ASN Payakumbuh Diminta Buktikan Kompetensi Lewat Kinerja, Bukan Sertifikat

ASN Payakumbuh Diminta Buktikan Kompetensi Lewat Kinerja, Bukan Sertifikat

Sosialisasi Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (17/9/2026). (Foto: Pemko Payakumbuh)

Sumbardaily.com - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyoroti cara mengukur kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kemampuan ASN tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya sertifikat pelatihan yang dimiliki, tetapi dari pengalaman dan kualitas kinerja yang benar-benar diterapkan dalam pekerjaan.

Hal itu disampaikan Zulmaeta saat membuka Sosialisasi Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (17/9/2026).

Zulmaeta menggunakan perumpamaan seorang sopir untuk menggambarkan pentingnya kemampuan nyata seorang ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“ASN itu ibarat sopir. Dia harus memahami kendaraannya sekaligus mengenali medan yang dilalui. Kalau tidak, bagaimana bisa membawa Kota Payakumbuh sampai ke tujuan? Jangan sampai malah masuk jurang,” ujar Zulmaeta.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan seminar, pendidikan dan pelatihan (diklat) tidak sekadar dijadikan sarana mengumpulkan sertifikat. Menurutnya, pengetahuan yang didapat ASN dari berbagai kegiatan pengembangan kompetensi harus dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Ilmu tersebut, kata dia, harus diterjemahkan menjadi tindakan sekaligus solusi konkret dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Zulmaeta turut menyampaikan prinsip “Trilogi Zuzema” yang menjadi fondasi ASN Payakumbuh. Prinsip tersebut mencakup kejujuran, loyalitas, dan profesionalitas.

Ia menegaskan loyalitas ASN harus berjalan tegak lurus dengan aturan. Sementara itu, pengisian atau penempatan jabatan harus melihat rekam jejak dan prestasi, bukan faktor kedekatan.

Sosialisasi RPL yang digelar Pemko Payakumbuh menjadi salah satu langkah untuk mempercepat proses profesionalisasi ASN. Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh Dafrul Pasi mengatakan skema tersebut dapat menjadi solusi atas panjangnya antrean pejabat yang belum mengikuti diklat kepemimpinan.

Berdasarkan catatan Pemko Payakumbuh, terdapat 13 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT), 70 administrator, dan 263 pengawas yang masih berada dalam antrean.

“Keterbatasan anggaran pada 2026 membuat kita hanya mampu membiayai pelatihan delapan pejabat. Jika mengandalkan cara konvensional, menyekolahkan 70 administrator bisa memakan waktu 10 tahun. Namun, melalui skema RPL pada 2027, alokasi anggaran yang sama diproyeksikan mampu menjangkau hingga 52 pejabat administrator,” urai Dafrul.

Skema tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan ASN yang didorong pemerintah pusat. Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Erna Irawati menjelaskan paradigma pengembangan ASN kini bergerak dari pendidikan formal menuju pembelajaran empiris yang berkaitan langsung dengan pekerjaan.

Model pembelajaran tersebut antara lain melalui mentoring, coaching, dan penugasan proyek lapangan.

Inisiatif Payakumbuh juga mendapat apresiasi dari tingkat Sumatra Barat. Kabid Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan BPSDM Sumatra Barat Youlius Honesti menyebut Payakumbuh sebagai daerah pertama di Sumbar yang berinisiatif mengeksekusi skema RPL pada 2026.

Pemko Payakumbuh menargetkan penerapan RPL untuk jenjang administrator dapat berjalan maksimal pada 2027. Pelaksanaannya akan memanfaatkan masa relaksasi aturan yang berlaku hingga 2028.

Zulmaeta kembali menegaskan tujuan utama pengembangan kompetensi ASN bukan sekadar menghasilkan pegawai dengan sertifikat pelatihan.

“Yang kita butuhkan bukan sekadar ASN bersertifikat, tetapi mereka yang berintegritas dan memiliki kemampuan nyata membawa Payakumbuh mencapai kemajuan,” pungkas Zulmaeta. (*)

Baca Juga

250 Pengelola Anggaran Pendidikan Dikumpulkan, Payakumbuh Perketat Pengawasan
250 Pengelola Anggaran Pendidikan Dikumpulkan, Payakumbuh Perketat Pengawasan
Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Payakumbuh Diminta Hentikan Aktivitas Outdoor
Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Payakumbuh Diminta Hentikan Aktivitas Outdoor
RAPBD Payakumbuh 2027 Rp789,21 Miliar, PAD Ditargetkan Rp170,04 Miliar
RAPBD Payakumbuh 2027 Rp789,21 Miliar, PAD Ditargetkan Rp170,04 Miliar
Gugatan Sertifikat Hak Pakai Lahan Pasar Payakumbuh Blok Barat Ditolak PTUN Padang
Gugatan Sertifikat Hak Pakai Lahan Pasar Payakumbuh Blok Barat Ditolak PTUN Padang
ASN Sumbar Tak Boleh Berduaan di Ruang Tertutup, Pemprov Terbitkan Aturan Baru
ASN Sumbar Tak Boleh Berduaan di Ruang Tertutup, Pemprov Terbitkan Aturan Baru
Payakumbuh Siapkan 350 Personel Gabungan, Banjir hingga Narkoba Jadi Perhatian
Payakumbuh Siapkan 350 Personel Gabungan, Banjir hingga Narkoba Jadi Perhatian