Sumbardaily.com – Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel pada akhir Ramadan 2026 menjadi sorotan dunia, setelah untuk pertama kalinya sejak 1967 akses ke situs suci tersebut diblokir saat momentum Idul Fitri.
Kebijakan ini membuat warga Palestina tidak dapat melaksanakan salat Id di dalam kompleks masjid yang menjadi salah satu tempat suci umat Islam tersebut.
Pada Jumat (20/3/2026) pagi, ratusan jemaah dilaporkan tetap mendatangi kawasan tersebut. Namun, mereka terpaksa melaksanakan salat Id di luar area Masjid Al-Aqsa karena aparat kepolisian Israel memasang barikade dan menutup pintu masuk menuju lokasi.
Penutupan ini disebut berkaitan dengan kekhawatiran keamanan di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sejak 28 Februari 2026, otoritas Israel diketahui telah secara efektif membatasi akses ke kompleks masjid di Yerusalem bagi sebagian besar jemaah Muslim selama Ramadan.
Langkah tersebut memicu reaksi dari warga Palestina yang menilai kebijakan ini bukan sekadar soal keamanan.
Mereka menduga ada strategi lebih luas yang dijalankan Israel untuk memperketat pembatasan serta memperkuat kontrol atas kawasan Masjid Al-Aqsa.
Seorang warga Yerusalem, Hazen Bulbul (48), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi tersebut. Ia menyebut Idul Fitri kali ini sebagai momen yang paling menyedihkan bagi umat Muslim di kota suci tersebut.
“Besok akan menjadi hari paling menyedihkan bagi para jemaah Muslim di Yerusalem,” ujar Hazen Bulbul, seperti dikutip dari The Guardian.
Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi menjadi preseden berbahaya di masa mendatang. Menurutnya, peningkatan intervensi Israel di Yerusalem telah terjadi sejak 7 Oktober 2023.
“Yang saya takutkan adalah ini akan menjadi preseden yang berbahaya. Mungkin ini pertama kalinya, tetapi mungkin bukan yang terakhir,” katanya.
Penutupan Masjid Al-Aqsa saat Idul Fitri ini menambah panjang daftar ketegangan di kawasan tersebut, sekaligus mempertegas kekhawatiran warga Palestina terhadap masa depan akses mereka ke situs suci tersebut. (*)
















