Sumbardaily.com – Semangat emansipasi perempuan berpadu dengan kekayaan budaya lokal dalam pagelaran Baju Kurung Basiba dan Kebaya Tempo Doeloe yang digelar di kawasan Kampung Nelayan Pantai Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kartini Tahun 2026 yang tampil meriah sekaligus sarat makna.
Acara yang diinisiasi oleh TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman tersebut tidak hanya menyuguhkan keindahan busana tradisional, tetapi juga menjadi wadah untuk mengangkat nilai-nilai budaya di tengah tantangan modernisasi.
Nuansa budaya yang kental terasa sejak awal kegiatan, memperlihatkan komitmen daerah dalam menjaga identitas lokal.
Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Azis, menegaskan bahwa pagelaran ini memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar pertunjukan busana.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, penguatan budaya tidak bisa dipisahkan dari peran perempuan yang semakin strategis dalam pembangunan daerah.
“Momentum ini kita kemas dalam rangka memperingati Hari Kartini. Tidak hanya menampilkan keindahan busana tradisional, tetapi juga mengangkat peran perempuan serta mendorong promosi pariwisata daerah,” ujar Nita Azis.
Mengusung tema “Bersama TP PKK Kabupaten Padang Pariaman Lestarikan Budaya Wujudkan Kesetaraan”, kegiatan ini dinilai relevan dengan kondisi saat ini.
Pelestarian budaya dan penguatan peran perempuan berjalan beriringan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan. Perwakilan Wali Nagari, Camat, hingga perangkat daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Partisipasi ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di daerah.
“Keterlibatan semua unsur ini mencerminkan kebersamaan dan dukungan penuh terhadap upaya memajukan daerah, khususnya melalui sektor pariwisata dan pelestarian budaya,” tambahnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Kawasan Ketaping dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang berdaya saing.
Nita Azis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari sponsor hingga panitia pelaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak. Semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan Ketaping,” tutupnya.
Melalui pagelaran ini, TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman berharap sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat terus diperkuat.
Upaya tersebut diharapkan menjadikan kawasan Ketaping tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
















