Setiap Sabtu KAI Sumbar Turun ke Perlintasan, Petugas Jaga Lintasan Diuji Kesiapannya

Petugas KAI melakukan pemeriksaan Petugas Jaga Lintasan di perlintasan sebidang Sumatera Barat.

KAI Divre II Sumatera Barat (Sumbar) melakukan Tilik Petugas Jaga Lintasan untuk memastikan kesiapan personel dan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang. (Dok. KAI)

Sumbardaily.com - Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh kondisi rangkaian dan jalur rel. Di perlintasan sebidang, kesiapan Petugas Jaga Lintasan (PJL) menjadi salah satu bagian penting yang terus diawasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar).

Untuk memastikan pengamanan di titik-titik perlintasan berjalan sesuai standar, KAI Divre II Sumatera Barat menjalankan program Tilik Petugas Jaga Lintasan (PJL).

Kegiatan ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya, termasuk memastikan petugas menjalankan tugas berdasarkan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Pengawasan tersebut bukan sekadar pemeriksaan administratif. Manajemen KAI ingin memastikan aturan keselamatan yang tertulis benar-benar diterapkan ketika petugas menjalankan tugas sehari-hari.

Kondisi di lapangan sekaligus menjadi dasar untuk menemukan potensi risiko yang membutuhkan penanganan lebih cepat.

Tilik PJL dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu. Kegiatan ini melibatkan pimpinan unit dan jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar dari berbagai unsur kerja. Tidak hanya personel yang berkaitan langsung dengan operasional dan teknis, unsur administrasi juga ikut dilibatkan.

Pola tersebut dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya urusan satu bagian.

Seluruh insan KAI memiliki tanggung jawab dalam mengenali persoalan dan memastikan setiap potensi risiko mendapatkan perhatian.

Dalam pelaksanaannya, Tilik PJL dibagi ke dalam lima kelompok yang membawa nilai budaya kerja CITAR, yakni Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, dan Responsibility.

Masing-masing kelompok beranggotakan sedikitnya lima orang dari unsur manajemen KAI Divre II Sumbar.

Setiap kelompok melakukan pemeriksaan sekurang-kurangnya di tiga lokasi. Salah satunya dilakukan Kelompok Integritas yang kali ini menyambangi Stasiun Pauh Lima, JPL 08 Koto Luar dan PJL 07 Pauh Lima.

Di lokasi tersebut, tim tidak hanya melihat keberadaan petugas. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati kesiapan PJL secara langsung sekaligus mengecek lingkungan dan fasilitas yang menunjang pengamanan perlintasan.

Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pemeriksaan. Di antaranya kehadiran dan kesiapan Petugas Jaga Lintasan, kelengkapan peralatan keselamatan, kondisi pos jaga, hingga pemahaman petugas terhadap prosedur kerja.

Tim juga melihat bagaimana pengamanan dilaksanakan ketika kereta api akan melintas.

Dengan pemeriksaan langsung tersebut, kondisi yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pemberian penguatan dan pembinaan jika terdapat bagian yang perlu diperbaiki.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya mengatakan, pengawasan secara langsung dibutuhkan agar standar keselamatan tidak hanya menjadi aturan tertulis, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional KAI. Karena itu, kami perlu memastikan secara langsung bahwa prosedur yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan di lapangan. Tilik PJL memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melihat kondisi aktual, menemukan potensi risiko, dan mengambil langkah perbaikan secara lebih cepat dan tepat,” katanya, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Lutfi, pemeriksaan lapangan juga diarahkan untuk membangun pola kerja yang bersifat preventif.

Temuan yang diperoleh tidak semata-mata dipandang sebagai kekurangan, tetapi sebagai informasi yang dapat digunakan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keselamatan.

“Kami ingin membangun budaya keselamatan yang kuat melalui kepedulian dan kepekaan seluruh jajaran. Setiap orang harus mampu mengenali potensi risiko di lingkungan kerjanya, menyampaikan temuan, dan memastikan tindak lanjutnya," ucapnya.

Dengan begitu, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas yang berada di garis depan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab seluruh insan KAI,” kata Lutfi.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, Tilik PJL juga menjadi instrumen untuk melihat kesiapan petugas dalam menjalankan fungsi pengamanan perlintasan secara disiplin dan sesuai ketentuan.

“PJL memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kesiapan personel, penguasaan prosedur, serta kondisi fasilitas pendukung perlu dipastikan secara berkala. Melalui Tilik PJL, pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi sehingga manajemen dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai pelaksanaan tugas,” katanya.

Menurut Reza, pengawasan tersebut tidak berhenti setelah tim selesai melakukan pemeriksaan. Hasil Tilik PJL didokumentasikan dan diteruskan kepada unit yang berkaitan untuk ditindaklanjuti.

Tindak lanjut dapat berupa pembenahan fasilitas, penyempurnaan pelaksanaan tugas, maupun pembinaan terhadap petugas apabila ditemukan hal-hal yang membutuhkan perbaikan. Dengan demikian, temuan di lapangan tidak hanya menjadi catatan, tetapi memiliki konsekuensi berupa tindakan perbaikan.

“Setiap catatan dilapangan harus menghasilkan tindak lanjut. Karena itu, hasil Tilik PJL menjadi bagian dari proses evaluasi manajemen untuk memastikan perbaikan benar-benar dilaksanakan. Dengan mekanisme tersebut, pengawasan dapat berjalan dalam satu siklus yang jelas, mulai dari pemeriksaan, pencatatan, tindak lanjut, hingga evaluasi,” ujar Reza.

Selain Tilik PJL, KAI Divre II Sumbar secara berkelanjutan melakukan sejumlah upaya lain untuk memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang.

Langkah tersebut meliputi pemeriksaan rutin, pembinaan petugas, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

KAI juga mengingatkan pengguna jalan agar tidak mengabaikan keselamatan ketika berada di perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta berhenti terlebih dahulu, melihat kondisi sekitar, dan memastikan situasi aman sebelum melintas.

Masyarakat juga wajib mematuhi rambu-rambu serta ketentuan lalu lintas dan tidak menerobos ketika kereta api akan melintas. (*)

Baca Juga

KAI Divre II Sumbar bersama RSU Bunda Padang menggelar edukasi kesehatan tentang gejala dan pencegahan stroke bagi pekerja.
Klinik Mediska Padang Gandeng RSU Bunda, Pekerja KAI Dibekali Cara Kenali Gejala Stroke
Petugas Jaga Lintasan mengikuti pelatihan kompetensi KAI Divre II Sumbar untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Ada 37 PJL Baru di Sumbar, KAI Perketat Kompetensi hingga Proses Sertifikasi
72 personel security KAI Divre II Sumbar mengikuti kegiatan Pembinaan Security Tahun 2026 dan latihan untuk meningkatkan kedisiplinan serta kesiapsiagaan.
KAI Divre II Sumbar Gembleng 72 Security, Ada Long March Delapan Kilometer untuk Uji Fisik dan Mental
KAI Divre II Sumbar Perkuat Sinergitas dan Koordinasi dengan Kodaeral II Padang
KAI Divre II Sumbar Perkuat Sinergitas dan Koordinasi dengan Kodaeral II Padang
Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Inklusif dan Ramah Muslim di Stasiun Padang, Dukung Pariwisata Sumbar
Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Inklusif dan Ramah Muslim di Stasiun Padang, Dukung Pariwisata Sumbar
Penumpang menggunakan layanan kereta api KAI Divre II Sumbar pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Sumatera Barat.
Kereta Api jadi Pilihan Warga Saat Maulid Nabi Muhammad SAW, KA Pariaman Ekspres Angkut 5.296 Pelanggan