Bocah Terakhir yang Hilang Saat Mandi-mandi di Ujung Batu Padang Ditemukan Meninggal

Bocah Terakhir yang Hilang Saat Mandi-mandi di Ujung Batu Padang Ditemukan Meninggal

Evakuasi korban terakhir seorang bocah yang ditemukan meninggal dunia dalam pencarian lanjutan yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada Minggu (1/2/2026) pagi. Korban bernama Rozi meninggal dunia saat mandi-mandi di kawasan Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah pada Sabtu (31/1/2026) sore bersama dua rekannya, Akbar (8) dan Akmal (8) yang terlebih dahulu meninggal dunia dalam peristiwa nahas tersebut. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com, Padang - Setelah dilakukan pencarian sejak sehari sebelumnya, bocah terakhir yang hilang saat mandi-mandi di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (1/2/2026) pagi.

Korban bernama Rozi (8) menjadi yang ketiga dalam insiden tersebut, setelah dua rekannya lebih dahulu ditemukan tak bernyawa pada Sabtu sore akibat terseret arus laut saat berenang.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu (31/1/2026) siang dan memicu operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Ketiga korban diketahui merupakan warga Kelurahan Pasia Nan Tigo. Mereka adalah Akbar (8), Akmal (8) dan Rozi (8).

Ketiganya sempat bermain air di pantai sebelum akhirnya terseret arus laut yang datang tiba-tiba. Dua korban lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan pada hari berikutnya.

Kepala Kantor SAR Padang yang juga SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa informasi awal kejadian diterima dari seorang potensi SAR bernama Eri pada Sabtu pukul 11.52 WIB. Laporan tersebut menyebutkan adanya tiga anak yang terseret ombak saat berenang di Pantai Ujung Batu.

Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°51'52.99"S–100°19'53.04"T. Jarak lokasi kejadian dari Kantor SAR Padang sekitar 6,35 kilometer secara garis lurus, atau sekitar 9,4 kilometer melalui jalur darat dengan waktu tempuh kurang lebih 17 menit. Sementara jarak dari RIB 02 Muara Padang ke lokasi kejadian sekitar 11,22 kilometer.

Peristiwa bermula sekitar pukul 11.48 WIB. Ketiga bocah tersebut tengah mandi-mandi di pantai ketika arus laut menyeret mereka ke tengah. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya melakukan penyelamatan dan pencarian secara mandiri.

"Namun, hanya dua korban yang berhasil ditemukan, sementara satu korban lainnya masih belum diketahui keberadaannya hingga sore hari," katanya, Minggu (1/2/2026).

Operasi SAR, katanya, kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan total luas area pencarian sekitar satu nautical mile persegi.

"Penyisiran dilakukan secara intensif melalui jalur laut menggunakan berbagai peralatan canggih," katanya.

SRU pertama melakukan pencarian di sekitar titik lokasi kejadian menggunakan dua unit Landing Craft Rubber (LCR), Aqua Eye, serta drone thermal. Area pencarian SRU ini mencakup sejumlah titik koordinat dengan luas sekitar 0,3 nautical mile persegi.

"Sementara itu, SRU kedua mengerahkan RIB 02 Padang untuk menyisir area seluas 0,35 nautical mile persegi. SRU ketiga dibantu RIB Brimob dengan luasan pencarian yang sama," ujar Malik.

Upaya tersebut, kata Kepala Kantor SAR Padang, akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 08.40 WIB, korban atas nama Rozi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 500 meter dari lokasi kejadian awal.

"Jasad korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka, artinya, seluruh korban telah berhasil ditemukan," katanya.

Dalam operasi ini, kata Abdul Malik, melibatkan 86 personel yang terdiri dari Basarnas, Polairud, Polri, TNI, Brimob, pemadam kebakaran, Satpol PP, potensi SAR, serta masyarakat setempat.

"Berbagai peralatan juga dikerahkan, mulai dari rescue car, RIB, LCR, drone thermal, hingga perlengkapan evakuasi dan medis," katanya.

Abdul Malik mengatakan, selama proses pencarian tidak ditemukan kendala berarti. Kondisi cuaca dilaporkan berawan dan relatif mendukung jalannya operasi.

"Meski demikian, kami mengingatkan agar masyarakat dan orang tua yang memiliki anak paham dengan bahaya aktivitas berenang di pantai, terutama di kawasan dengan karakteristik ombak dan arus laut yang kuat," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Personel Tim SAR Gabungan melakukan debriefing setelah operasi pencarian warga yang hilang di Hutan Biologi Universitas Andalas resmi dihentikan.
Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian Orang Hilang di Hutan Biologi Unand, Ini Alasannya
Pemancing Hilang di Sungai Batang Mangur Padang Pariaman Ditemukan Tewas, Operasi SAR Ditutup
Pemancing Hilang di Sungai Batang Mangur Padang Pariaman Ditemukan Tewas, Operasi SAR Ditutup
Tim SAR Gabungan bersama BPBD Kota Padang melakukan penyisiran di kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang.
Seorang Warga Padang Dilaporkan Hilang usai Tinggalkan RS Unand
Personel Kantor SAR Padang mengikuti sesi pembelajaran dan simulasi pada hari pertama Latihan Pencarian dan Pertolongan Satuan Kecelakaan Kapal Tahun 2026 di Aula Lantai 2 Kantor SAR Padang.
40 Personel Kantor SAR Padang Ditempa Hadapi Kecelakaan Kapal
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Danau Singkarak, Tim SAR Langsung Evakuasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Danau Singkarak, Tim SAR Langsung Evakuasi
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan mengapung di Danau Singkarak, Tanjung Mutiara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Danau Singkarak