Sumbardaily.com - Kebiasaan merokok tidak hanya menjadi persoalan kesehatan pribadi. Bagi pekerja perkeretaapian, kondisi kesehatan juga berkaitan dengan kesiapan fisik, konsentrasi, produktivitas hingga keselamatan dalam menjalankan tugas. Hal tersebut menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar).
KAI Divre II Sumbar menggelar sosialisasi kesehatan bertajuk “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok” pada Jumat (21/8/2026) siang. Kegiatan yang dilaksanakan secara tatap muka itu berlangsung di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda penyampaian informasi kesehatan. Para pekerja mendapatkan pemahaman mengenai risiko kebiasaan merokok, tanda-tanda yang perlu diwaspadai terkait gangguan paru, serta pentingnya melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini.
Sosialisasi diikuti Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, jajaran manajemen, serta para pekerja Divre II Sumbar. Materi kesehatan disampaikan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr Sabrina Ermayanti.
Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan, kesehatan pekerja memiliki posisi penting dalam menunjang aktivitas perusahaan.
Menurutnya, pekerja yang menjaga kondisi kesehatan akan lebih mampu menjalankan tugas sekaligus mendukung produktivitas dan keselamatan kerja.
“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” kata Lutfi.
Dalam pemaparannya, dr Sabrina Ermayanti membahas kanker paru mulai dari faktor risiko hingga gejala yang patut diperhatikan.
Dampak kebiasaan merokok terhadap paru-paru maupun organ tubuh lainnya juga menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada peserta.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai upaya pencegahan serta pentingnya deteksi dini. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kondisi kesehatan dapat dikenali lebih awal dan gejala yang berpotensi berhubungan dengan gangguan paru tidak diabaikan.
Edukasi ini diarahkan agar pekerja tidak hanya mengetahui bahaya merokok secara umum, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menilai kesehatan pekerja mempunyai hubungan erat dengan kualitas pelaksanaan tugas. Terlebih, operasional perkeretaapian membutuhkan kondisi fisik yang siap, konsentrasi serta kedisiplinan.
“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” ujarnya.
Menurut Reza, pengetahuan mengenai kesehatan tidak cukup diberikan hanya sekali. Edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar pekerja semakin memahami risiko penyakit sekaligus terdorong menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” kata Reza.
Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta dapat berkonsultasi serta menyampaikan pertanyaan mengenai kesehatan paru, risiko merokok, dan berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah penyakit paru.
Agar kegiatan berlangsung lebih interaktif, KAI Divre II Sumbar juga menghadirkan kuis edukatif bagi peserta. Dengan pola tersebut, informasi mengenai bahaya merokok dan kanker paru-paru diharapkan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam keseharian.
"Edukasi kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, aman dan produktif. Kesadaran pekerja terhadap kondisi kesehatan juga ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan operasional perkeretaapian," katanya.
Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja.
Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung kesejahteraan pekerja sekaligus membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif dan memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi.
"Perhatian terhadap kesehatan pekerja tidak hanya berdampak pada individu. Kondisi pekerja yang sehat diharapkan turut menjaga konsentrasi, stamina, produktivitas serta kualitas pelayanan kepada pelanggan. Hal itu menjadi bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar mendukung layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat bagi masyarakat," imbuh Reza. (*)















