Sumbardaily.com - Ancaman stroke menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kesehatan pekerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar).
Bukan hanya memperluas akses pengobatan, KAI kini mendorong pekerja agar mampu mengenali gejala stroke sejak awal sehingga pertolongan medis dapat segera diberikan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama KAI Divre II Sumbar dengan RSU Bunda Padang. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung pada Senin (31/8/2026) di Ruang Rapat Buya Hamka.
Kegiatan itu turut dihadiri Comercial Dept Head RS Bunda Padang Farah Kemala Putri, Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang dr Akmal, serta jajaran RSU Bunda Padang.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan yang dijalankan melalui Klinik Mediska Padang. Klinik milik KAI tersebut didukung tenaga kesehatan profesional dan fasilitas pelayanan yang memadai.
Klinik Mediska Padang juga telah berstatus Akreditasi Paripurna sehingga diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan, kolaborasi dengan RSU Bunda Padang diharapkan dapat membuat akses layanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat menjadi lebih mudah, cepat dan berkualitas.
“Kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KAI. Melalui kerja sama dengan RSU Bunda Padang, kami berharap akses terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan rujukan dan pemeriksaan lanjutan, dapat semakin mudah bagi para pekerja dan masyarakat," katanya, Selasa (1/9/2026).
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama. KAI Divre II Sumbar juga menghadirkan edukasi kesehatan dengan materi yang secara khusus membahas stroke. Penyuluhan diberikan oleh dr. Akmal selaku Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang.
Dalam penyuluhan tersebut, para pekerja mendapatkan penjelasan mengenai gejala stroke, berbagai faktor risikonya, langkah pencegahan, hingga pentingnya mengenali tanda-tanda awal penyakit tersebut.
Pesan yang disampaikan dokter menjadi penting karena stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Menurut dr. Akmal, kemampuan mengenali gejala sejak dini dapat menjadi salah satu faktor penting agar seseorang tidak terlambat memperoleh pertolongan medis.
“Stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Semakin cepat gejala dikenali dan pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk meminimalkan dampak yang lebih serius. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali tanda-tanda awal stroke dan tidak menunda untuk mendapatkan pertolongan apabila gejala tersebut muncul,” ucap dr Akmal.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para pekerja dapat berkonsultasi mengenai kesehatan saraf, faktor risiko stroke, langkah pencegahan, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika menemukan gejala stroke, baik pada diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Penguatan layanan kesehatan KAI Divre II Sumbar juga tidak hanya mengandalkan Klinik Mediska Padang dan kerja sama dengan RSU Bunda Padang. KAI telah membangun jejaring dengan sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Barat.
Rumah sakit yang telah menjadi bagian dari jejaring tersebut meliputi RSUP Dr M Djamil Padang, RS Siti Hawa, RSIA CICIK, RS Semen Padang Hospital, RS Siti Rahmah, RST Reksodiwiryo, RS Naili DBS, RS Universitas Andalas, RS Mutiara Bunda, RSIA Restu Ibu, RS Aisyiyah, RS TMC Pariaman dan RS Hermina.
Jaringan pelayanan itu kemudian diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah provider optik. Tiga provider yang disebutkan dalam penguatan layanan tersebut yakni Padang Optical, Optik Surya Pariaman dan Optik Mulia Lubuk Alung.
Perluasan jejaring tersebut diharapkan memberikan lebih banyak kemudahan bagi pekerja dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Reza mengatakan, pengelolaan kesehatan pekerja tidak cukup hanya mengandalkan tindakan medis ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, aspek promotif dan preventif juga perlu diperkuat melalui edukasi kesehatan.
“Kami ingin layanan kesehatan bagi pekerja tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan. Kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan dan provider merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan pekerja yang semakin lengkap,” tambah Reza.
KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan pekerja. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan fasilitas kesehatan, memperluas jejaring rujukan, serta menjalankan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, tetapi juga mendukung produktivitas dan kesejahteraan para pekerja.
Dengan terjalinnya kerja sama KAI Divre II Sumbar dan RSU Bunda Padang, akses terhadap layanan kesehatan diharapkan semakin mudah. Di sisi lain, edukasi mengenai stroke diharapkan membuat pekerja lebih tanggap ketika menemukan gejala penyakit tersebut.
Kesadaran untuk mengenali gejala sejak dini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. Dengan demikian, layanan kesehatan tidak semata-mata hadir ketika penyakit sudah terjadi, tetapi juga berperan dalam mendorong pekerja menerapkan pola hidup sehat dan lebih cepat mengambil tindakan ketika muncul tanda-tanda gangguan kesehatan, termasuk stroke. (*)
















