Sumbardaily.com, Padang – Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan transformasi media, masyarakat Indonesia kini semakin mengandalkan media sosial sebagai sarana utama dalam mengakses berita. Beragam platform seperti WhatsApp, YouTube, Facebook, hingga TikTok dan Instagram tidak hanya menjadi ruang berbagi cerita, tetapi telah berevolusi menjadi sumber informasi yang dinamis dan real-time.
Laporan tahunan terbaru dari Reuters Institute mengungkap bahwa WhatsApp masih menjadi media sosial paling populer di kalangan masyarakat Indonesia untuk mengakses berita. Survei yang dilakukan pada Januari–Februari 2025 terhadap 2.028 responden menunjukkan bahwa 43 persen responden memilih WhatsApp sebagai kanal utama untuk membaca berita, meskipun angka ini menurun tiga poin persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain menjadi pintu masuk informasi, WhatsApp juga tercatat sebagai media sosial favorit di Indonesia, dengan tingkat penggunaan mencapai 76 persen. Platform ini dinilai unggul berkat kesederhanaan antarmuka, kecepatan distribusi informasi, serta kemampuan menjangkau lintas usia dan kelompok sosial.
Sementara itu, YouTube berada di posisi kedua, dengan 41 persen responden memanfaatkan platform video ini sebagai sumber berita. Disusul oleh Facebook dengan 39 persen, TikTok sebesar 34 persen, dan Instagram di angka 31 persen. Platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, hanya digunakan oleh 13 persen responden untuk keperluan serupa.
Menariknya, TikTok menunjukkan lonjakan penggunaan tertinggi, naik lima poin persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini menegaskan dominasi TikTok di kalangan pengguna muda yang kini semakin aktif mengakses konten berita berbasis video pendek dan visual yang menarik.
Pergeseran Konsumsi Berita Nasional
Reuters Institute juga mencatat adanya perubahan pola konsumsi berita secara nasional, terutama pasca pemilu 2024 yang menetapkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia. Salah satu temuan penting menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih mengandalkan media sosial dibanding media konvensional, baik cetak maupun televisi.
Meskipun sumber berita utama di Indonesia pada 2025 masih berasal dari media daring (online) dengan dominasi 79 persen, media sosial menempati posisi kedua dengan 57 persen. Sementara itu, televisi hanya digunakan oleh 44 persen responden, dan media cetak berada di posisi terbawah dengan tingkat akses sebesar 10 persen saja.
Dari sisi perangkat yang digunakan untuk mengakses berita, smartphone menjadi alat utama dengan 81 persen responden, disusul komputer sebesar 49 persen, dan tablet di angka 34 persen. Angka-angka ini menunjukkan betapa kuatnya peran teknologi mobile dalam membentuk kebiasaan konsumsi informasi masyarakat modern Indonesia. (pooke)
















