Sumbardaily.com, Padang - Selama Ramadan 1447 Hijriah, kebutuhan energi rumah tangga, khususnya gas LPG di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) diproyeksikan mengalami peningkatan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkirakan konsumsi LPG selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi naik 3,8 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian pada kondisi normal.
Wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).
Pada hari biasa, rata-rata distribusi LPG di kawasan tersebut mencapai 3.733 metrik ton (MT) per hari. Namun, selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, penyaluran diprediksi meningkat menjadi 3.874 MT per hari.
“Kami memproyeksikan peningkatan kebutuhan LPG selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini sebesar 3,8 persen dibandingkan rerata konsumsi normal harian. Apabila pada kondisi normal rata-rata penyaluran LPG di wilayah Sumbagut sebanyak 3.733 MT per hari, maka selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 diperkirakan meningkat menjadi 3.874 MT per hari,” ujar Area Manager Comm, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Kamis (19/2/2026).
Lonjakan konsumsi LPG tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat saat Ramadan. Selain kebutuhan rumah tangga untuk sahur dan berbuka, sektor usaha mikro serta pelaku usaha kuliner juga turut mendorong kenaikan permintaan.
Fahrougi menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif agar distribusi tetap berjalan lancar. Pertamina Patra Niaga memastikan stok LPG berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
“Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan stok dan distribusi LPG dalam kondisi aman serta mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Kami juga terus meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, Agen LPG serta Pangkalan untuk menjaga kelancaran distribusi LPG,” katanya.
Dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah ini, perusahaan juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG 3 kilogram sesuai peruntukannya.
LPG bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, sehingga pembelian dianjurkan dilakukan di pangkalan resmi agar harga sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Untuk memudahkan akses informasi, masyarakat dapat mengecek lokasi pangkalan resmi terdekat melalui laman https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi penyimpangan distribusi dan memastikan LPG bersubsidi tepat sasaran.
Di sisi lain, bagi konsumen LPG non-subsidi Bright Gas, tersedia promo khusus selama periode ini. Pengguna Bright Gas 5,5 kilogram dan Bright Gas 12 kilogram dapat menikmati penawaran menarik di outlet resmi Bright Gas.
Melalui metode pembayaran MyPertamina LinkAja, pelanggan berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp25 ribu serta tambahan poin MyPertamina.
Pertamina Patra Niaga juga membuka ruang partisipasi publik untuk mengawasi distribusi LPG bersubsidi. Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan dapat melaporkannya melalui Pertamina Call Center di nomor 135.
Dengan proyeksi kenaikan konsumsi LPG sebesar 3,8 persen selama Ramadan 1447 Hijriah, kesiapan distribusi dan pengawasan menjadi kunci agar kebutuhan energi masyarakat di wilayah Sumbagut tetap terpenuhi tanpa hambatan. (red)















