Becak Elektrik Hybrid Solar Panel Dikembangkan Mahasiswa Universitas Bung Hatta

Becak Elektrik Hybrid Solar Panel Dikembangkan Mahasiswa Universitas Bung Hatta

Becak Elektrik Hybrid Solar Panel Dikembangkan Mahasiswa Universitas Bung Hatta. (Foto: UBH)

Sumbardaily.com - Mahasiswa dan dosen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengembangkan inovasi kendaraan ramah lingkungan melalui Becak Elektrik Hybrid Solar Panel. Kendaraan tersebut dirancang dengan menggabungkan tenaga baterai dan energi matahari sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan.

Inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel itu dikembangkan melalui proses konversi kendaraan sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bertenaga listrik. Sistem penggeraknya menggunakan motor Brushless Direct Current (BLDC), sedangkan baterai menjadi sumber energi utama kendaraan.

Dosen pengampu sekaligus pembimbing mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Bung Hatta, Dr. Hidayat, S.T., M.T., IPM, mengatakan pengembangan kendaraan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Inovasi, Riset Pengabdian Masyarakat dan Kemitraan.

Menurut Hidayat, konsep kendaraan tersebut tidak hanya berfokus pada pengalihan sumber tenaga dari bahan bakar minyak ke listrik. Tim juga menambahkan solar panel untuk membantu pengisian baterai sehingga kendaraan memiliki potensi jarak tempuh yang lebih jauh.

“Konsep utama penelitian dan pengembangan ini adalah melakukan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik dengan memanfaatkan motor BLDC dan baterai, solar panel ditambahkan sebagai sumber energi untuk membantu pengisian baterai sehingga dapat meningkatkan jarak tempuh kendaraan,” ujar Hidayat, dilansir Jumat (21/8/2026).

Motor BLDC dipilih sebagai sistem penggerak karena dinilai memiliki sejumlah keunggulan untuk kebutuhan kendaraan listrik. Motor tersebut memiliki efisiensi yang baik, konstruksi relatif sederhana, serta membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan motor yang menggunakan mesin pembakaran internal.

Sementara itu, keberadaan solar panel menjadi bagian penting dari sistem hybrid yang dirancang tim Universitas Bung Hatta. Panel surya dipasang pada kendaraan untuk menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Energi yang dihasilkan dari solar panel selanjutnya dimanfaatkan untuk membantu menyuplai atau mengisi sistem baterai kendaraan. Dengan mekanisme tersebut, kendaraan tidak sepenuhnya bergantung pada energi yang tersimpan di dalam baterai.

Pemanfaatan energi matahari juga diharapkan dapat membantu memperpanjang jarak tempuh kendaraan. Manfaat tersebut terutama dapat diperoleh ketika kendaraan digunakan dalam kondisi yang memungkinkan solar panel mendapatkan paparan sinar matahari secara optimal.

Pengembangan Becak Elektrik Hybrid Solar Panel sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa. Rijli Khaira dan Rivo Yuhaldi, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Bung Hatta, terlibat langsung dalam berbagai tahapan pengembangan kendaraan.

Keterlibatan mahasiswa mencakup proses perancangan, konversi sistem penggerak, pemasangan komponen kelistrikan hingga pengujian kendaraan. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan.

Pengalaman tersebut mencakup bidang kelistrikan dan elektronika daya, termasuk penerapan teknologi kendaraan listrik, sistem baterai, motor BLDC serta energi surya. Seluruh komponen tersebut diterapkan dalam sebuah produk nyata yang dikembangkan melalui kegiatan penelitian.

Hidayat menilai kendaraan listrik yang memanfaatkan energi terbarukan masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Menurut dia, konsep tersebut dapat diarahkan untuk kendaraan yang digunakan dalam mobilitas jarak pendek, khususnya di kawasan perkotaan.

“Ke depan, sistem ini masih dapat dikembangkan, baik dari sisi kapasitas baterai, efisiensi motor, kapasitas solar panel, sistem manajemen baterai maupun sistem monitoring berbasis IoT. Dengan pengembangan lebih lanjut, kendaraan seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” jelasnya dikutip Jumat (21/8/2026).

Pengembangan kendaraan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Universitas Bung Hatta mendorong riset terapan yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Dukungan pendanaan dari LPPM Universitas Bung Hatta menjadi salah satu faktor yang membantu pelaksanaan penelitian hingga menghasilkan prototipe teknologi.

Kehadiran prototipe Becak Elektrik Hybrid Solar Panel tidak hanya diarahkan sebagai sarana penelitian dan pembelajaran. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi embrio pengembangan kendaraan listrik sederhana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Penggunaan motor BLDC sebagai penggerak dan solar panel sebagai sumber energi tambahan juga menjadi bagian dari konsep pemanfaatan energi terbarukan. Pengembangan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil yang selama ini digunakan pada kendaraan konvensional.

Tim peneliti selanjutnya berencana melakukan pengembangan dan pengujian lanjutan terhadap kendaraan tersebut. Pengujian akan dilakukan untuk mengetahui performa kendaraan, tingkat efisiensi energi, kontribusi solar panel terhadap pengisian baterai serta peningkatan jarak tempuh yang dapat diperoleh.

Kolaborasi dosen dan mahasiswa diharapkan membuat inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel tidak berhenti pada tahap prototipe penelitian. Teknologi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan hingga memiliki nilai manfaat, nilai ekonomi dan peluang penerapan di tengah masyarakat.

Melalui pengembangan kendaraan berbasis motor BLDC, baterai dan energi matahari, Universitas Bung Hatta mendorong lahirnya inovasi teknologi yang menggabungkan kebutuhan pembelajaran dengan pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Konsep tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat terus dikaji untuk mendukung mobilitas jarak pendek dengan pemanfaatan energi terbarukan. (*)

Baca Juga

Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp107,34 Juta, Jemaah Bayar 40 Persen
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp107,34 Juta, Jemaah Bayar 40 Persen
Truk Tronton Thermo King masuk jurang di kawasan Lembah Anai setelah menabrak pembatas jalan saat menghindari kendaraan di depannya.
Truk Masuk Jurang di Lembah Anai usai Hindari Kendaraan Lain, Satu Orang Meninggal Dunia
Dokter Aisah Dahlan: Memahami Perkembangan Otak Bantu Orang Tua Mendidik Anak
Dokter Aisah Dahlan: Memahami Perkembangan Otak Bantu Orang Tua Mendidik Anak
Bukittinggi Kirim Dua Perwakilan ke MTQ Nasional Korpri ke-8 di Makassar
Bukittinggi Kirim Dua Perwakilan ke MTQ Nasional Korpri ke-8 di Makassar
Fadly Amran Serukan Donasi untuk Korban Gempa NTT, Kenang Kebaikan yang Diterima Padang pada 2009
Fadly Amran Serukan Donasi untuk Korban Gempa NTT, Kenang Kebaikan yang Diterima Padang pada 2009
Sumbar Masuk Wilayah dengan Prediksi Hujan di Bawah Normal pada Akhir Agustus
Sumbar Masuk Wilayah dengan Prediksi Hujan di Bawah Normal pada Akhir Agustus