Sumbardaily.com - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menunjukkan peningkatan signifikan pada Sabtu (28/3/2026) siang.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat mulai bergulirnya arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi melalui jalur udara.
Berdasarkan data InJourney Airports, lebih dari 30 penerbangan tercatat melayani kedatangan dan keberangkatan sepanjang hari.
Tingginya frekuensi ini tidak hanya didominasi penerbangan domestik, tetapi juga rute internasional yang turut memperkuat aktivitas di bandara tersebut.
Pergerakan kedatangan dimulai sejak pagi hari. Maskapai Super Air Jet membuka penerbangan dari Jakarta pada pukul 07.00 WIB. Tak lama berselang, AirAsia mendarat dari Kuala Lumpur pukul 07.35 WIB. Selain itu, sejumlah penerbangan lain juga datang dari berbagai kota seperti Batam, Yogyakarta, hingga Singapura.
Sementara itu, aktivitas keberangkatan sudah berlangsung lebih awal. Lion Air menjadi maskapai pertama yang terbang menuju Jakarta pada pukul 06.05 WIB.
Sepanjang hari, lalu lintas penerbangan terus berlangsung dengan keterlibatan sejumlah maskapai besar, di antaranya Super Air Jet, Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, hingga AirAsia yang melayani berbagai rute domestik dan internasional.
Branch Communication and CSR BIM, Feni Lindriany, menyampaikan bahwa tingginya aktivitas penerbangan mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara, khususnya pada momen arus balik Lebaran.
“Pergerakan penerbangan hari ini cukup padat, baik kedatangan maupun keberangkatan. Ini menunjukkan kebutuhan transportasi udara masyarakat terus meningkat,” kata Feni.
Ia juga mengingatkan calon penumpang untuk lebih memperhatikan waktu keberangkatan agar perjalanan tetap berjalan lancar.
“Kami mengingatkan calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara dan mengecek kembali jadwal penerbangan, sehingga perjalanan berjalan lancar,” ujarnya.
Dominasi rute Jakarta masih menjadi yang paling menonjol dalam jadwal penerbangan hari ini. Meski demikian, rute internasional seperti Kuala Lumpur dan Singapura turut memberikan kontribusi terhadap kepadatan aktivitas di BIM.
Feni menegaskan bahwa lonjakan aktivitas ini berkaitan erat dengan periode arus balik Lebaran tahun ini.
"Karena, ini diperkirakan adalah jadwal arus balik hari raya idul Fitri 1447 Hijriah, sehingga penerbangan di BIM cukup padat," tutur Feni.
Bandara Internasional Minangkabau atau BIM menjadi salah satu titik krusial dalam mendukung kelancaran arus balik, seiring tingginya pergerakan penumpang dari dan menuju Sumatera Barat (Sumbar). (adl)
















