Sumbardaily.com – Kekalahan Semen Padang FC dari Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 kembali menyorot rapuhnya posisi Kabau Sirah di papan bawah klasemen. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (5/4/2026) malam, tim tuan rumah harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 0-2.
Dua gol kemenangan Persib Bandung masing-masing dicetak oleh Ramon Tanque pada menit ke-32 dan kembali menggandakan keunggulan di menit ke-70. Hasil ini membuat Semen Padang FC gagal meraih poin penting untuk keluar dari tekanan zona merah.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan masyarakat Padang atas hasil yang tidak sesuai harapan tersebut.
“Saya minta maaf untuk para suporter dan masyarakat Padang karena kita tidak bisa mendapatkan tiga poin. Ini yang saya sebut bahwa tiap laga adalah berbeda. Kita tahu seperti apa Persib. Setelah pulang dari Yogyakarta (usai laga lawan PSBS Biak), kita sudah siapkan perencanaan lawan Persib. Tapi inilah sepakbola,” ujar Imran Nahumarury.
Meski kalah tanpa mampu mencetak gol, Imran tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya saat menghadapi Persib Bandung yang dikenal sebagai salah satu tim kuat di kompetisi tersebut.
“Saya bangga pada rekan-rekan pemain yang sudah berjuang. Laga ini adalah laga yang sulit, namun mereka sudah berusaha keras menciptakan peluang,” katanya.
Ia juga menyoroti sejumlah peluang yang gagal dimaksimalkan menjadi gol. Menurutnya, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki tim.
“Dalam sepakbola, tidak penting berapa peluang yang tercipta, terpenting adalah berapa gol yang bisa dicetak. Kita akan terus memperbaiki diri,” tegasnya.
Imran Nahumarury memastikan bahwa Semen Padang FC tidak akan menyerah meski situasi semakin sulit. Ia menegaskan tim akan terus berjuang maksimal di sisa pertandingan musim ini.
“Dan untuk laga-laga berikutnya yang makin krusial, kami akan terus berjuang untuk dapat memberikan yang terbaik hingga laga terakhir,” pungkasnya.
Kekalahan dari Persib Bandung membuat posisi Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Jumlah tersebut sama dengan Madura United FC yang berada satu tingkat di atasnya, yakni posisi ke-16.
Persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/2026 pun semakin ketat. Persijap Jepara dan Persis Solo yang menempati peringkat ke-14 dan ke-15 masing-masing baru mengumpulkan 21 poin. Sementara itu, PSBS Biak yang berada di dasar klasemen atau peringkat ke-18 mengoleksi 18 poin.
Dengan selisih poin yang tipis, peluang untuk keluar dari zona degradasi masih terbuka. Namun, Semen Padang FC dituntut untuk segera bangkit dan meraih hasil positif pada laga-laga berikutnya jika ingin bertahan di kompetisi kasta tertinggi tersebut. (*)
















