Benarkah Publik Indonesia Tak Lagi Percaya Berita? Ini Temuan Reuters Institute

Benarkah Publik Indonesia Tak Lagi Percaya Berita? Ini Temuan Reuters Institute

Ilustrasi Berita (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com, Padang – Di tengah derasnya arus informasi digital, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap berita menunjukkan kecenderungan stagnan, bahkan cenderung menurun. Laporan terbaru dari Reuters Institute tahun 2025 mengungkapkan bahwa meski akses terhadap informasi kian mudah, persoalan validitas dan kredibilitas berita masih menjadi tantangan besar, terutama di tengah maraknya disinformasi dan hoaks.

Survei yang dilakukan oleh Reuters pada Januari hingga Februari 2025, melibatkan 2.028 responden dari Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi salah satu kanal utama masyarakat dalam mengakses berita, menggeser posisi media cetak dan televisi yang sebelumnya dominan.

Sebanyak 79 persen responden menyebut media online sebagai sumber berita utama mereka, disusul oleh media sosial sebesar 57 persen. Televisi berada di urutan ketiga dengan angka 44 persen, sementara media cetak hanya dimanfaatkan oleh 10 persen responden untuk mengakses informasi.

Namun, peningkatan akses ini tidak serta-merta diiringi dengan peningkatan kepercayaan terhadap berita. Reuters mencatat, tingkat kepercayaan publik terhadap berita pada tahun 2025 hanya mencapai 36 persen, naik tipis dari 35 persen pada 2024. Dalam lima tahun terakhir, kepercayaan ini sempat stabil di angka 39 persen pada 2021 hingga 2023, sebelum mengalami penurunan pada tahun berikutnya.

Informasi Mudah Diakses, Kebenaran Masih Dipertanyakan

Kondisi ini mencerminkan semakin kritisnya masyarakat Indonesia dalam menyikapi berbagai informasi yang mereka terima. Alih-alih menerima informasi secara mentah, publik kini lebih cenderung untuk memverifikasi kebenaran berita sebelum mempercayainya. Namun, rendahnya kepercayaan ini juga menandakan bahwa kualitas dan kredibilitas informasi, terutama dari media sosial, masih belum memenuhi ekspektasi publik.

Disinformasi dan hoaks yang tersebar luas di platform digital turut memperparah situasi. Ketiadaan kontrol redaksional dan lemahnya akuntabilitas pada banyak kanal media sosial membuat masyarakat harus ekstra hati-hati dalam memilih informasi yang akan dipercaya dan dibagikan.

Dalam konteks ini, literasi digital menjadi aspek penting. Kemampuan masyarakat untuk menyaring, mengidentifikasi, dan mengevaluasi berita di era digital sangat dibutuhkan agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi palsu.

Media Sosial Unggul, Tapi Rawan Hoaks

Kecenderungan masyarakat mengandalkan media sosial untuk memperoleh informasi menimbulkan dilema tersendiri. Di satu sisi, media sosial memberikan akses cepat dan luas terhadap beragam berita, tetapi di sisi lain, keabsahan informasi dari platform ini kerap dipertanyakan. Sifat algoritmik yang memperkuat konten populer—tanpa memperhatikan validitasnya—turut mendorong penyebaran berita yang belum tentu akurat.

Kondisi inilah yang menempatkan media sosial sebagai sumber berita yang paling rentan terhadap hoaks, sementara media cetak dan televisi, meski aksesnya menurun, masih dinilai lebih stabil dari sisi kredibilitas.

Jurnalis Masih Dipercaya

Meskipun kepercayaan terhadap media secara umum menurun, persepsi masyarakat terhadap jurnalis justru membaik. Riset dari Ipsos mencatat bahwa tingkat kepercayaan publik Indonesia terhadap jurnalis mencapai 51 persen pada tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang disurvei.

Filipina berada di posisi kedua dengan tingkat kepercayaan 45 persen, diikuti India (43 persen), dan Thailand (42 persen). (pooke)

Baca Juga

Marak Hoaks dan Konten Negatif, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kreator Konten di Sumbar
Marak Hoaks dan Konten Negatif, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kreator Konten di Sumbar
Jembatan Muaro Penjalinan Padang Dipastikan Aman, Isu Retak Hoaks
Jembatan Muaro Penjalinan Padang Dipastikan Aman, Isu Retak Hoaks
Heboh Info One Way Sitinjau Lauik, Ditlantas Polda Sumbar: Itu Hoaks
Heboh Info One Way Sitinjau Lauik, Ditlantas Polda Sumbar: Itu Hoaks
Hoaks Pembaruan Ollin by Nagari Tersebar, Ini Langkah Aman Nasabah
Hoaks Pembaruan Ollin by Nagari Tersebar, Ini Langkah Aman Nasabah
Reuters Institute: WhatsApp Dominasi Akses Berita Publik Indonesia
Reuters Institute: WhatsApp Dominasi Akses Berita Publik Indonesia
Survei Reuters: Politikus, Influencer dan Media Jadi Sumber Utama Hoaks
Survei Reuters: Politikus, Influencer dan Media Jadi Sumber Utama Hoaks