeberangi sungai bersama dua rekannya. Sementara dua orang lain, yakni Asba (31) dan Reza (25), berhasil selamat dari terjangan air bah.
“Kami sudah melakukan pencarian sejak pagi hingga sore hari ini dengan menyisir aliran sungai sejauh tiga kilometer dari lokasi terakhir korban terlihat. Namun hingga pukul 18.00 WIB, hasilnya masih nihil,” kata Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi saat dikonfirmasi Sabtu malam.
Ia menambahkan, operasi hari kedua dihentikan sementara lantaran cuaca mulai gelap. "Pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi, tepat pada tanggal Minggu (17/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia,” ujarnya.
Momentum HUT ke-80 RI menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan pantang menyerah harus menjadi kekuatan utama.
Pencarian ini tak sekadar operasi kemanusiaan, tetapi juga cermin kebersamaan yang diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan.
“Kami tidak akan berhenti. Apapun hambatannya, kami terus berupaya menemukan korban. Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan. Kami berharap masyarakat ikut mendoakan agar korban segera ditemukan,” kata Abdul Malik, Kepala Kantor SAR Padang.
Dalam operasi ini, selain tim SAR, turut terlibat unsur Polsek Talamau, Koramil 03 Talu, serta puluhan warga setempat. Mereka bergotong royong menyusuri sungai, menghadapi derasnya arus dan keterbatasan sinyal komunikasi di lokasi pencarian.
Harapan di Tengah Duka
Keluarga korban yang menunggu dengan cemas di tepi sungai tak pernah berhenti berharap.
Isak tangis sesekali terdengar, bercampur dengan doa yang tak putus-putus dipanjatkan. Bagi mereka, setiap hari yang dilalui adalah penantian panjang, antara harapan dan kenyataan.
Kini, ketika bangsa bersiap memperingati Hari Kemerdekaan ke-80, harapan terbesar keluarga adalah segera menemukan Eman dan Aldi, entah dalam kondisi apapun.
"Di tengah suasana kemerdekaan, kami ingin bisa melihat keluarga kami kembali. Itulah doa kami,” kata salah satu kerabat korban dengan suara terbata.
Pencarian akan kembali dimulai Minggu (17/8/2025) pukul 07.30 WIB, tepat saat rakyat Indonesia mengibarkan bendera merah putih.
Bagi tim penyelamat, momen itu menjadi pengingat bahwa menyelamatkan satu nyawa manusia adalah wujud nyata menjaga kemerdekaan, satu jiwa, satu rasa, sebagaimana semboyan yang mereka usung: Profesional, Modern, Teruji. (adl)
















