Sumbardaily.com - Andre Rosiade mengawal percepatan pembangunan infrastruktur Sumatera Barat setelah kembali bertemu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Sejumlah ruas jalan, jembatan, hingga penanganan sungai masuk dalam pembahasan untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur di Sumbar.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum pada Rabu (12/8/2026). Dalam pertemuan itu, Andre membahas sejumlah program pembangunan yang dinilai penting untuk Sumatera Barat, termasuk realisasi dana rehabilitasi dan rekonstruksi atau rehab-rekon yang dijanjikan Presiden Prabowo melalui Kementerian PU.
Andre menyebut anggaran rehab-rekon yang dijanjikan mencapai hampir Rp19 triliun dan ditargetkan terealisasi secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Sebagian anggaran tersebut, kata dia, sudah mulai berjalan pada 2025 dan 2026, sementara pelaksanaan berikutnya diharapkan berlanjut pada 2027 dan 2028.
"Pagi ini 12 Agustus 2026, kita kembali bertemu dengan Menteri PU memperjuangkan berbagai anggaran untuk Sumatera Barat. Mulai dana rehab-rekon ya, tentu bagaimana kita mempercepat bagian jalan, irigasi, maupun pengerukan sungai di Sumatera Barat," kata Andre dalam video yang diunggah di akun Instagramnya.
Dalam pertemuan tersebut, Andre juga menyampaikan sejumlah proyek yang menjadi perhatian untuk dibangun maupun dilanjutkan. Salah satunya adalah ruas Payakumbuh-Sitangkai yang disebut telah selesai melalui program IJD 2025-2026.
Setelah ruas tersebut selesai, pembangunan akan dilanjutkan menuju Sitangkai-Guguk Cino. Ruas tersebut diproyeksikan menjadi akses lanjutan ke arah Batusangkar dan diupayakan mulai dibangun pada 2026-2027.
Andre sebelumnya menyebut pekerjaan Payakumbuh-Sitangkai memiliki nilai Rp75 miliar. "Kelanjutan Payakumbuh-Sitangkai adalah Sitangkai-Guguk Cino. Ini yang kita usahakan di 2026-2027-nya akan segera dibangun," ujarnya.
Selain ruas tersebut, pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok juga menjadi salah satu proyek yang dibahas. Menurut Andre, pembangunan jalan itu diharapkan dapat dimulai pada akhir 2026. Sementara untuk pelaksanaan pada 2027, pihaknya masih menunggu persetujuan IJD dari Menteri PU.
Proyek lain yang disebut adalah ruas Kapujan-Rimbo Data menuju Gerabak Data. Andre mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian dari janji yang dikawal untuk wilayah tersebut. Tahap pertama pembangunan akan diprioritaskan pada ruas Kapujan-Rimbo Data menuju Gerabak Data.
Perhatian juga diarahkan pada sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan maupun terputus. Salah satunya Jembatan Anduriang di Kayu Tanam yang disebut akan dibangun pada 2027 dengan nilai sekitar Rp46 miliar.
"Dan juga untuk masyarakat Pariaman, yang jembatan putus itu Pak, Jembatan Anduriang, itu Pak Menteri juga akan bangun di 2027, itu sekitar 46 miliar," kata Andre.
Jembatan Kalawi-Limau Manis juga masuk dalam daftar infrastruktur yang akan ditangani. Jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana alam dan direncanakan dibangun kembali pada 2027.
Selain itu, terdapat Jembatan Bidan Donna yang sebelumnya menjadi perhatian setelah kondisinya viral. Andre menyebut pembangunan jembatan gantung tersebut sempat belum dapat dilakukan karena persoalan administrasi, termasuk dokumen AMDAL dan izin pinjam pakai hutan.
Menurut dia, persyaratan tersebut kini telah selesai sehingga pembangunan Jembatan Bidan Donna akan dimatangkan dengan harapan dapat dimulai pada awal 2027.
"Karena kemarin tidak bisa/belum dibangun karena kelengkapan administrasinya, AMDAL maupun izin pinjam pakai hutannya belum selesai. Dan ini sudah selesai dan ini kita akan matangkan, mudah-mudahan di awal 2027 bisa dibangun," ujar Andre.
Dalam pembahasan tersebut, percepatan pengerukan sungai di Sumatera Barat juga menjadi salah satu perhatian. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan pembangunan infrastruktur di daerah yang terdampak bencana pada November-Desember harus menjadi prioritas.
Dody menyebut penanganan tersebut mencakup jembatan, jalan, air, dan infrastruktur lainnya. Menurut dia, Aceh dan Sumatera Barat termasuk wilayah yang akan mendapat perhatian dalam program tersebut.
"Saya nambahin enggak terlalu banyak, sesuai dengan arahan Pak Presiden juga bahwa pembangunan di daerah-daerah yang terkena dampak, dampak bencana kemarin bulan November-Desember, harus kita utamakan, terutama jembatan di jalan ya, dan juga air dan seterusnya," kata Dody.
Selain pembangunan fisik, Kementerian PU juga mempertimbangkan penggunaan program padat karya dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. Langkah tersebut dinilai dapat membantu masyarakat sekitar kembali menggerakkan perekonomian setelah terdampak bencana.
Dody mengatakan pengerjaan sejumlah jembatan dan jalan mungkin tidak seluruhnya dapat mengandalkan alat berat. Karena itu, program padat karya akan dimaksimalkan dalam proyek rehab-rekon.
"Dan karena ini dampak bencana, mungkin juga saya akan memperbanyak program padat karya," ujarnya.
Dody menjelaskan masyarakat di daerah terdampak bencana juga perlu mendapat kesempatan untuk kembali bekerja. Keterlibatan warga dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi dinilai menjadi salah satu cara cepat untuk membantu pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Program tersebut akan dilakukan pada tiga provinsi utama yang disebut dalam pembahasan, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam unggahan Instagram yang diposting pada Jumat (14/8/2026), Andre menyampaikan kembali komitmennya untuk mengawal sejumlah proyek tersebut. Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, ia menyebut beberapa proyek yang akan dibangun dan dikawal, yakni ruas Sitangkai-Guguak Cino-Batusangkar, Jalan Lingkar Utara Kota Solok, Kapujan-Rimbo Data di Pesisir Selatan, Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Jembatan Kalawi-Limau Manis, Jembatan Bintang Tujuah, serta Jembatan Gantung dan Jalan Bidan Dona di Pasaman.
Unggahan tersebut dikutip pada Sabtu (15/8/2026). Dalam keterangannya, Andre menyatakan pengawalan dilakukan agar anggaran pembangunan dapat mengalir ke Sumatera Barat dan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
"Baik, terima kasih Pak Menteri. Kita akan kawal bersama-sama Bapak Menteri, program Presiden Prabowo untuk kembali membangun baik Aceh, Sumut, dan Sumbar, terutama dapil saya," kata Andre.
Selain proyek yang disebut secara khusus, Andre mengatakan masih terdapat berbagai pembangunan lain yang akan dikerjakan Kementerian PU di Sumatera Barat. Ia juga menyebut peluang penambahan program Inpres Jalan Daerah untuk Sumbar.
"Kita akan buktikan triliunan rupiah setiap tahun mengucur ke Sumbar untuk membangun dan memperbaiki Sumatera Barat," ujarnya.
Dalam video tersebut juga ditampilkan informasi mengenai pengerjaan Jalan Payakumbuh-Sitangkai oleh PT Putra Hari Mandiri. Selain itu, terdapat peta lokasi penanganan kerusakan Jalan Lubuk Selasih-Surian dengan kode N.053 serta visual wilayah Malalak dan lokasi bencana maupun perbaikan jalan dan jembatan di Sumatera Barat.
Dengan rangkaian program tersebut, pembahasan antara Andre dan Menteri PU mencakup pembangunan jalan baru, kelanjutan ruas jalan, pembangunan kembali jembatan, pengerukan sungai, hingga rehabilitasi infrastruktur yang terdampak bencana. Pelaksanaan sejumlah proyek ditargetkan berlangsung bertahap mulai 2026 hingga 2028. (*)
















