Penyintas Bencana di Hunian Sementara Padang Dapat Dukungan Psychosocial and Spiritual Support

Sumbardaily.com, Padang – Penyintas bencana hidrometeorologi yang masih tinggal di hunian sementara membutuhkan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dari sisi psikologis dan spiritual. Kesadaran inilah yang mendorong Universitas Andalas (Unand) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unand serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menggelar kegiatan Psychosocial and Spiritual Support bagi penyintas bencana di Sumatera Barat.

Kegiatan bertajuk “Menguatkan Jiwa, Menyembuhkan Luka, Menumbuhkan Harapan” tersebut dilaksanakan di Sentra Rendang, Lubuk Buaya, pada Sabtu (17/1/2026). Program ini diikuti oleh lebih dari 100 penyintas bencana hidrometeorologi yang saat ini masih menetap di hunian sementara.

Kegiatan ini menjadi ruang pendampingan psikososial dan spiritual bagi masyarakat terdampak bencana agar mampu memulihkan kondisi mental, mengelola trauma, serta menumbuhkan kembali harapan di tengah keterbatasan pascabencana. Pendekatan tersebut dinilai penting karena proses pemulihan penyintas tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata.

Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kerja sama antara DWP Unand dan Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Unand. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi sejumlah institusi pendidikan tinggi lainnya, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Tadulako (Untad), Universitas Pattimura (Unpatti), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNV Jakarta), Universitas Bengkulu (Unib), serta Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Ketua DWP Unand, Laila Isrona, menyampaikan bahwa kegiatan Psychosocial and Spiritual Support merupakan wujud empati dan rasa kekeluargaan Unand terhadap penyintas bencana. Menurutnya, penyintas membutuhkan perhatian menyeluruh agar dapat kembali menata kehidupan setelah kehilangan dan tekanan psikologis akibat bencana.

“Penyintas bencana tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual agar mampu bangkit dari trauma yang mereka alami,” ujar Laila Isrona, dikutip Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, sebelum kegiatan di Lubuk Buaya, DWP Unand juga telah melakukan berbagai bentuk pendampingan psikososial di sejumlah lokasi pengungsian. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka Rektor Unand Efa Yonnedi. Ia menekankan pentingnya menyediakan ruang aman bagi penyintas untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman yang mereka alami selama masa bencana dan pascabencana.

“Penyintas perlu didampingi secara berkelanjutan, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan psikologis dan sosial pascabencana,” kata Efa.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, berbagai cerita, kebutuhan, dan persoalan yang dihadapi penyintas dapat teridentifikasi dan dihubungkan dengan pihak-pihak yang mampu memberikan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing individu dan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Efa juga memaparkan berbagai aksi nyata yang telah dilakukan Unand dalam proses penanganan bencana di Sumbar. Hingga saat ini, Unand telah melaksanakan 16 kegiatan pengabdian penugasan serta 3 penelitian penugasan untuk melakukan Damage and Loss Assessment (DaLA).

Selain itu, Unand juga terlibat aktif dalam penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar. Sebagai bentuk kehadiran langsung di tengah masyarakat terdampak, Unand juga telah mendirikan delapan posko tanggap bencana di sejumlah lokasi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lubuk Buaya, Alvera, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Psychosocial and Spiritual Support di kawasan hunian sementara Lubuk Buaya. Ia menilai kehadiran Unand memberikan dampak positif bagi proses pemulihan masyarakat.

“Dukungan psikososial dan spiritual ini sangat membantu penyintas dalam menjaga kesehatan mental, terutama bagi mereka yang masih tinggal di hunian sementara,” ujar Alvera.

Ia mengapresiasi kepedulian Unand yang dinilai konsisten mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui layanan kesehatan fisik, tetapi juga dengan memperhatikan aspek mental dan sosial penyintas.

Melalui kegiatan ini, Unand bersama DWP dan jejaring perguruan tinggi berharap penyintas bencana hidrometeorologi dapat memperoleh kekuatan baru untuk bangkit, menata kembali kehidupan, serta membangun optimisme dalam menghadapi masa depan pascabencana. (red)

Baca Juga

Penyintas Bencana Batu Busuak Padang Tempati Hunsela, Akhiri Masa Mengungsi Berbulan-bulan
Penyintas Bencana Batu Busuak Padang Tempati Hunsela, Akhiri Masa Mengungsi Berbulan-bulan
Bukan Sekadar Gulma, Tanaman Tithonia Berpotensi Jadi Pakan Berkualitas untuk Kambing Perah
Bukan Sekadar Gulma, Tanaman Tithonia Berpotensi Jadi Pakan Berkualitas untuk Kambing Perah
Riset Mahasiswa Unand di Jepang Hasilkan Prototipe AI untuk Deteksi Gangguan Pita Suara
Riset Mahasiswa Unand di Jepang Hasilkan Prototipe AI untuk Deteksi Gangguan Pita Suara
Mojaf, Inovasi Tepung Bengkuang dari Unand yang Berpotensi Bantu Pengidap Diabetes
Mojaf, Inovasi Tepung Bengkuang dari Unand yang Berpotensi Bantu Pengidap Diabetes
Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Keluarga dan Berharap Ryan Alghifary Segera Kembali
Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Keluarga dan Berharap Ryan Alghifary Segera Kembali
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai