Sumbardaily.com, Padang - Di tengah diperketatnya standar nasional penilaian kebersihan, Kota Padang tetap menunjukkan daya saingnya.
Meski tak ada satu pun daerah di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura tahun ini, Padang justru masuk delapan besar nasional dalam pengelolaan sampah dan meraih Sertifikat Adipura.
Capaian tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Kemen LH/BPLH RI) di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri LH/Kepala BPLH RI, Hanif Faisol Nurofiq.
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengatakan, capaian tahun ini memiliki makna khusus. Pasalnya, tidak ada satu pun pemerintah daerah di Indonesia yang mampu menembus ambang batas nilai untuk meraih Piala Adipura maupun Piala Adipura Kencana.
“Tahun ini standar penilaian Adipura diperketat. Nilai kinerja diatas 85 untuk Piala Adipura Kencana, nilai 75 hingga 85 untuk Piala Adipura, nilai 60 sampai 75 untuk Sertifikat Adipura, dan nilai dibawah 60 untuk predikat kota kotor. Dari ratusan daerah di Indonesia, hanya 13 kota dan 22 kabupaten yang menerima penghargaan,” ujarnya.
Dengan nilai 71,44, Padang berada di posisi ke-8 nasional dalam kategori pengelolaan sampah. Angka tersebut menempatkan Padang dalam kelompok daerah dengan kinerja terbaik secara nasional pada tahun ini.
“Tidak ada satupun daerah di Indonesia yang berhasil menembus nilai kinerja 75. Artinya, tidak ada penerima Piala Adipura Kencana maupun Piala Adipura tahun ini. Dengan demikian, Sertifikat Adipura menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional pada tahun ini,” katanya
Capaian ini menjadi penegasan bahwa sistem pengelolaan sampah di Padang berada pada jalur yang benar. Meski demikian, tantangan masih terbentang.
Saat ini, sekitar 73,25 persen sampah di Padang masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara itu, target nasional mensyaratkan angka tersebut ditekan hingga di bawah 30 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi pengelolaan sampah berbasis pengurangan dan pengolahan di sumber masih harus terus diperkuat. Pemerintah Kota Padang menilai, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk pembenahan berkelanjutan.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga kebersihan kota.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga kebersihan kota ini, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Pengelola Sampah (LPS), Bank Sampah, serta seluruh masyarakat Kota Padang yang terus berkontribusi menjaga kebersihan kota,” tuturnya. (red)















