Sumbardaily.com, - Operasi SAR Gabungan digelar di dua wilayah berbeda di Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (23/3/2026), menyusul laporan kondisi membahayakan manusia yang melibatkan dua korban.
Tim SAR Gabungan saat ini masih melakukan pencarian intensif terhadap seorang anak yang tenggelam di kawasan Danau Singkarak serta seorang lansia yang diduga hanyut di aliran Sungai Batang Sangir.
Informasi pertama diterima dari Camat Batipuh Selatan, Muhammad Assa’ad, pada pukul 13.10 WIB. Laporan tersebut menyebutkan seorang anak laki-laki bernama Fauzan (7) dilaporkan tenggelam saat mandi di pinggiran Danau Singkarak, tepatnya di Tangah XX Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
"Berdasarkan kronologi, peristiwa terjadi pada pukul 12.30 WIB saat korban sedang mandi di tepi danau. Hingga laporan diterima, korban belum ditemukan dan dinyatakan dalam pencarian," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Dalam operasi SAR tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Car Compartment, peralatan SAR air berupa life jacket, LCR (Landing Craft Rubber), alat komunikasi, serta tas medis untuk mendukung proses pencarian.
Di sisi lain, operasi SAR juga dilakukan di wilayah Sungai Batang Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Laporan awal diterima dari Camat Sangir, Lusi, pada pukul 06.17 WIB di hari yang sama.
Korban dalam kejadian ini diketahui bernama Muslim (71), seorang warga Jorong Sampu, Kecamatan Sangir. Ia diduga hanyut setelah terpeleset ke sungai saat hendak menuju kebun pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Menurut kronologi, korban keluar dari rumah menuju kebunnya yang berada di dekat aliran sungai. Diduga saat berjalan, korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Batang Sangir.
Seorang tetangga sempat mendengar suara seperti orang terjatuh, yang kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga.
"Upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat, namun korban belum ditemukan hingga laporan resmi dibuat," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 06.31 WIB, Tim Rescue Unit Siaga SAR Solok Selatan langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan kekuatan lima personel.
"Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue carrier, perahu rafting, peralatan SAR air, perlengkapan medis, alat komunikasi, serta peralatan SAR pendukung lainnya," kata Malik.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, melaporkan bahwa kedua kejadian tersebut masuk dalam kategori kondisi membahayakan manusia sehingga membutuhkan respons cepat melalui Operasi SAR Gabungan.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan di kedua lokasi. Tim SAR Gabungan bersama unsur terkait berupaya maksimal menyisir area perairan guna menemukan korban.
"Perkembangan lebih lanjut terkait hasil pencarian akan kami sampaikan secara berkala" tuturnya. (adl)
















