Sumbardaily.com - Ruas Jalan Batas Kota Payakumbuh-Sitangkai kini menghadirkan perubahan besar bagi masyarakat setelah ditingkatkan melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Perbaikan infrastruktur tersebut tidak hanya membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman, tetapi juga mempercepat aktivitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antardaerah.
Hal itu disampaikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui unggahan di akun Instagram resminya yang dikutip Senin (20/7/2026). Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa sebuah jalan tidak sekadar menjadi penghubung antara dua lokasi, melainkan juga menjadi akses yang menghubungkan berbagai aktivitas, peluang ekonomi, hingga harapan masyarakat.
BPJN Sumbar menyebutkan peningkatan kualitas jalan melalui Program IJD merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu realisasinya dilakukan pada Ruas Batas Kota Payakumbuh-Sitangkai yang kini memberikan akses yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.
Melalui narasi video yang diunggah, dijelaskan bahwa sebelum dilakukan penanganan, perjalanan di ruas tersebut tidak selalu mudah. Kondisi jalan membuat waktu tempuh menjadi lebih lama, pengguna jalan harus lebih berhati-hati, dan masyarakat terus berharap adanya perbaikan infrastruktur.
Wali Nagari Tanjung Gadang, Zamhar, mengungkapkan masyarakat telah merasakan kondisi jalan yang kurang layak selama bertahun-tahun.
"Selama lebih kurang 10 tahun masyarakat kami memang sangat merasakan jalan ini tidak layak untuk dilalui oleh kendaraan," ujar Zamhar.
Ia menambahkan, kondisi jalan sebelumnya sangat menyulitkan masyarakat, terutama saat pergantian musim.
"Kalau musim hujan becek, kalau musim panas berdebu. Jalannya penuh dengan lobang," katanya.
Dampak jalan rusak juga dirasakan kalangan pendidik. Guru, Natasya Amanda, mengatakan akses menuju sekolah sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar.
"Jadi untuk akses ke sekolah itu dirasakan sulit dan memakan waktu yang cukup banyak," ujarnya.
Kesulitan serupa dialami pelaku usaha pertanian. Agropreneur, M. Afdali Zikri, menjelaskan distribusi bibit alpukat sempat terganggu akibat kondisi jalan yang buruk.
"...bibit alpukat kami menjadi layu di perjalanan, dan juga ongkos daripada biaya bensin juga tentunya terkuras lebih banyak," katanya.
Sementara itu, petani bernama Doni menggambarkan kondisi jalan sebelum diperbaiki.
"Dulu kondisi jalan ini ya sangat parahlah gitu ya," ucapnya.
Akses layanan kesehatan pun ikut terdampak. Bidan Desa, Ica, mengatakan perjalanan menuju rumah sakit kerap mengalami kendala sehingga penanganan pasien menjadi terlambat.
"Untuk proses jalan ke rumah sakit, penanganan utama untuk pasien terlambat," ujarnya.
Setelah dilakukan penanganan melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah, kondisi tersebut berubah. Jalan yang lebih mantap membuat perjalanan menjadi lebih cepat, distribusi hasil pertanian semakin lancar, mobilitas masyarakat meningkat, serta membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Sumatera Barat, Rio Andika, menjelaskan ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai memiliki peran penting sebagai penghubung Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Tanah Datar.
"Saat ini kita berada di ruas Jalan Payakumbuh-Sitangkai yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Sijunjung serta Kabupaten Tanah Datar. Jalan ini merupakan jalan provinsi yang merupakan salah satu jalan menjadi program Inpres Jalan Daerah," katanya.
Menurut Rio, khusus di kawasan Halaban, total penanganan jalan mencapai sepanjang 9,48 kilometer.
"Khusus di daerah Halaban ini, total penanganan khusus di jalan ini sudah 9,48 kilometer. Di sini sudah kita lakukan penanganan dengan penanganan asphalt pavement, flexible pavement, dan rigid pavement. Dengan lebar jalan sebesar rata-rata 6 meter dan bahu jalan kiri-kanan 1 sampai 2 meter," jelasnya.
Perubahan kondisi jalan tersebut langsung dirasakan masyarakat dari berbagai sektor.
Zamhar menyampaikan rasa syukur karena kondisi jalan kini jauh lebih baik.
"Alhamdulillah pada saat ini jalannya sudah sangat bagus," ujarnya.
Guru, Natasya Amanda, juga mengaku perjalanan menuju sekolah kini lebih cepat dan aman.
"Lebih cepat untuk sampai ke sekolah dan aksesnya lebih aman untuk sampai ke sekolah," katanya.
Manfaat lain dirasakan pelaku usaha pertanian. M. Afdali Zikri mengatakan distribusi bibit kini berlangsung lebih efisien.
"Kami mampu menempuh waktu satu jam dengan kondisi bibit yang kami antarkan dengan segar," ujarnya.
Di bidang kesehatan, Ica menyebut akses masyarakat menuju fasilitas pelayanan kesehatan kini semakin baik.
"Dan untuk akses pengobatan masyarakat menuju puskesmas berjalan dengan baik," katanya.
Pada akhir video, perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut.
"Kami atas nama masyarakat Nagari Tanjung Gadang mengucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada Kementerian PU," ujar Zamhar dan Natasya Amanda secara bergantian.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Presiden Prabowo serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan jalan.
"...dan juga termasuk kepada pihak-pihak terkait yang telah mensukseskan perbaikan daripada jalan kami ini," kata M. Afdali Zikri.
Zamhar menambahkan, "Mengucapkan terima kasih yang tidak berhingga."
Sementara Natasya Amanda menutup dengan ucapan, "Sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya." (*)














