Sumbardaily.com – Proses Seleksi Kafilah Rampung menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mempersiapkan kontingen terbaik menuju ajang MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang.
Sebanyak 57 peserta terpilih kini mulai memasuki tahap pembinaan intensif dengan target tampil optimal di tingkat nasional.
Penutupan seleksi yang digelar oleh Pemprov Sumbar menandai berakhirnya tahapan awal penjaringan kafilah yang akan mewakili daerah pada ajang nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026.
Seleksi ini sekaligus menjadi fondasi awal dalam memperkuat kesiapan peserta menghadapi kompetisi yang lebih ketat.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menegaskan bahwa selesainya proses seleksi bukanlah akhir dari persiapan, melainkan titik awal pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Proses seleksi ini adalah titik tolak untuk mempersiapkan para kafilah agar lebih matang dan mampu meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” ujar Edi Dharma saat menutup kegiatan seleksi, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan dalam ajang MTQ Sumbar hingga ke tingkat nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga ditopang oleh kekuatan mental dan konsistensi dalam berlatih.
Ia menekankan bahwa aspek psikologis menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan performa kafilah di panggung nasional.
“Kita tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas juara yang harus dibangun sejak awal. Ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya kafilah, tetapi juga pelatih dan seluruh tim pendamping,” tegasnya.
Dalam proses seleksi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2026, tercatat sebanyak 163 peserta mengikuti tahapan penilaian.
Para peserta merupakan putra-putri terbaik yang telah memenuhi kriteria ketat, di antaranya pernah meraih posisi enam besar pada MTQ Nasional ke-30, mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional 2025, menjadi juara MTQ tingkat Provinsi Sumbar ke-41 di Bukittinggi, serta juara nasional PTQ RRI tahun 2026.
Setelah melalui proses seleksi yang berlangsung ketat dan kompetitif, panitia akhirnya menetapkan 57 peserta terbaik yang akan mewakili Sumbar. Mereka akan mengikuti 28 cabang dan golongan lomba dalam ajang MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang.
Edi Dharma juga mengingatkan bahwa status sebagai kafilah terpilih membawa tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga nama baik daerah. Oleh karena itu, evaluasi akan terus dilakukan selama masa pembinaan.
“Jika tidak ada perkembangan signifikan, maka peluang pergantian kafilah masih tetap terbuka. Kita ingin memastikan yang berangkat adalah yang benar-benar siap secara kualitas dan mental,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi, mulai dari tim seleksi dari LPTQ Pusat, LPTQ Sumbar, pelatih, hingga panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kerja keras semua pihak menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kafilah terbaik Sumatera Barat. Ini adalah kerja kolektif untuk mengharumkan nama daerah. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
Lebih jauh, Edi Dharma menegaskan bahwa ajang MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat syiar Al-Qur’an serta membentuk generasi yang berkarakter Qur’ani.
“MTQ adalah ruang untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an, sekaligus membentuk pribadi yang mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan lanjutan, Pemprov Sumbar berkomitmen menggelar pembinaan intensif melalui pemusatan latihan sebanyak tiga kali sebelum keberangkatan. Skema pembinaan direncanakan dilakukan dua kali secara tatap muka dan satu kali secara daring.
Dengan berakhirnya tahapan seleksi ini, pemerintah daerah menegaskan keseriusannya dalam mengawal kesiapan kafilah agar mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik pada ajang MTQ Nasional Ke-XXXI mendatang di Semarang. (*)
















