Dokter Aisah Dahlan: Memahami Perkembangan Otak Bantu Orang Tua Mendidik Anak

Sumbardaily.com – Memahami cara kerja otak anak dinilai dapat membantu orang tua menentukan pola komunikasi dan pengasuhan yang lebih tepat. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam seminar spesial Dies Natalis ke-70/Lustrum XIV Universitas Andalas (Unand) yang menghadirkan praktisi Neuroparenting Skill, dr. Aisah Dahlan.

Seminar bertema “70 Tahun Mencerdaskan Bangsa: Menyeimbangkan Peran Akademik, Profesional, dan Keluarga” tersebut digelar di Auditorium Unand, Kamis (20/8/2026). Kegiatan itu tidak hanya membahas pendidikan dalam konteks akademik, tetapi juga mengangkat persoalan pengasuhan, komunikasi dalam keluarga, hingga tantangan menjalankan peran profesional dan keluarga secara bersamaan.

Dalam pemaparannya, Aisah Dahlan mengenalkan konsep neuroparenting, yakni pendekatan pengasuhan yang mempertimbangkan cara kerja dan perkembangan otak. Menurutnya, pengetahuan mengenai perkembangan otak dapat menjadi dasar bagi orang tua dalam memahami kebutuhan anak sekaligus memilih pola komunikasi yang sesuai.

Pendekatan tersebut membuat proses mendidik anak tidak semata-mata bertumpu pada aturan atau tuntutan orang tua. Pemahaman mengenai tahapan perkembangan anak justru dapat membantu orang tua menyesuaikan cara berkomunikasi dan memberikan pendidikan berdasarkan kondisi perkembangan mereka.

Salah satu hal yang ditekankan Aisah adalah pentingnya meninggalkan pola pengasuhan yang mengandalkan kekerasan. Cara tersebut dinilai perlu digantikan dengan pendekatan yang lebih lembut dan disesuaikan dengan perkembangan anak.

“Sekarang kita sebaiknya memperlakukan anak dengan lembut sesuai dengan perkembangan zaman,” jelasnya, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut Aisah, pemahaman orang tua terhadap perkembangan otak menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana anak diperlakukan. Orang tua perlu memahami bahwa kemampuan anak dalam berpikir, merespons aturan, maupun mengambil keputusan berkembang secara bertahap.

Pentingnya Memahami Prefrontal Cortex

Dalam seminar tersebut, Aisah juga menjelaskan mengenai perkembangan prefrontal cortex yang berkaitan dengan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. Pemahaman mengenai bagian otak tersebut dinilai dapat membantu orang tua melihat perilaku anak berdasarkan tahap perkembangannya.

Dengan memahami perkembangan tersebut, orang tua dapat menyesuaikan harapan terhadap anak. Begitu pula dengan penerapan aturan dan cara mendisiplinkan anak yang seharusnya disesuaikan dengan tahapan perkembangan mereka.

Pembahasan mengenai neuroparenting menjadi salah satu bagian penting dalam seminar karena pengasuhan tidak terlepas dari proses komunikasi antara orang tua dan anak. Pendekatan yang memahami perkembangan otak diharapkan dapat membantu orang tua membangun interaksi yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak.

Tidak hanya hubungan antara orang tua dan anak, Aisah turut membahas karakteristik laki-laki dan perempuan dalam berkomunikasi. Perbedaan tersebut menurutnya perlu dipahami dalam kehidupan keluarga agar komunikasi antara pasangan dapat berjalan dengan lebih baik.

Pemahaman terhadap karakteristik komunikasi laki-laki dan perempuan dinilai penting karena perbedaan cara berkomunikasi dapat memunculkan kesalahpahaman. Jika tidak dipahami dengan baik, persoalan komunikasi tersebut dapat berkembang menjadi konflik dalam rumah tangga.

Karena itu, wawasan mengenai komunikasi keluarga menjadi bagian dari pembahasan seminar yang dirancang untuk memberikan perspektif lebih luas kepada peserta mengenai kehidupan keluarga.

Unand Soroti Tantangan Menjalankan Banyak Peran

Kegiatan seminar sekaligus menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan mengenai pengasuhan, komunikasi keluarga, serta upaya menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik, profesional, dan keluarga.

Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D., dalam sambutannya mengatakan keseimbangan antara ketiga peran tersebut bukan persoalan sederhana. Tantangan itu dapat dirasakan banyak orang, termasuk sivitas akademika yang dalam kesehariannya menjalankan berbagai tanggung jawab.

Menurut Efa, pencapaian dalam kehidupan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan akademik maupun profesional. Kemampuan membangun dan menjaga keluarga juga menjadi bagian penting dalam kehidupan.

“Bagaimana menyeimbangkan peran akademik, peran profesional, dan peran keluarga. Ini tidak mudah. Kita sendiri mengalaminya,” ujarnya.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi dapat memberikan bekal yang dapat digunakan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Wawasan yang diperoleh diharapkan membantu peserta ketika menjalankan berbagai peran sekaligus.

Efa menyebut tantangan tersebut dapat dirasakan seseorang ketika harus menjalankan peran sebagai anggota keluarga sekaligus memiliki tanggung jawab dalam lingkungan akademik maupun profesional.

“Semoga seminar ini memberi bekal yang nyata bagi kita semua untuk menjalankan peran ganda, sebagai ayah, sebagai dosen, sebagai ibu, sebagai dekan, sebagai direktur. Ini merupakan peran yang sangat challenging, enggak mudah menyeimbangkan peran-peran yang kita jalankan,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keseimbangan antara kehidupan akademik, pekerjaan, dan keluarga menjadi persoalan yang relevan bagi sivitas akademika. Kesibukan menjalankan tanggung jawab profesional tetap perlu diiringi perhatian terhadap kehidupan keluarga.

Tantangan Keluarga di Tengah Era Digital

Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Harneli Mahyeldi menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga pada era digital. Perkembangan zaman membawa berbagai persoalan yang dinilai dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Menurut Harneli, keluarga perlu terus dibangun sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh anggotanya. Keharmonisan rumah tangga juga menjadi salah satu hal yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

“Kita sangat menginginkan bahwasannya rumah tangga kita adalah rumah tangga yang selalu romantis, selalu aman, selalu nyaman. Kita menginginkan bahwasannya rumah tangga kita bukan hanya sampai di dunia saja, tapi sampai akhirat kelak,” ujar Harneli.

Harneli juga mendorong peserta seminar untuk tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengetahuan mengenai keluarga dan pengasuhan akan lebih bermakna apabila dapat dipraktikkan dalam lingkungan keluarga masing-masing.

Ia turut membagikan sejumlah praktik yang telah dipelajarinya dari dr. Aisah Dahlan. Beberapa di antaranya adalah memperbanyak senyum dan tawa bersama keluarga, melakukan aktivitas fisik, serta memberikan sentuhan kasih sayang.

Praktik sederhana tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya membangun interaksi positif di dalam keluarga. Dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, ilmu yang diperoleh dari seminar diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan bagi peserta.

“Ilmu yang kita dapatkan nanti harus kita sampaikan kepada suami-suami kita di rumah. Nanti insyaallah ilmu itu bisa kita terapkan sehingga keluarga-keluarga kita bisa menjadi keluarga yangbahagia, bukan hanya di dunia, tapi juga insyaallah sampai ke surga,” tuturnya. (*)

Baca Juga

Penelitian Unand Temukan Perbedaan Cara Petani Sumbar dan Sulsel Lawan Perubahan Iklim
Penelitian Unand Temukan Perbedaan Cara Petani Sumbar dan Sulsel Lawan Perubahan Iklim
Kesenjangan MBG dan Hulu Masalah Gizi, Guru Besar Unand Soroti Pentingnya 1.000 HPK
Kesenjangan MBG dan Hulu Masalah Gizi, Guru Besar Unand Soroti Pentingnya 1.000 HPK
Ekonomi Sumbar Melambat ke 4,54 Persen, Bisakah Keluar dari Perlambatan Pertumbuhan?
Ekonomi Sumbar Melambat ke 4,54 Persen, Bisakah Keluar dari Perlambatan Pertumbuhan?
Unand Terima 7.602 Mahasiswa Baru, Ratusan Dapat Beasiswa KIP-K
Unand Terima 7.602 Mahasiswa Baru, Ratusan Dapat Beasiswa KIP-K
Bukan Cuma Produksi Susu, Perubahan Iklim Juga Ganggu Reproduksi Ternak
Bukan Cuma Produksi Susu, Perubahan Iklim Juga Ganggu Reproduksi Ternak
Terungkap Dinamika Batang Kuranji Usai Banjir Padang, dari Degradasi Hulu hingga Sedimentasi
Terungkap Dinamika Batang Kuranji Usai Banjir Padang, dari Degradasi Hulu hingga Sedimentasi